Mendongkrak Elektabilitas PPP Pada Pilkada 2020

cilacap info featured
cilacap info featured

Pangkal perpecahan itu adalah Muktamar Luar Biasa Ancol yang digelar 2-4 Mei 2008 menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum PKB. Namun, pada saat yang sama, Muktamar Luar Biasa yang digelar pada 30 April-1 Mei 2008 di Parung menetapkan Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum Dewan Syuro PKB dan Ali Masykur Musa sebagai Ketua Umum Dewan Tanfidz PKB.

Setelah islah para kubu pada 2011, PKB mampu mendulang suara hingga 9,04 persen di Pemilu.Bahkan memperoleh 12,8 persen jauh di atas PPP yang hanya 6,1 persen.

Survei elektabilitas terbaru yang diluncurkan dalam Pilkada banyak menunjukan banyak tokoh nasionalis memperoleh simpati yang luas dari masyarakat. Memang survey bukan acuan dalam mengambil acuan dalam berpolitik dan PPP serta tidak ingin menang didata jumlah pemilih namun kalah dalam Pilkada. Dan realitas politik hari hari belakangan adalah realitas uang,kekuasaan dan pemcitran.

Akhirnya, partai-partai Islam harus benar-benar menyadari bahwa posisi mereka dalam pemerintahan Jokowi sekarang tidak memberikan garansi kepada mereka guna memperoleh suara besar pada Pemilu 2024 nanti.

Karenanya perlu terobosan alternatif, Partai partai Islam untuk berkoalisi menyatukan eksistensinya,masih ada dan layak diperhitungkan. Tanpa adanya ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah Basyariah dan ukhuwah Wathaniyah di antara partai-partai Islam maka akan berkesan tidak ada persatuan dan rasa persaudaraan di kalangan umat Islam yang ada di Indonesia. Karenanya toleransi dan keberbedaan pilihan politik dalam Pilkada perlu dikemas secara cantik,agar partai partai Islam tetap eksis dan diminati masyarakat dalam Pilkada, Pemilu dan event konstalasi politik di tanah air kekinian. (***)

* Aji Setiawan, Penulis adalah Wakil Sekretaris PPP Kab Purbalingga Jawa Tengah, tinggal di Purbalingga Jawa Tengah.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait