Buku saku digital SLEEP-7 disusun secara modern dengan desain visual yang menarik serta mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Materinya meliputi edukasi mengenai hipertensi, hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah, konsep Model Keperawatan Digital Hibrida SLEEP-7, panduan penerapan slow deep breathing, aromaterapi lavender, handgrip exercise, musik relaksasi, pendampingan digital melalui WhatsApp, sleep hygiene, pola makan sehat, aktivitas fisik, monitoring harian, hingga QR Code yang terhubung dengan video edukasi, formulir monitoring, media konsultasi, dan berbagai sumber informasi digital lainnya. Seluruh materi dikembangkan berdasarkan kajian ilmiah terkini sehingga mudah diterapkan secara mandiri oleh pasien hipertensi.
Ketua tim inovasi, Kesuma Wardhani, menjelaskan bahwa lahirnya SLEEP-7 berangkat dari tingginya angka pasien hipertensi yang mengalami gangguan kualitas tidur.
Menurutnya, hingga saat ini sebagian besar intervensi masih dilakukan secara terpisah sehingga belum mampu memberikan pendampingan yang menyeluruh.
“Kami ingin menghadirkan sebuah inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. SLEEP-7 kami rancang sebagai model keperawatan digital hibrida yang mengintegrasikan tujuh intervensi keperawatan berbasis evidence ke dalam satu sistem yang saling melengkapi. Melalui pendekatan ini, pasien tidak hanya memperoleh edukasi, tetapi juga pendampingan, monitoring, serta motivasi secara berkelanjutan melalui media digital. Sejauh yang kami pelajari, konsep integrasi tujuh intervensi keperawatan dalam satu model digital seperti ini belum banyak dikembangkan. Harapan kami, inovasi ini dapat membantu pasien memperoleh kualitas tidur yang lebih baik, meningkatkan kepatuhan terhadap terapi, serta mendukung pengendalian tekanan darah sehingga kualitas hidup mereka semakin meningkat.”
Kesuma menambahkan bahwa keunggulan utama SLEEP-7 terletak pada integrasi antara intervensi keperawatan nonfarmakologis dan teknologi digital yang memungkinkan pasien tetap memperoleh edukasi dan pendampingan tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Dosen pembimbing, Prima Trisna Aji  mengungkapkan bahwa keberhasilan mahasiswa mengembangkan SLEEP-7 merupakan bukti bahwa pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kami selalu mendorong mahasiswa agar setiap penelitian tidak berhenti sebagai laporan akademik semata, tetapi mampu berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai implementasi. SLEEP-7 merupakan contoh nyata bagaimana hasil penelitian mahasiswa dapat ditransformasikan menjadi produk berbasis evidence yang lengkap, mulai dari buku saku digital yang telah memiliki Nomor QRSBN resmi, HKI, publikasi jurnal ilmiah, poster ilmiah, video edukasi, buku panduan, hingga program pengabdian kepada masyarakat. Inovasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan evidence-based nursing, teknologi digital, dan pelayanan kesehatan dalam satu model yang komprehensif. Kami berharap SLEEP-7 dapat menjadi referensi pengembangan model keperawatan digital di Indonesia serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan pasien hipertensi.”
Tampilkan Semua
