Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Refleksi, Ngaji Peradaban, Gelar Seni Budaya Gamelan Batu

Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban
Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban

Menurutnya seni dan budaya adalah inti dari identitas desa. Demikian akan memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan lokal di antara warga.

Adapun tokoh masyatakat Majenang H. Awan Ukaya membeberkan bahwasannya negara besar dan maju karena mereka sangat menghormati budayanya sebut saja china, eropa, bahkan maaf, yahudi atau Israel betapa sangat menghormati leleuhurnya,

“Rata-rata negara besar menghormati budayanya, menjaga nilai budaya tradisi leluhurnya. Di situ kepercayaan diri mereka itu akan muncul. Jadi ketika orang sudah percaya diri, biasanya memancarkan aura kesuksesan,” tegasnya.

Dia mengaku pernah ke Gunung Padang di Cianjur bahkan Gunung Padang Salebu pada 2010 lalu, baginya ‘Situs segede Gunung’ ini sangat luar biasa, sebuah tempat yang menyimpan energi begitu besar.

“Saya pengusaha, saya tidak mungkin meninggalkan budaya leluhur. Saya sering meditasi di tempat yang memang energinya besar, di situlah saya dapati titik energi spiritual, dan ketenangan,” akunya

Dia juga membeberkan soal frekuensi pada Gamelan yang memberikan energi dan efeknya mirip dengan obat-obatan, demikian melengkapi dunia kesehatan di luar kimia dan herbal.

“Manfaat utamanya, mendengar frekuensi suara musik gamelan beroperasi pada tingkat psikologis yang dapat memengaruhi jiwa kemanusiaan kita, maka banyak orang menggunakannya sebagai terapi kesehatan,” ujar H Awan Ukaya yang akrab disebut Abuya AU.

Konon musik gamelan juga disebut media relaksasi dengan frekuensi 432 Hz, yang sering disebut sebagai “frekuensi alam semesta”, ungkap Abuya AU pengusaha sukses bidang obat herbal ‘de Nature’, dia menjelaskan memasuki tahun 2026, penggunaan frekuensi ini semakin populer dalam praktik sound healing dan meditasi karena dianggap lebih selaras dengan getaran alami manusia dan alam.

“Berdasarkan yang saya amati, dan rasakan, terutama melihat pelaku seni budaya jawa, karena saya suka ‘nanggap’, terlihat hidup mereka itu tenang, banyak bersyukur, saya menilainya energi dari getaran frekuensi musik gamelan. Jadi musik gamelan ini memberikan dampak positif bagi tubuh dan pikiran kita,” jelasnya.

Terakhir dia mengapresiasi tekad yang diharapkan bersama, sebagaimana komitmen Didi Yudi Cahyadi, semoga Salebu nantinya muncul seni budaya yang menasional bahkan internasional.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait