Sisi Positif Sedekah Laut dari Nguri Uri Budaya Sekaligus Promosikan Wisata

by
Indonesia

CILACAP.INFO – Sedekah Laut, tradisi masyarakat di wilayah pesisir yang diadakan pada tanggalan jawa atau bulan Syura.

Bulan Syura jika dilihat dari pertanggalan Islam yaitu masuk pada Bulan Muharram. Sedang 1 Muharram adalah Tahun Baru Islam.

Sedekah laut akhir-akhir ini menjadi Polemik atau kontroversi setelah bertahun-tahun telah ada di Indonesia khususnya di Pulau Jawa.

Mereka yang tidak setuju dengan Sedekah Laut beranggapan bahwa kegiatan tersebut syirik, musyrik, dan bid’ah serta menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ada pula yang tidak setuju dengan Sedekah Laut karena perbuatan tersebut menyamai kaum Syi’ah. Pasalnya Islam Syi’ah pada bulan Syura juga melakukan Ritual Asy Syura.

Entah lah, CILACAP.INFO mencoba mengambil dalam segi sisi positifnya tentang sedekah laut.

Tradisi Sedekah Laut yang digelar setiap satu tahun sekali ini, dari pengamatan CILACAP.INFO dapat menarik wisatawan Lokal baik dalam dan luar daerah. Bahkan menarik para wisatawan dari mancanegara.

Disuatu sisi melestarikan suatu tradisi dan kebudayaan dalam masyarakat dan nguri uri budaya. Sekaligus event tersebut menarik wisatawan.

Terkait Hal-hal seperti larung saji atau sesajen dengan emas dan juga kepala hewan bukan ranah kami untuk menghukumi.

Disamping itu juga, Indonesia atau tanah Nusantara ini memiliki Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti meski berbeda-beda tapi tetap satu. Ini adalah payung yang semustinya dijaga oleh masyarakat indonesia.

Namun hal di atas juga kerap dibantah oleh salah satu kaum bahwa semboyan itu tak pas, yang pas mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

Kaum tersebut juga beranggapan bahwa menghormati Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan Menghormati Bendera Merah Putih adalah haram karena mereka beranggapan itu adalah Thoghut.

Komentar