Meski di Atas Gunung, Majelis Taklim al Muslim Purbalingga Makmur

Majelis Taklim al Muslim Purbalingga
Majelis Taklim al Muslim Purbalingga

PURBALINGGA, CILACAP.INFO – Majelis Taklim al Muslim sekalipun berada di pucuk gunung belahan utara Purbalingga tepatnya di desa Sumingkir, kec Rembang kini semakin makmur oleh kajian ilmu agama yang diminati anak muda remaja, tua muda dan tentu saja jamaah perempuan.

“Berawal dari ngaji di rumah kemudian jamaah yang berkembang sehingga bikin bangunan majlis,” kata Gus Hamid Makmun, pengasuh Majlis ilmu dan Taklim al Muslim, kec Rembang, Purbalingga.

Berdirinya majelis itu sekitar th 2010 atas permintaan jamaah. “Akhirnya abahku bersama para santri jamaah majlis dan lingkungan bareng-bareng nyengkuyung untuk mendirikan majlis ta’lim almuslim yang sekarang di tempati untuk kegiatan ngaji,” lanjut Gus Hamid yang saat ini adalah Ketua GPK Kab Purbalingga Jawa Tengah.

Gus Hamid adalah putra pertama KH.Muslim Muhamad Saifulloh. Abah, Gus Hamid berguru kepada KH. Ahmad Basyuni dan KH.Muhamad Hasan pendiri pon-pes Tanbihul Ghofilin, Mantrianom Nawang Banjarnegara yang sanad keilmuanya sangat jelas tersambung kepada Rosululloh SAW.

KH Muslim punya 3 anak (2 putra, 1 putri):

Yang pertama Khamid Ma’mun, kedua Khasbulloh dan Khamalatun Khasanah. 2012.

KH Muslim wafat, tepatnya hari Sabtu pahing tanggal 2 Juni jam 08.37 wib di RS Harapan Ibu, Purbalingga.

“Dan setelah abah wafat 2 juni 2012 atau hijriyahnya tgl 12 Rojab 1433 H bulan ronadhonya tiba-tiba makamnya banyak para habaib yang berziyarah dan berkelanjutan sampai saat ini dan banyak para peziyarah dari manca daerah bahkan sampai dari luar Jawa yang menziyarahi makam abah yang anehnya para peziyarah maupun para habaib itu tidak saling kenal dengan abah,” kisah Gus Hamid.

Abah pada masa hidupnya tidak pernah bertemu juga dan karena dari wafat makam abah terus ramai ahirnya para habaib menyarankan agar diadakan haul di hari wafatnya setiap tgl 12 Rojab, adapun kegiatan majlis setiap hari bada Asar untuk ngaji seperti Ahad Rabu ngaji kitab kuning,hari Senin Selasa dan Sabtu juga ngaji kitab dengan beda-beda kitab.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version