“Peringatan dini sangat penting mengingat wilayah selatan Indonesia pernah mengalami dampak dari siklon tropis seperti Seroja, Cempaka, dan Dahlia. Dengan adanya radar ini, pemantauan kondisi cuaca di Samudra Hindia dapat dilakukan dengan lebih optimal,” tuturnya.
Pembangunan Radar Cuaca S-Band Cilacap merupakan bagian dari proyek Sistem Meteorologi Maritim Tahap 2 (MMS-2), yaitu program penguatan sistem observasi meteorologi maritim hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis.
Di sisi lain, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengungkapkan apresiasi kepada BMKG atas pembangunan dan pengoperasian Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap.
Menurut Ammy, kehadiran fasilitas ini menjadi kebanggaan dan juga memperkuat kemampuan daerah untuk menghadapi cuaca ekstrem serta bencana hidrometeorologi.
“Kami sangat bangga karena Cilacap dipilih sebagai lokasi penempatan radar cuaca ini. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BMKG yang telah menyediakan fasilitas ini sebagai bentuk kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam mengembangkan sistem pemantauan cuaca serta meningkatkan layanan informasi meteorologi bagi masyarakat,” ujar Ammy.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Cilacap memiliki berbagai karakteristik wilayah, mulai dari daerah pesisir yang berbatasan dengan Samudra Hindia, kawasan industri, pelabuhan, area pertanian, hingga daerah perbukitan.
Kondisi ini menjadikan informasi cuaca yang akurat sebagai kebutuhan utama untuk mendukung keselamatan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Dengan adanya radar cuaca ini, informasi yang diperoleh tidak hanya akan mendukung kegiatan pelayaran, tetapi juga menjadi alat penting dalam mitigasi bencana hidrometeorologi yang semakin kompleks. Radar ini akan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, sehingga risiko yang dapat timbul dapat diminimalkan,” katanya.
Ammy juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cilacap siap untuk memperkuat kerja sama dengan BMKG, BPBD, TNI, Polri, serta semua pihak terkait dalam memanfaatkan data dan informasi meteorologi untuk mendukung keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin antara BMKG dan Pemerintah Kabupaten Cilacap dapat terus ditingkatkan, sehingga mampu memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana dan juga mendukung aktivitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan,” tambahnya.
Melalui proyek ini, BMKG telah membangun lima radar cuaca baru, yang terdiri dari empat radar S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta satu radar C-Band di Tangerang.
Secara nasional, BMKG terus memperkuat jaringan observasi cuaca. Dari total kebutuhan sekitar 75 radar cuaca di seluruh Indonesia, saat ini BMKG telah mengoperasikan 45 radar dan diharapkan jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap untuk meningkatkan cakupan layanan pemantauan cuaca nasional.
Tampilkan Semua
