Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Refleksi, Ngaji Peradaban, Gelar Seni Budaya Gamelan Batu

Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban
Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban

CILACAP.INFO — Pemerintah Desa Salebu menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama Kepala Desa, Camat, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, dan Tokoh Masyarakat setempat.

Kegiatan bertajuk ‘Ngaji Peradaban’ ini dihadiri Kanjeng Pangeran Gusti Haryo (KPGH) Ndaru Kusumo bertempat di Balai Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Rabu, (31/12/2025) malam.

Gema Indonesia Raya disetai himne Pancasila mengalun, acara pun berlangsung khidmat apalagi dengan suguhan musik ‘Gamelan Batu Salebu’ berjudul Gending Salebu karya Romo Ndaru Kusumo, menjadikan suasana malam tahun baru 2026 makin syahdu.

Romo Ndaru Kusumo menyampaikan bahwa Desa Salebu memiliki sejarah peradaban yang luhur dan tinggi sehingga perlu langkah-langkah strategis dalam rangka menjaga, melindungi, melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budayanya.

“Desa Salebu menyimpan peradaban tinggi dan luhur, demikian dapat menjadi saksi dari batu bernada gamelan sebagai artefak yang ditinggalkannya, konon dari Gunung Purba hingga yang disebut Gunung Cendana atau Gunung Padang beserta lanskap peradabannya yang luas,”

“Kita dapati dari batuan yang ditemukan ini unik, keunikan batu tersebut menghasilkan unsur musikal yang resonan. Demikian tersebut batu yang tertentu dan pilihan, ketika dipukul, menghasilkan nada ji, ro, lu, mo, nem. Bunyinya menimbulkan efek dan energi. Fenomena ini memberikan informasi bahwa warisan budaya ini mesti ditinggalkan oleh orang-orang pilihan dari peradaban yang luhur dan tinggi,” terangnya.

Menurutnya refleksi akhir tahun 2025 dengan Ngaji Peradaban bersama ini penting dengan memaknai terangkatnya artefak batu gamelan batu Salebu yang merupakan suatu pondasi sebuah bangunan,

“Hari ini hidayah yang kami terima adalah batu yang memiliki resonansi bunyian, memiliki dinamika, dan harmoni, serta menciptakan gelombang frekuensi energi bunyian yang menyelaraskan kehidupan,” lanjutnya.

“Semoga ini wasilah dan menjadi hidayah pencerahan terhadap kehidupan bernegara dan berbangsa. Dalam mewujudkan pondasi demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia pada khususnya, dan dunia pada umumnya,” Tutupnya.

Adapun terkait batuan yang disebut benda budaya atau artefak tersebut nantinya akan dilakukan kajian lebih menyeluruh dan dalam oleh ahlinya yakni Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) yang telah diagendakan Pemerintah kabupaten Cilacap.

“Kami sudah menerima laporan adanya temuan artefak tersebut dari pemerintah Desa Salebu, kita akan tindak lanjuti, TACB sudah kita agendakan, akan ke lokasi temuan di Desa Salebu pada 6 Januari 2026 nanti”, aku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidilan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fatoni.

“Kunjungan lapangan TACB nantinya untuk mengkaji objek yang diduga benda atau cagar budaya (ODCB) secara langsung. Data yang dikumpulkan nantinya meliputi letak, ukuran, bahan, sejarah, kondisi saat ini, dan nilai penting objek tersebut,” lanjutnya.

Adapun musik Gamelan Batu, baginya suatu hal yang luar biasa dan sebuah inovasi sangat unik, dia apresiasi dengan menyebut pertama ada di Cilacap bahkan Indonesia.

“Saya kagum oleh karena suara yang dihasilkan dari musik yang dihasilkan dari batu, ini nyaris seperti gamelan. Ini pertama saya dengar dan unik. Maka kelompok gamelan batu salebu ini harus segera mendaftar legalitasnya, selain diakui keberadaan dan tidak diakuisisi oleh kelompok lain. Pertama ada di Cilacap bahkan Indonesia.’ Ungkapnya.

Dia menegaskan legalitas selain guna perlindungan hukum bagi kelompok dan karya seni ini penting guna membantu mencegah klaim dari pihak lain dan memfasilitasi akses terhadap pendanaan atau undangan resmi.

“Pemerintah Kabupaten Cilacap, dalam hal ini bidang Kebudayaan, siap memproses pengajuan legalitasnya,” tegasnya.

Anggota DPRD Cilacap Didi Yudi Cahyadi bahkan bertekad untuk memperkenalkan kekayaan budaya dari Desa Salebu dan berkomitmen akan mendorong eksistensi Gamelan Batu Salebu bahkan ke kancah internasional.

