BOGOR, CILACAP.INFO – Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak diselenggarakan di Pesantren Darul Mughni, Bogor, (Senin, 18/05). Pada kesempatan yang sama, PBNU juga menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Pencegahan Kekerasan di Pesantren yang diikuti para pengasuh pesantren.
PBNU menggagas Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak sebagai upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren.
Program tersebut diinisiasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait sebagai bagian dari penguatan komitmen dan sinergi dalam membangun ekosistem pesantren yang aman bagi anak.
Gerakan tersebut menjadi langkah bersama untuk memperkuat kebijakan serta mendorong praktik perlindungan anak yang lebih kokoh di lingkungan pesantren.
Sebagai lembaga pendidikan, pengasuhan, dan pembinaan karakter, pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya.
Karena itu, penguatan pesantren sebagai ruang yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak menjadi agenda penting yang perlu didorong secara bersama.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam kegiatan tersebut menyatakan, program tersebut diinisiasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait sebagai bagian dari penguatan komitmen dan sinergi dalam membangun ekosistem pesantren yang aman bagi anak.
Gerakan tersebut menjadi langkah bersama untuk memperkuat kebijakan serta mendorong praktik perlindungan anak yang lebih kokoh di lingkungan pesantren.
Sebagai lembaga pendidikan, pengasuhan, dan pembinaan karakter, pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya.
Karena itu, penguatan pesantren sebagai ruang yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak menjadi agenda penting yang perlu didorong secara bersama.
Pada kesempatan yang sama, PBNU juga menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Pencegahan Kekerasan di Pesantren yang diikuti para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan upaya bersama dalam membangun komitmen dan memperkuat sinergi kebijakan perlindungan anak di lingkungan pesantren.
“Gerakan ini merupakan langkah bersama membangun komitmen, sinergi kebijakan, dan penguatan praktik perlindungan anak di lingkungan pesantren Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Tampilkan Semua

