Seorang Anak Tenggelam di Sungai Pemali Tegal Akhirnya Ditemukan Malam

tim SAR gabungan akhirnya temukan seorang anak yang tenggelam di Sungai Pemali Tegal, Selasa, 16 Juni 2026 malam
tim SAR gabungan akhirnya temukan seorang anak yang tenggelam di Sungai Pemali Tegal, Selasa, 16 Juni 2026 malam

BREBES, CILACAP.INFO – Seorang anak yang tenggelam saat berenang di Sungai Pemali yang ikut wilayah Tegal akhirnya ditemukan malam-malam pasa Selasa, 16 Juni 2026 sekira pukul 20.25 WIB.

Sebelumnya Basarnas Cilacap menginformasikan bahwa pada hari kedua pencarian terhadap korban tenggelam di sungai pemali Desa Prupuk Kecamatan Margasari Tegal masih nihil atau belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban hingga sore hari.

“Pencarian pada hari kedua berfokus pada titik terakhir korban terlihat menggunakan metode selam, body rafting dan menggunakan lcr. Menimbang informasi dari keluarga dan masyarakat bahwa kedalaman air berkisar 6-7 meter dengan kemungkinan korban masih berada di dasar air atau tersangkut di dasar air,” Ujar Syaeful Anwar selaku Komandan Tim Rescue

Diketahui kronologi kejadian bermula pada Senin (15/06) sekitar pukul 15.30 WIB korban berenang di sungai pemali bersama teman temannya, saat korban sedang berenang kemudian terpisah terbawa arus ke tempat yang dalam.

Pada akhirnya korban tenggelam dan sudah dilakukan pencarian oleh keluarga dan warga sekitar. Selanjutnya perangkat desa menghubungi USS Brebes untuk permintaan bantuan pencarian.

Survivor a/n Muhamad Rido Hafis (12/L) Diketahui warga Kesambi, Prupuk Selatan, Kec Margasari Tegal.

Pencarian hari kedua ini dibagi menjadi 3 SRU. SRU 1 melakukan penyelaman di area LKP;
SRU 2 melakukan penyisiran Body Rafting dari LKP ke arah hilir sejauh 6 KM;
SRU 3 melakukan penyisiran menggunakan LCR dengan membuat pusaran air di sekitar LKP.

Dari hasil pencarian hari kedua belum diketemukan tanda-tanda keberadaan survivor sehingga pencarian dilanjutkan di hari ketiga.

“Kendala dan tantangan tim di lapangan adalah kedalaman yang cukup dalam berkisar 6-7 Meter, Jarak pandang bawah air yang terbatas, dan Arus bawah air yang deras. Besar harapan semoga survivor yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” kata Syaeful.

Namun dari pencarian hari kedua Tim SAR Gabungan Berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 20.25 WIB dan selanjutnya korban di serahkan kepada pihak keluarga, untuk penanganan lebih lanjut

“Dengan ditemukanya korban maka Operasi SAR diusulkan ditutup dan seluruh unsur terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terimakasih,” tutup Syaeful Anwar.

IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version