Sinergi dengan Pemerintah Daerah: PAFI Blitar menjalin komunikasi dan kerja sama yang erat dengan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten Blitar serta instansi pemerintah terkait lainnya. Kolaborasi ini bisa berupa dukungan terhadap program-program kesehatan pemerintah, partisipasi dalam tim perumusan kebijakan lokal terkait kefarmasian, serta pengawasan praktik kefarmasian di wilayah Blitar.
Kolaborasi dengan Organisasi Profesi Kesehatan Lain: Sinergi juga dibangun dengan organisasi profesi kesehatan lain seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Blitar. Kerjasama interprofesional ini penting untuk memastikan pelayanan kesehatan yang holistik dan berkesinambungan bagi pasien.
Pengawasan dan Pembinaan Praktik Kefarmasian: PAFI Blitar turut berperan dalam membina anggotanya agar selalu bekerja sesuai dengan standar prosedur operasional, kode etik profesi, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjamin mutu dan keamanan pelayanan kefarmasian yang diterima masyarakat.
Pengabdian Masyarakat: Melalui kegiatan bakti sosial, penyuluhan kesehatan di komunitas, atau partisipasi dalam posyandu dan kegiatan desa siaga, PAFI Blitar secara langsung menyentuh masyarakat, memberikan pelayanan dan informasi kesehatan yang dibutuhkan.
Keindahan dan nilai historis Blitar akan semakin lengkap jika didukung oleh kualitas kesehatan masyarakatnya yang prima. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Blitar, dengan seluruh Tenaga Teknis Kefarmasian yang bernaung di dalamnya, merupakan mitra strategis yang tak terpisahkan dalam upaya tersebut. Melalui peningkatan kompetensi internal, edukasi publik, serta sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, organisasi profesi lain, dan seluruh elemen masyarakat, PAFI Blitar terus berkontribusi nyata dalam memastikan pelayanan kefarmasian yang bermutu dan bertanggung jawab. Sinergi inilah yang menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat Blitar yang lebih sehat, cerdas menggunakan obat, dan berkualitas hidupnya.
Sejarah PAFI
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) adalah sebuah organisasi profesi yang berdiri pada tanggal 13 Februari 1946 di Yogyakarta. PAFI berfungsi sebagai wadah bagi tenaga ahli farmasi, termasuk Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), untuk berkontribusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Ahli farmasi Indonesia memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan sehari-hari, tetapi juga dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan nasional. PAFI terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam sektor farmasi, serta berupaya menghadapi tantangan masa depan dengan inovasi dan pengabdian.
Tujuan utama PAFI adalah untuk meningkatkan pelayanan farmasi di Indonesia melalui pengembangan profesionalisme anggota serta penyebaran informasi terkait praktik dan kebijakan farmasi. Selain itu, PAFI juga memiliki tujuan untuk memperjuangkan kepentingan apoteker dalam peningkatan akses masyarakat pada obat yang aman, efektif, dan berkualitas. Dengan tujuan tersebut, PAFI berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan IPTEK dalam bidang farmasi.
Tampilkan Semua
