oleh

Investasi Bodong dan Money Game MeMiles Berhasil Diungkap, 4 Artis Diduga Terlibat

Cilacap.info – Maraknya bisnis bodong dan money game bersistem MLM (Multi Level Marketing), seperti Qnet, D4F, MMM, dan kali ini MeMiles yang berhasil dibongkar kepolisian.

MeMiles adalah sebuah perusahaan bernama PT. KAM and KAM yang konon katanya merupakan bisnis menjanjikan dengan segudang hadiah atau bonus.

Di era milenial, dimana banyak orang pergi ke obyek wisata untuk menikmati liburan, berswafoto, mencoba mengarahkan kamera untuk selfi, MeMiles hadir guna menjaring banyak orang.

Bisnis tipu tipu berkedok wisata dan bonus menggiurkan ini bahkan melibatkan sejumlah artis, ada 4 artis yang ikut terlibat kata polisi kepolisian Polda Jawa Timur.

Dua orang Pendiri MeMiles, Eva Martina Luisa dan Suhanda yang merupakan warga Jakarta kini sudah diamankan setelah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengeluarkan surat edaran bahkan dalam laman resminya bahwa MeMiles dinyatakan bodong.

Pelaku ini ternyata pernah mendekam di sel tahanan lantaran kasus bisnis serupa. Tak kapok setelah keluar dari penjara dia malah membuat perusahaan MLM bodong dengan tawaran bisa berlibur gratis dan dapat bonus.

Layaknya Sergey Mavrodi dengan MMM nya, tersangka rupa-rupanya belum kapok dan kembali menekuni bahkan membuat perusahan berjaring yang tak berizin, bodong dan legal.

Seperti halnya candu, MLM baginya adalah cara instan dapat uang banyak apalagi jika dia ownernya. Tinggal Follow Up, Jaring, Jaring dan Tangkap, namun dia malah yang ditangkap. Haha.

Dari yang Cilacap.info telusuri melalui mesin pencarian google, banyak ditemukan website support system dari para member MeMiles.

Ternyata janji bonusnya ini bukan hanya sekedar dari merekrut, tapi juga dapat reward, emas, motor gede (moge) dan mobil mewah.

Di website support yang Cilacap.info temukan juga terdapat tulisan mengenai bisnis Bodong MeMiles. Yaitu sebuah bisnis advertising yang mengaku seperti halnya Gopay.

Parahnya, di ownernya bilang, mereka bilang berpartner dengan google indonesia. Mungkin maksudnya adalah Publisher Google Adsense.

Ownernya ini mengaku kepada polisi, bahwa mendapatkan uang dari hasil click, padahal klik iklan yang tayang di website sendiri bisa dibanned dari publisher Google Adsense, kecuali pengguna atau pengunjung lain yang mengeklik dengan IP dan perangkat yang berbeda.

Ada-ada aja alasan mereka kepada petugas, akibatnya kini mereka, seperti yang biasa orang jawa katakan, gagal lan penjara maning.