Bagi PGE Area Ulubelu, PROPER EMAS tahun ini merupakan kali kedua yang diperoleh area tersebut. Pencapaian area Ulubelu melalui program unggulan Eloc Berseri (Empowering Local Communities to Strengthening Ulubelu’s Sustainable Forestry) yang meliputi sektor kehutanan sosial, pendidikan, dan ekonomi. Program ini telah memberikan manfaat kepada 3.225 masyarakat termasuk di dalamnya petani, akademisi, dan masyarakat umum.
Julfi menjelaskan, “Melalui program Eloc Berseri sejauh ini PGE sudah memanfaatkan 2,58 ton CO2-eq panas bumi, menghemat 1.325 liter air per tahun, serta melakukan revegetasi 5 hektar lahan terbuka. Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam pelestarian lingkungan.”
Adanya peningkatan perolehan PROPER Emas PGE untuk Area Lahendong di tahun ini mencerminkan upaya berkelanjutan dari Perseroan dalam menerapkan prinsip ESG dalam operasional bisnisnya.
“Kami mengimplementasikan Sistem Ekonomi Sirkular Mapalus Tumompaso di PGE Area Lahendong yang telah memberdayakan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sampingan. Program ini berhasil meningkatkan 60,1 persen pendapatan dan kemampuan adaptasi penerima manfaat,” tutur Julfi.
Mapalus Tumompaso sendiri berhasil mengedukasi lebih dari 1.400 warga setempat melalui beberapa program turunan, yaitu Usaha Desa Wisata (SADEWI), Kelompok Usaha Bersama Mandiri dan Berdaya Maria (KUBEMADA), Usaha Ternak dengan Energi Terbarukan, dan Bank Sampah Setor Jo.
Keberhasilan PGE mendapatkan PROPER ini sejalan dengan pencapaian ESG Rating PGE dari lembaga rating global Sustainalytics November lalu. PGE meraih skor 8,4 dimana posisi PGE berada di kategori negligible risk yang menunjukkan bahwa Perseroan berhasil mengeliminasi risiko ESG sepenuhnya.
“Ke depan, PGE memegang teguh komitmen untuk terus menjadi pemimpin dalam menetapkan standar operasional bisnis panas bumi sebagai energi hijau yang berkelanjutan serta terus menghadirkan value creation dan dampak positif bagi negara, masyarakat dan lingkungan,” ungkap Julfi.
Tampilkan Semua

