Ahmad Tohari sang penulis buku “Orang-orang Proyek” ini berpandangan, adapun hadiah atas jasa, kebijakan, proyek, berupa uang atau barang, sebagai tondo tresno, tanda terimakasih, atau upeti saat pensiun itu merupakan bentuk korupsi paling umum terjadi dalam tradisi kita, dan itu praktik suap informal, gratifikasi yang terselubung.
Kendati, praktik ini sulit dibuktikan, karena memanfaatkan kelemahan dalam sistem pengawasannya. Di mana setelah pejabat pensiun, fokus pengawasan terhadap aset dan transaksi keuangan mereka cenderung berkurang.
“Meskipun secara kasat mata tampak seperti hadiah biasa, tindakan ini merusak integritas pemerintahan dan merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi,” ungkapnya
Sang Kiai yang dikenal luas sebagai Budayawan asal Tinggarjaya Jatilawang Banyumas, KH Ahmad Tohari Bin Kiai Muhammad Diryat ini menyambut baik serta mengapresiasi langkah dan upaya pemberantasan korupsi yang terus dilakukan, karena baginya korupsi adalah ancaman serius yang memiliki dampak mengahancurkan terhadap tatanan sosial, sistem pemerintahan, dan institusi secara luas.
“Musuh utama Indonesia bukan senjata yang canggih, tetapi hati yang jahat,” jelasnya.
Maka korupsi menjadi musuh utama Indonesia saat ini, demikian juga narkoba,
“Hati yang jahat itu menyebabkan pemiliknya menjadi orang yang tak tahu malu, sehingga berperilaku sangat hina yaitu korupsi,” tuturnya.
Dia pun mengingatkan bahwa akar masalah dari praktik korupsi oleh karena nafsu serakahnya seseorang. Karena sebenarnya dunia ini mampu mencukupi apa saja yang dibutuhkan manusia, tapi tidak bagi mereka yang serakah.
Sebagaimana mengutip seorang filsuf, tokoh kemerdekaan India Mahatma Gandhi (1869 -1948);
“Dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang, tetapi tidak cukup untuk memenuhi keserakahan satu orang pun,” katanya.
Maka menjadi harapan gerakan antikorupsi, bukan hanya ada di institusi, instansi, maupun pemerintah tapi harus juga menjadi pelajaran pelajar, pemuda, karena mereka generasi bangsa
Tampilkan Semua