“Musik yang dihadirkan dari kelompok Gamelan Batu Salebu, saya nilai sebagai bentuk seni yang unik dan otentik. Sebagai kekayaan budaya nusantara. Komitmen saya akan mendorong eksistensinya hingga ke kancah internasional,” tekadnya.

Sementara itu tokoh masyarakat setempat, M Ibnu Subkhi menegaskan pentingnya dukungan Pemdes Salebu dalam memastikan pengetahuan warisan budaya sekaligus keterampilan berseni budaya ini ditransmisikan ke generasi berikutnya.

“Kegiatan semacam Ngaji Peradaban sebagai bentuk pemberdayaan, pembinaan, peningkatan kapasitas bagi pelaku seni budaya desa mestinya ditingkatkan, dan kedepan di anggarkan dalam APBDesa. Jadi aktifitas anggaran di luar apebedes itu masuk kategori bid’ah!” tegasnya

Menurutnya seni dan budaya adalah inti dari identitas desa. Demikian akan memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan lokal di antara warga.

Adapun tokoh masyatakat Majenang H. Awan Ukaya membeberkan bahwasannya negara besar dan maju karena mereka sangat menghormati budayanya sebut saja china, eropa, bahkan maaf, yahudi atau Israel betapa sangat menghormati leleuhurnya,

“Rata-rata negara besar menghormati budayanya, menjaga nilai budaya tradisi leluhurnya. Di situ kepercayaan diri mereka itu akan muncul. Jadi ketika orang sudah percaya diri, biasanya memancarkan aura kesuksesan,” tegasnya.

Dia mengaku pernah ke Gunung Padang di Cianjur bahkan Gunung Padang Salebu pada 2010 lalu, baginya ‘Situs segede Gunung’ ini luar luar biasa, sebuah tempat yang menyimpan energi begitu besar.

“Saya pengusaha, saya tidak mungkin meninggalkan budaya leluhur. Saya sering meditasi di tempat yang memang energinya besar, di situlah saya dapati titik energi spiritual, dan ketenangan,” akunya

Dia juga membeberkan soal frekuensi pada Gamelan yang memberikan efek energi yang mirip dengan obat-obatan, melengkapi dunia kesehatan di luar kimia dan herbal.

“Manfaat utamanya, mendengar frekuensi suara musik gamelan beroperasi pada tingkat psikologis yang dapat memengaruhi jiwa kemanusiaan kita, maka banyak orang menggunakannya sebagai terapi kesehatan,” ujar H Awan Ukaya yang akrab disebut Abuya AU.

Konon musik gamelan juga disebut media relaksasi dengan frekuensi 432 Hz, yang sering disebut sebagai “frekuensi alam semesta”, ungkap Abuya AU pengusaha sukses bidang obat herbal ‘de Nature’, dia menjelaskan memasuki tahun 2026, penggunaan frekuensi ini semakin populer dalam praktik sound healing dan meditasi karena dianggap lebih selaras dengan getaran alami manusia dan alam.

“Berdasarkan yang saya amati, dan rasakan, terutama pada pelaku seni budaya, karena saya suka ‘nanggap’, hidup mereka itu tenang, banyak bersyukur, mungkin karena getaran frekuensi gamelan. Jadi musik gamelan ini memberikan dampak positif bagi tubuh dan pikiran kita” jelasnya.

Terakhir dia mengapresiasi tekad yang diharapkan bersama, sebagaimana komitmen Didi Yudi Cahyadi, semoga Salebu nantinya muncul seni budaya yang menasional bahkan internasional.

Sementara itu Kepala Desa Salebu Agus Fauzi dalam sambutan tunggalnya menguraikan orientasi Ngaji Peradaban merupakan ajang menggali potensi seni budaya sebagai warisan yang berkelanjutan.

“Semoga usaha ini dapat meneguhkan kepercayaan diri warga Salebu akan warisan budayanya, yang bernilai tinggi dan luhur. Dan jadi inspirasi bagi generasi sekarang dan masa depan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya warisan budaya ‘Gamelan Batu Salebu’ telah ditemukan di Desa Salebu, Majenang, Cilacap pada 21 Desember 2025, maka atas nama Pemerintah, Kades Salebu Agus Fauzi selanjutnya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada; KPGH Ndaru Kusumo, R. Anas Danu Sudrajat, Indra Wahyu Nugroho, Ahmad Rizali, Rofiyatno, Deni Susilo, Gus IHA, Vivi Rizki RK dan Amin Yusnadi.

“Terimakasih atas sumbangsih tenaga, pikiran dan segala perhatiannya pada warisan budaya Desa Salebu, Semoga menjadi amal kebaikan abadi nan langgeng. Lelah menjadi lillah. Semoga Allah SWT memberkahi.” Pungkasnya. (IHA)

Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait