CILACAP.INFO — Pemerintah resmi menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS). Penetapan tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 tentang Hari Desa yang ditetapkan pada tanggal 31 Juli 2024 dalam rangka Meneguhkan Undang Undang Desa.
Mengutip unggahan akun Instagram @haridesanasional2026, pemilihan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS) merujuk, berdasarkan kepada sejarah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014.
15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS) kendati diperingati setiap tahun, Keppres momor 23 tahun 2014 ini menegaskan bahwa Hadenas bukan merupakan hari libur nasional.
Momen peringatan Hadenas ini menjadi penting karena dianggap sebagai tonggak utama atas kejelasan status, dan kepastian hukum desa dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peringatan Hadenas 2025
Usai Hadenas diresmikan melalui Keputusan Presiden, Peringatan Hadenas pada 15 Januari 2025, menjadi momen pertama kalinya Hari Desa Nasional ini diselenggarakan, dan dipusatkan di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Mengangkat tema “Ketahanan Pangan Nasional Dimulai dari Desa Swasembada Pangan”.
Acara berlangsung pada tanggal 14–15 Januari 2025. Mencakup berbagai rangkaian kegiatan seperti:
- Village Expo yakni Pameran inovasi, produk unggulan desa, dan digitalisasi desa.
- Musyawarah Desa Nasional (Musdesnas) yang membahas penguatan fondasi pembangunan desa.
- Pencanangan Gerakan Menanam yaitu fokus pada swasembada pangan sebagai pilar ketahanan nasional.
Hadenas 2026 di Boyolali, Jateng
Untuk tahun ke 2, Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) pada 2026 ini dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada 15 Januari dengan mengusung tema “Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”.
Lokasi utama kegiatan berada di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, dan kawasan Kebun Raya Indrokilo, Boyolali, Jawa Tengah.
Adapun tema menyoroti peran sentral desa sebagai fondasi utama dan motor penggerak pembangunan nasional, serta kunci pemerataan pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Maka penyelenggaraan Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026 ini menjadi mementum guna penguatan pembangunan Indonesia yang dimulai dari desa dengan menonjolkan potensi wisata serta ekonomi lokal desa.
Rangkaian Kegiatan Hadenas 2026
Berikut jadwal rangkaian perayaan Hadenas 2026 yang berlangsung selama enam hari, yakni mulai tanggal 10 sampai dengan 15 Januari 2026;
Kegiatan dibuka dengan Gerakan Bakti Desa yang melibatkan 261 desa se-Kabupaten Boyolali pada 10 Januari 2026.
Hari berikutnya, 11 Januari 2026, jalan sehat, car free day, dan donor darah sebagai bentuk partisipasi masyarakat. Pada tanggal yang sama hingga 13 Januari 2026, Lomba E-Sport Nasional dan Piala Bupati yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah kompetisi olahraga sepak bola Liga Desa Tingkat Nasional yang berlangsung pada 11-14 Januari 2026. Kompetisi ini diikuti oleh 7.800 desa yang telah melalui seleksi ketat dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Kemudian, pada 12 Januari 2026, coaching clinic khusus Kepala Desa dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan desa.
Menjelang puncak perayaan pada 14 Januari 2026, sejumlah kegiatan besar akan digelar di Kebun Raya Indrokilo. Kegiatan tersebut meliputi pameran potensi unggulan desa, pasar murah, seminar dan lokakarya desa, final Liga Desa Nasional 2026, serta malam Hadenas akan diputar layar tancap untuk hiburan masyarakat.
Puncak peringatan pada 15 Januari 2026 akan dimeriahkan dengan upacara seremonial Hari Desa Nasional, tepat tanggal 15 Januari 2026.
Acara puncak peringatan Hadenas 2026 dihadiri oleh pemerintah pusat, daerah, desa serta unsur Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa PDT yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa (PLD).
Rangkaian acara dijadwalkan akan ditutup dengan tasyakuran pagelaran wayang kulit, serta kegiatan ‘Ngopi Bersama’ antara Menteri Desa PDT Yandri Susanto dengan TPP se Jawa Tengah, bersama masyarakat dan kepala desa. (IHA)

