Warga juga bergotong royong melakukan pengurugan darurat pada jalan yang amblas dan memindahkan barang-barang milik korban ke tempat aman.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, total kerusakan meliputi empat titik jalan desa dengan panjang sekitar 145 meter dan enam unit rumah warga mengalami kerusakan,” ungkapnya.
Bencana juga melanda sejumlah dusun di Desa Bingkeng pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 03.30 WIB akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama kurang lebih empat jam.
“Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Pasirmanggu, Dusun Cikadu, Dusun Nambo, dan Dusun Arya. Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Senin malam hingga tengah malam menyebabkan tanah labil bergerak dan memicu longsor di beberapa titik,” kata Taryo.
Di Dusun Pasirmanggu, longsoran tebing setinggi tujuh meter dengan panjang sekitar 50 meter menutup akses jalan desa sepanjang 50 meter. Tebalnya material longsoran mencapai satu hingga dua meter sehingga jalan tidak dapat dilalui baik kendaraan maupun pejalan kaki. Selain itu, empat rumah warga mengalami retak-retak hingga jebol pada bagian dinding dan dapur dengan kategori rusak sedang.
Sementara di Dusun Cikadu, longsor besar terjadi pada dua titik tebing dan menimbun area persawahan serta perkebunan warga seluas sekitar tujuh hektar. Dua rumah warga yang berada di atas tebing juga dilaporkan terancam terbawa longsor sehingga penghuni diminta meningkatkan kewaspadaan.
Di Dusun Nambo, turap penahan tebing rumah warga longsor dan menutup jalan desa. Sedangkan di Dusun Arya, longsoran tebing menimpa rumah warga hingga merusak bagian dapur serta menutup akses jalan desa sehingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas.
BPBD Kabupaten Cilacap bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga setempat langsung melakukan peninjauan dan pendataan di lokasi kejadian.
Tampilkan Semua
