Pengajian Jum’at Kliwon PCM Bumiayu Hadirkan Dakwah Sejuk dan Penguatan Gerakan Umat

Kolaborasi MPKU, LAZISMu, PRM dan PRA se-Cabang Bumiayu
Kolaborasi MPKU, LAZISMu, PRM dan PRA se-Cabang Bumiayu

BREBES, CILACAP.INFO – Ribuan jamaah dari 25 ranting Muhammadiyah se-Cabang Bumiayu memadati kompleks Pondok Pesantren Al-Kautsar Muhammadiyah Bumiayu dalam Pengajian Rutin Jum’at Kliwon yang diselenggarakan Majelis Tabligh dan Pembinaan Masjid-Mushola Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiayu, Jumat (8/5/2026).

Sejak ba’da Sholat Jumat hingga menjelang Ashar, kawasan pesantren dipenuhi jamaah dari berbagai desa di wilayah Bumiayu dan sekitarnya yang hadir untuk mengikuti pengajian, menjalin silaturrahmi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah antarwarga Persyarikatan Muhammadiyah.

Kegiatan dakwah bulanan tersebut berlangsung khidmat sekaligus semarak. Ribuan jamaah tampak antusias menyimak tausyiah, mengikuti penyampaian program-program sosial Muhammadiyah, hingga mempererat hubungan antarwarga persyarikatan dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.

Ketua panitia sekaligus tuan rumah kegiatan, Nur Ikhsan Utomo, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi jamaah dalam pengajian tersebut. Menurutnya, Pengajian Jum’at Kliwon bukan sekadar agenda rutin bulanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah, menghidupkan semangat dakwah, serta memakmurkan masjid dan lembaga pendidikan Muhammadiyah.

“Pengajian Jum’at Kliwon ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah, menghidupkan semangat dakwah, serta memakmurkan masjid dan lembaga pendidikan Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut terus menjadi wasilah keberkahan sekaligus memperkuat persaudaraan antarwarga Muhammadiyah di Cabang Bumiayu.

Sementara itu, Ketua PCM Bumiayu, Drs. H. Sukmono, mengapresiasi konsistensi Majelis Tabligh dan Pembinaan Masjid-Mushola dalam menghidupkan dakwah berjamaah di tengah masyarakat.

Menurutnya, Pengajian Jum’at Kliwon telah menjadi ruang pemersatu warga Muhammadiyah sekaligus sarana penguatan ideologi, ibadah, dan gerakan sosial keumatan.

“Masjid dan mushola Muhammadiyah harus terus dihidupkan, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, dakwah, pembinaan umat, dan penguatan solidaritas sosial,” tuturnya.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version