Mahasiswa Keperawatan UNIMUS Luncurkan SLEEP-7

Poster Promo SLEEP 7
Poster Promo SLEEP 7

SEMARANG, CILACAP.INFO – Semangat inovasi dan budaya riset kembali ditunjukkan mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).

Menjelang penyelenggaraan EXPO Mahasiswa Keperawatan 2026 yang akan berlangsung pada 7 Agustus 2026, lima mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan resmi meluncurkan inovasi bertajuk SLEEP-7 (Sleep Enhancement through Lifestyle Education and Evidence-Based Practice), sebuah Model Keperawatan Digital Hibrida yang dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas tidur pasien hipertensi melalui integrasi intervensi keperawatan berbasis bukti dengan pemanfaatan teknologi digital.

Inovasi tersebut diwujudkan dalam sebuah buku saku digital interaktif yang memadukan edukasi, panduan praktik, monitoring, serta pendampingan digital sehingga dapat digunakan secara mandiri oleh pasien maupun tenaga kesehatan.

Inovasi ini dikembangkan oleh Kesuma Wardhani, Masdalifa Anbiya, Riza Khoirun Nisa’, Ghina Raudhatul Jannah, dan Indika Azkiyatul Karima di bawah bimbingan Prima Trisna Aji, dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang.

Peluncuran SLEEP-7 menjadi salah satu karya unggulan yang akan dipresentasikan pada EXPO Mahasiswa Keperawatan FIKKES UNIMUS 2026.

Sebagai rangkaian menuju expo, tim pengembang juga akan menyelenggarakan Bedah Buku SLEEP-7, sebuah forum ilmiah yang bertujuan memperkenalkan konsep, proses pengembangan, dasar evidence-based nursing, serta implementasi model keperawatan digital hibrida kepada sivitas akademika, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi media diseminasi hasil riset mahasiswa sekaligus memperkuat budaya akademik dan inovasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Yang membedakan SLEEP-7 dari inovasi mahasiswa pada umumnya adalah luasnya luaran (outputs) yang berhasil dihasilkan. Inovasi ini tidak hanya berhenti pada pengembangan sebuah media edukasi, tetapi telah berkembang menjadi produk akademik dan pengabdian masyarakat yang komprehensif.

Buku Saku Digital SLEEP-7 telah terdaftar secara resmi dengan Nomor QRSBN (QR Standard Book Number) sebagai identitas penerbitan digital, sehingga memperkuat legalitas dan pengakuan terhadap karya inovasi tersebut.

Selain itu, hasil pengembangan SLEEP-7 juga telah menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) resmi, publikasi pada jurnal ilmiah nasional, poster ilmiah, video tutorial edukasi, buku panduan implementasi, pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat selama EXPO, publikasi di berbagai media massa, serta menjadi dasar pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat mengenai pengendalian hipertensi dan peningkatan kualitas tidur.

Seluruh luaran tersebut menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia pelayanan kesehatan.

Buku saku digital SLEEP-7 disusun secara modern dengan desain visual yang menarik serta mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Materinya meliputi edukasi mengenai hipertensi, hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah, konsep Model Keperawatan Digital Hibrida SLEEP-7, panduan penerapan slow deep breathing, aromaterapi lavender, handgrip exercise, musik relaksasi, pendampingan digital melalui WhatsApp, sleep hygiene, pola makan sehat, aktivitas fisik, monitoring harian, hingga QR Code yang terhubung dengan video edukasi, formulir monitoring, media konsultasi, dan berbagai sumber informasi digital lainnya. Seluruh materi dikembangkan berdasarkan kajian ilmiah terkini sehingga mudah diterapkan secara mandiri oleh pasien hipertensi.

Ketua tim inovasi, Kesuma Wardhani, menjelaskan bahwa lahirnya SLEEP-7 berangkat dari tingginya angka pasien hipertensi yang mengalami gangguan kualitas tidur.

Menurutnya, hingga saat ini sebagian besar intervensi masih dilakukan secara terpisah sehingga belum mampu memberikan pendampingan yang menyeluruh.

“Kami ingin menghadirkan sebuah inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. SLEEP-7 kami rancang sebagai model keperawatan digital hibrida yang mengintegrasikan tujuh intervensi keperawatan berbasis evidence ke dalam satu sistem yang saling melengkapi. Melalui pendekatan ini, pasien tidak hanya memperoleh edukasi, tetapi juga pendampingan, monitoring, serta motivasi secara berkelanjutan melalui media digital. Sejauh yang kami pelajari, konsep integrasi tujuh intervensi keperawatan dalam satu model digital seperti ini belum banyak dikembangkan. Harapan kami, inovasi ini dapat membantu pasien memperoleh kualitas tidur yang lebih baik, meningkatkan kepatuhan terhadap terapi, serta mendukung pengendalian tekanan darah sehingga kualitas hidup mereka semakin meningkat.”

Kesuma menambahkan bahwa keunggulan utama SLEEP-7 terletak pada integrasi antara intervensi keperawatan nonfarmakologis dan teknologi digital yang memungkinkan pasien tetap memperoleh edukasi dan pendampingan tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Dosen pembimbing, Prima Trisna Aji  mengungkapkan bahwa keberhasilan mahasiswa mengembangkan SLEEP-7 merupakan bukti bahwa pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami selalu mendorong mahasiswa agar setiap penelitian tidak berhenti sebagai laporan akademik semata, tetapi mampu berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai implementasi. SLEEP-7 merupakan contoh nyata bagaimana hasil penelitian mahasiswa dapat ditransformasikan menjadi produk berbasis evidence yang lengkap, mulai dari buku saku digital yang telah memiliki Nomor QRSBN resmi, HKI, publikasi jurnal ilmiah, poster ilmiah, video edukasi, buku panduan, hingga program pengabdian kepada masyarakat. Inovasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan evidence-based nursing, teknologi digital, dan pelayanan kesehatan dalam satu model yang komprehensif. Kami berharap SLEEP-7 dapat menjadi referensi pengembangan model keperawatan digital di Indonesia serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan pasien hipertensi.”

Menurut Prima, budaya hilirisasi hasil penelitian harus terus diperkuat sehingga setiap karya ilmiah mahasiswa tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga melahirkan inovasi yang dapat diterapkan di masyarakat, meningkatkan reputasi institusi, serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan kesehatan nasional.

Pelaksanaan Bedah Buku SLEEP-7 dan keikutsertaan dalam EXPO Mahasiswa Keperawatan FIKKES UNIMUS 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan inovasi tersebut kepada masyarakat luas.

Pada kegiatan expo, tim mahasiswa juga akan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kepada pengunjung sebagai bentuk implementasi langsung dari inovasi yang telah mereka kembangkan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing, SLEEP-7 telah berkembang menjadi sebuah inovasi multidimensi yang mencakup penelitian, pendidikan, pelayanan kesehatan, publikasi ilmiah, media edukasi digital, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kehadiran inovasi ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Muhammadiyah Semarang dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang mendorong lahirnya karya-karya inovatif, aplikatif, dan berdaya saing.

Dengan mengusung semangat “Research to Innovation, Innovation to Society”, SLEEP-7 diharapkan menjadi salah satu model keperawatan digital karya anak bangsa yang mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas tidur, pengendalian tekanan darah, dan kualitas hidup pasien hipertensi.

Lebih dari itu, inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang tidak hanya mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas, tetapi juga mampu mentransformasikannya menjadi solusi kesehatan yang legal, terpublikasi, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait