Menuju Idul Fitri

cilacap info featured
cilacap info featured

Allah SWT juga berfirman: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah): (tetapkanlah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah.Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Ar-Rum: 30).

Agar hari raya Idul Fitri lebih bermakna bagi kita maka setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, meluruskan kembali arti silaturahmi. Silaturahmi bukan sekedar saling bersalaman dan saling menziarahi.

Tetapi, harus ada komitmen untuk saling melupakan rasa permusuhan dan membuka lembaran baru untuk saling memaafkan dan berkasih sayang. Rasulullah SAW bersabda,” Bukanlah menyambung (tali silaturahmi) itu dengan saling membalas (mengunjungi), akan tetapi orang yang menyambung (tali silaturahmi) adalah apabila terputus kerabatnya, dia segera menyambungnya. (HR Turmudzi).

Kedua, melekstarikan hikmah-hikmah puasa Ramadhan. Kita semua tentu mengetahui hikmah dan keutamaan Ramadhan, akan tetapi tidak banyak setelah Ramadhan berakhir. Kebanyakan kaum muslimin yang aktif dan rajin shalat berjamaah, bersedekah, tadarus Al Quran, mendengarkan ceramah agama dan rajin ke masjid selama sebulan Ramadhan. Namun ketika Ramadhan berakhir, mereka berubah seperti semula.

Oleh karena itu, Ramadhan dapat dijadikan untuk memperkuat pribadi dan karakter kaum muslimin yang sehat, tangguh dan sabar serta kembali ke fitrah manusia yakni manusia-manusia yang cinta damai, sabar, ikhlas, jujur dan muara akhirnya adalah menjadi manusia yang beriman dan bertakwa di hadapan Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT: “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang yang taqwa. (QS Al Baqarah:183).
Bulan Ramadhan adalah bulan ketika kesabaran kaum muslimin diuji. Salah satu i’tibar atau pelajaran kesabaran adalah dengan membaca kisah-kisah kesabaran para nabi dan Rasulullah.

Kesabaran yang timpakan kepada para Nabi dapat diambil hikmahnya dan dicontoh dalam menghadapi obaan Tuhan dan juga gangguan oleh para musuh Nabi. Dengan berpuasa, kesabaran kita asah sehingga ketika menghadapi cobaan dan duri onak kehidupan kita semakin tegar dan bersabar dalam menghadapinya.

Oleh karena itu setelah ramadhan berakhir, aktivitas-aktivitas ibadah yang positif dilakukan selama bulan Ramadhan harus tetap dilestarikan setelah bulan Ramadhan. Diantara hikmah puasa yang menjadi prioritas yang dilakukan saat ini adalah menanamkan jiwa sosial terhadap kaum fakir miskin.
Selama bulan Ramadhan kita diperintah untuk memperbanyak sedekah kepada kaum fakir miskin dan juga diperintah untuk mengeluarkan zakat fitrah yang kesemuanya itu merupakan manifestasi dari jiwa sosial kita kepada fakir miskin.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait