Polda Jateng Ungkap Kasus yang Tewaskan Satu Keluarga di Temanggung

Polda Jateng berhasil ungkap kasus Glamping Posong Temanggung yang sebabkan satu keluarga tewas akibat keracunan karbon monoksida
Polda Jateng berhasil ungkap kasus Glamping Posong Temanggung yang sebabkan satu keluarga tewas akibat keracunan karbon monoksida

SEMARANG, CILACAP.INFO – Polda Jawa Tengah mengumumkan hasil penyelidikan ilmiah mengenai tragedi yang merenggut nyawa empat anggota keluarga di Glamping Safari Nomor 3, Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung.

Analisis autopsi, pemeriksaan toksikologi, dan uji laboratorium forensik menunjukkan bahwa para korban meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida.

Informasi tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026.

Kegiatan itu dipimpin oleh Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto dan dihadiri oleh Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko, Sp.BM., M.A.R.S., M.H., FISQua, Kasubbid Kimia Biologi Forensik Bidlabfor Polda Jateng AKBP Ibnu Sutarto, serta Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini.

Dalam kesempatan ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menjelaskan bahwa pengumuman yang disampaikan adalah hasil dari penyelidikan yang dilakukan dengan pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI) oleh tim gabungan secara menyeluruh.

“Pada hari ini, kami mempresentasikan hasil penyelidikan yang didasarkan pada metode Scientific Crime Investigation terkait insiden tersebut. Semua kesimpulan yang disampaikan merupakan hasil dari olah tempat kejadian perkara, autopsi, pemeriksaan forensik laboratorium, serta rangkaian proses penyelidikan yang dilakukan secara menyeluruh,” ujar Artanto.

Dalam konferensi pers itu, Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini menjelaskan bahwa peristiwa ini dimulai saat keempat korban tiba di lokasi wisata Posong pada malam Selasa, 26 Mei 2026, untuk menginap di Glamping Safari Nomor 3.

Sebelum memasuki tenda, pihak pengelola sudah memberi instruksi agar tidak menyalakan tungku di dalam tenda demi menghindari bahaya kebakaran dan masalah pernapasan dari gas yang dihasilkan.

Keesokan harinya, ketika petugas hendak mengantarkan sarapan dan melakukan pemeriksaan rutin, mereka tidak mendapatkan jawaban dari penghuni tenda.

Setelah waktu check-out berlalu, petugas pun membuka tenda dan menemukan keempat korban telah meninggal. Dalam pemeriksaan, tungku tanah liat ditemukan di dalam tenda dekat pintu masuk, sedangkan kompor portabel berada di luar tenda.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 27 saksi dari berbagai pihak, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sampel makanan dan barang-barang yang ada di lokasi maupun di rumah para korban sebelum perjalanan mereka. Pihak pengelola juga sudah memberikan peringatan tentang risiko menyalakan tungku di dalam tenda yang bisa berbahaya,” jelas AKBP Zamrul Aini.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait