Pakaian putih-putih biru yang menunjukkan seragam dari para Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD). Adapun lainnya merupakan tamu undangan dengan pakaian kebesaran serta adat mereka, hingga bejibun banyak masyarakat yang hadir dengan wajah-wajah bersahaja dan penuh harap.
Desa menjadi Pusat Perhatian
Rasa haru-biru mereka terlihat seperti wajah langit saat itu, sulit disembunyikan. Oleh sebab karena selama ini desa kerap dipandang sebagai pelengkap, namun pada kesempatan ini, pada peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas), Desa menjadi pusat perhatian. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten berkumpul bersama rakyat desa, merayakan Hari Desa Nasional dengan kesederhanaan namun sarat makna.
Hadenas merupakan ikhtiar negara untuk memaksimalkan potensi desa sekaligus mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, demikian Menteri Desa PDT Yandri Susanto mengemukakan, khususnya cita ke-6: membangun dari desa dan dari bawah.
“Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama. Kerangka ekonomi dan kebudayaan desa diarahkan menuju keadilan dan kesejahteraan yang merata di seluruh nusantara,”
“Di sinilah optimisme itu tumbuh-bahwa desa ke depan akan menjadi tulang punggung negara, menjadi masa depan bagi warga masyarakatnya, dan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.” Terangnya Mendes Yandri Susanto dalam pidato Hadenas 2026, Kamis (15/1).
Apresiasi dan Harapan
Beragam rangkaian acara Hadenas 2026 digelar guna memberi ruang apresiasi, dan harapan. Penghargaan Hari Desa Nasional 2026 diberikan kepada desa-desa berprestasi dari berbagai kategori. Di samping itu juga kepada program-program berbasis desa dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Demikian apresiasi sebagai nilai bahwa penghargaan ini bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan pengakuan bahwa kerja sunyi di desa akhirnya terlihat dan dihargai. Walau hingga kini penghargaan belumlah sampai kepada pendamping desa (TPP) yang selama ini memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada desa dalam penyelenggaraan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat desa.
Deklarasi Boyolali
Peringatan Hadenas 2026 jadi momen Penandatanganan Deklarasi Boyolali sebagai simbol komitmen bersama: bahwa pembangunan desa harus terus diperkuat, dijaga keberlanjutannya, dan dikerjakan dengan hati.
Tampilkan Semua
