CILACAP.INFO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap melalui UPTD PKBD Majenang bersama sejumlah pihak terkait melakukan monitoring dan penanganan kejadian tanah longsor serta pergerakan tanah.
Adapun monitoring dan penangan tersebit dilaksanakan di Desa Bingkeng dan Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (15/05/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo mengungkapkan, kegiatan monitoring dilakukan mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.30 WIB dengan melibatkan BBWS Citanduy, Pemerintah Desa Bingkeng, dan Pemerintah Desa Dayeuhluhur.
Di Desa Bingkeng, penanganan difokuskan pada pembersihan material longsoran yang menutup akses jalan penghubung Dusun Pasirmanggu dengan Dusun Cikadu.
“Proses pembersihan menggunakan alat berat Pindad Excavator 200 dan diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari,” kata Taryo.
Setelah titik pertama selesai dibersihkan, penanganan akan dilanjutkan ke titik longsor kedua yang berada di jalan penghubung antar RT RW di Dusun Cikadu.
Petugas juga mengimbau masyarakat untuk membuat saluran drainase di atas tebing longsoran agar aliran air hujan tidak langsung menuju area rawan longsor.
Sementara itu, di Desa Dayeuhluhur, bencana longsor dan pergerakan tanah terjadi di empat dusun, yakni Dusun Cilulu, Ciparahu, Picungdatar, dan Sindanglangu.
“Pergerakan tanah di Dusun Cilulu yang terjadi pada 12 Mei 2026 diketahui merupakan kejadian ketiga kalinya dan telah berdampak pada kerusakan jalan desa serta rumah warga,” ungkapnya.
Sedangkan pergerakan tanah di Dusun Picungdatar merupakan kejadian pertama kali di wilayah tersebut.
“Di Dusun Picungdatar RT 04 RW 10, retakan tanah sepanjang sekitar 300 meter dengan kedalaman amblas mencapai 1 meter dan lebar retakan 10 hingga 30 sentimeter menyebabkan empat rumah warga mengalami kerusakan,” imbuhnya.
Salah satu rumah milik Zaenal Ahmad Arifin terpaksa dikosongkan karena kondisi bangunan mengalami retak parah dan dikhawatirkan ambruk.
“Selain merusak rumah warga, pergerakan tanah juga menyebabkan dinding sebuah pabrik kayu retak serta beberapa kolam ikan tertutup material longsoran,” terang Taryo.
