CILACAP.INFO – Kita akan menyelesaikan perintah menunaikan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh dengan masih diberi kesehatan dan semoga Alloh SWT tetap senantiasa memberikan umur kita yang panjang serta badan yang sehat, dengan tetap diberi kekuatan iman, Islam dan takwa sehingga dapat bisa menunaikan ibadah puasa kembali pada masa yang akan datang.
Sekarang kita akan memasuki waktu bulan Syawal, bulan yang tepat untuk mengisi halal bi halal, sesuai sabda Nabi SAW: Man qooma romadhona imaanan wahtisabn ghufiro lahu ma taqoddama min danbihi”. yang artinya, “Siapa saja orang giat beribadah ramadhan kanthi iman dan hanya berharap pahala karena Allah, maka orang tersebut akan diampuni dosa-dosa nya pada masa lampau.”
Karena itu pada kesempatan bulan Syawal atau bulan Idul Fitri pada tahun ini mari kita manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan bulan ini untuk berhalal bi halal dengan keluarga, teman dan tetangga serta kepada orang yang lebih tua. Mari kita memohon halal bi halal dan mohon ridha terhadap hak anak adam atau hubungan sesama. Nabi Muhammad bersabda: Man ahabba anyus satholahu fi rizqihi wayuntsaa a lahu fi atsarihi falyasil rohimahu”. yang artinya, “Siapa saja orang yang senang dan melapangkan urusan rizqi orang lain maka akan dipanjangkan umurnya dan ditambah sanak keluarganya. (HR Muslim).
Jadi jelaslah tujuan diadakannya idul fitri yang sudah mentradisi tidak saja di Indonesia namun oleh umat Islam seluruh dunia tujuannya adalah untuk saling memaafkan, menghilangkan rasa permusuhan dan menyambung tali silaturahmi.
Tetap kendati tiap tahun diadakan dirayakan masih sering kita jumpai rasa saling bermusuhan di antara manusia. Ketika bulan Ramadhan berlalu, kesalihan umat islam kembali tereduksi atau makin terkikis. Rasa dendam, iri dan dengki kembali merasuki jiwa manusia. Kesadaran sosial semakin bekurang. Kemungkaran dan kemaksiatan menyebar di mana-mana.
Padahal hakikat idul fitri hakikat hari raya idul fitri sebenarnya adalah mengembalikan manusia pada fitrahnya.Yaitu manusia yang beriman dan berserah diri kepada Allah SWT. Nampaknya, nilai-nilai yang terkandung di dalam hari raya idul fitri belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu sudah saatnya kita merenungi akan hakikat dan makna idul fitri yang sebenarnya.
Hari Raya Idul Fitri adalah momen paling tepat untuk membersihkan jiwa dari segala dosa. Hakikat Idul Fitri adalah mengembalikan manusia pada fitrahnya. Sebagimana Sabda Rasulullah SAW: “Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Akan tetapi orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nashrani dan Majusi.”(HR Bukhari).
Tampilkan Semua

