KUALA LUMPUR, CILACAP.INFO – 1 Juli 2026- Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) INSIMA kembali menunjukkan komitmennya di kancah global melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Malaysia pada awal Juli 2026.
Program ini secara khusus menyasar anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) guna memberikan akses pendidikan dan pembinaan karakter di tengah tantangan kerentanan ekonomi.
Berlokasi di kawasan metropolitan Kuala Lumpur dan sekitarnya, INSIMA menerjunkan kolaborasi dosen dan mahasiswa untuk mengabdi di berbagai titik strategis pendidikan anak bangsa.
Berangkatkan 5 Delegasi KKN ke SIKL dan Sanggar Bimbingan
Langkah awal program ini ditandai dengan kunjungan koordinasi oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKN Internasional, Dr. Frendi Fernando, M.A., dan ‘Ainul Imronah, M.E ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi pendidikan yang telah terjalin. Tahun ini, INSIMA secara resmi memberangkatkan 5 (lima) delegasi mahasiswa KKN Internasional, yaitu: Muhammad Aqil, Azizah Zahra Santoso, Indri Nofianti Intan Cahyani, Sadzilda Nubnaya dan Renal Adam Rizki. Mahasiswa ditugaskan untuk mengabdi di SIKL

Inovasi Dosen: Dari Literasi Keuangan hingga Ekoteologi
Tidak hanya mahasiswa, para dosen INSIMA juga aktif melaksanakan program PkM inovatif yang dibagi menjadi dua fokus keilmuan yang berbeda.
Di Indonesian Cultural Center (ICC) Negeri Sembilan, dosen dan peneliti ekonomi syariah, ‘Ainul Imronah, memimpin “Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Berbasis Modifikasi Perilaku untuk Anak Migran”.
Menghadapi era digital yang konsumtif, ‘Ainul menggunakan metode gamifikasi yang menyenangkan. Anak-anak diajak bermain peran dengan simulasi belanja digital dan membuat “Celengan Impian Tiga Kotak” (Saving, Spending, Sharing). ‘Ainul juga menanamkan nilai Tawazun (keseimbangan) agar anak-anak terhindar dari sifat mubazir (Tabzir), serta membiasakan pencatatan arus kas lewat “Buku Jurnal Saku Pintar”.

Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Berbasis Modifikasi Perilaku untuk Anak Migran
Di lokasi terpisah, tepatnya di Sanggar Bimbingan Pantai Dalam, Dr. Frendi Fernando memimpin kegiatan PkM bertema “Penguatan Karakter Ekoteologi pada Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI)”.
Melalui pendekatan ini, ia mengintegrasikan ajaran Islam dengan pelestarian alam. Anak-anak diajarkan praktik sederhana untuk menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan sekitar.
Tampilkan Semua
