Opini: Ada Redaktur dan Editor Media Siber tapi seperti tidak ada

Ilustrasi Berita News
Ilustrasi Berita News

Seiring berkembangnya zaman, media online pun mulai bertebaran bak jamur di musim penghujan. Struktur redaksi di pampang.

Ada redaktur dan editor tapi parahnya seperti tidak punya editor.

Redaktur pelaksana tugasnya mengecek tulisan sang pewarta dan editor mengedit tulisan salah ketik. jadi kedua ini hampir sama ya.

Ketahui perbedaan media yang benar-benar kredible dengan hanya berbekal legal saja.

Media kredible punya struktur redaksi yang benar-benar memang menguasai dalam bidangnya.

Editor tugasnya edit berita dari pewarta bukan asal publish aja.

Wartawan tugasnya adalah mewartakan, membuat berita, namun banyak yang ngaku jadi wartawan dan bangga ngaku wartawan lah dalah ko yang diwartakan seperti berita berduit. Kalau seperti itu namanya bukan wartawan tapi jual produk kaya sales. Produknya ya berita itu.

Seiring kemajuan tekhnologi, masyarakat akan tau, ternyata market atau iming-iming iklan dengan biaya besar ada rumusnya bukan berbekal media legal tapi marketnya adalah pembaca.

Media bisa hidup memang dari iklan, wartawan sekarang banyak yang tidak dibayar kecuali harus mendatangi elit politik (partai), pejabat.

Kayanya Buang-buang waktu jika mewartakan kemasyarakatan yang tidak ada duitnya, miris tapi ngaku wartawan.

Yang blog malah tau arti kebebasan (Citizen Journalist), yang siber yang tau kebebasan pers justru seperti blog biasa. Hemz fenomena apa ya.

Ketahuilah media yang benar-benar kredible, bukannya malah bangga dipublish media udah gitu mbayar media tersebut.

Penulis : RHS


Author Info

Berikan Komentarmu