Ada rasa bahagia yang menyelinap, namun juga terselip kesedihan. Bahagia karena desa kini mendapat tempat terhormat. Sedih karena kita tahu, pengabdian desa tidaklah mudah. Banyak kepala desa dan perangkat desa yang bekerja dalam keterbatasan, menghadapi kritik, tekanan, bahkan salah paham. Namun Hari Desa Nasional 2026 menjadi penguat batin-bahwa pengabdian ini tidak sia-sia. Bahwa ketika desa bersatu, Indonesia akan tumbuh dengan kokoh.
Kolaborasi Semua Pihak
Acara di Indrakilo Lapangan Butuh, Mojosongo, Boyolali ini menandai kick-off Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 yang diprakarsai oleh kepala desa se-Jawa Tengah, asosiasi desa se-Indonesia, OPD, Forkopimda, Ketua PKK, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Jawa Tengah, hingga jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.
Kolaborasi itu tentunya juga dengan berbagai pihak, termasuk jajaran pers dan media, menjadikan Hari Desa Nasional (Hadenas) bukan hanya perayaan tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan membangun Indonesia dari desa.
Semoga semangat Hadenas (Hari Desa Nasional) 2026 menjadi gema kebangkitan pembangunan desa ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, tentunya dengan semangat visi yang sama dibuktikan di daerah masing-masing.
Dari desa, kita belajar ketulusan. Dari desa, kita merawat persatuan. Dan dari desa pula, masa depan Indonesia sedang kita bangun-bersama, dengan harapan yang tak pernah padam.
Salam MERDESA. (IHA)

