Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika

Benarkah Karena Tolak TKA China, Kantor Polisi di Kendari Dibakar, CEK FAKTA

cilacap info featured
cilacap info featured

SULTENG, CILACAP.INFO – Sebuah video berjudul “KENDARI MEMANAS 2 AGUSTUS TENTANG TKA CHINA YANG MASUK INDONESIA KANTOR & KENDARAAN POLISI DIBKAR MASSA” beredar di media sosial Facebook, pada Selasa (4/8). 

Akun Berita Global, yang mengunggah video itu, mengklaim rekaman tersebut berisi gambar situasi yang memanas di Kendari, Sulawesi Tenggara. Situasi tidak kondusif itu dikabarkan berlangsung saat massa melakukan aksi penolakan kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Kendari, pada 2 Agustus 2020.

Video berdurasi sekitar empat menit itu menampilkan cuplikan gambar bentrokan antara massa dengan anggota kepolisian. Adapula seorang pria berbaju hitam yang terlihat melepaskan tembakan pada menit pertama.

Ditampilkan pula pada menit ke-3, gambar api “melahap” kendaraan yang tengah terparkir di depan sebuah bangunan. Menjelang menit ke-4, sebuah bangunan menyerupai kantor juga tampak terbakar si jago merah.

Hingga Selasa malam, video itu telah ditonton sebanyak 478 kali, dan direspon 32 pengguna lain Facebook.

Namun, benarkah bentrokan di video itu terjadi di Kendari sebagai aksi penolakan kedatangan TKA China?

Penjelasan:
Hasil penelusuran ANTARA menunjukkan video itu pertama kali diunggah oleh Philip Jacobson di Youtube pada 5 Agustus 2012.

Dari keterangan Philip, kejadian dalam video itu diketahui tidak berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, melainkan di Lambu, Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembakaran kantor serta kendaraan dalam video itu juga bukan berlangsung dalam aksi protes kedatangan TKA China, sebagaimana dinarasikan pengunggah video di Facebook.

Dalam deskripsinya tentang video itu di Youtube, Philip menerangkan ribuan warga Bima, NTB, marah atas izin eksplorasi emas yang diberikan bupati daerah itu kepada perusahaan Australia.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait