Lingkungan Kerja yang Produktif, Aman, dan Sehat dengan Penerapan 5R

lingkungan kerja yang produktif aman dan sehat dengan penerapan 5r
lingkungan kerja yang produktif aman dan sehat dengan penerapan 5r

CILACAP.INFO – Rasa nyaman dan aman dalam melakukan aktivitas pekerjaan merupakan pendorong utama dari munculnya motivasi pegawai untuk meningkatkan produktivitas kerja

5R berasal dari 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke); sebuah budaya industri dari Jepang yang sederhana dan mudah dipahami. di Indonesia, 5S kemudian di-lokal-kan dengan bentuk 5R (Rajin, Rawat, Resik, Rapi, Ringkas) yang mana hal ini merupakan langkah–langkah menuju efisiensi dan efektifitas suatu proses pekerjaan yang pada akhirnya akan meningkatkan produktifitas.

5R merupakan konsep budaya tentang bagaimana seorang pegawai memperlakukan tempat kerja secara benar karena tempat kerja yang tertata rapi, bersih, dan tertib akan memudahkan pekerjaan. Manfaat 5R bukan saja bagi instansi namun juga bagi pegawai. Beberapa indikator keberhasilan penerapan 5R ialah lancarnya proses kerja, kualitas kerja yang tinggi, penekanan biaya, ketepatan waktu penyelesaian kerja, serta yang paling utama adalah terjaminnya keselamatan dan kesehatan kerja.

Penerapan 5R dalam lingkungan kerja, pada prakteknya tidak dapat dilakukan semudah membalikkan telapak tangan. 5R merupakan konsep yang harus dijadikan sebuah budaya dan kebiasaan untuk dapat berfungsi dengan baik. Kebiasaan merupakan perilaku yang terjadi secara nyaman dan otomatis karena sudah dilakukan berulang kali di masa lalu.

Pada banyak seminar motivasi, sering disebutkan ungkapan yang menyatakan bahwa kebiasaan akan terbentuk setelah proses pengulangan sepanjang sekian hari (mulai dari 8 hari, 14 hari, 21 hari, atau bahkan 28 hari). Namun berdasarkan hasil penelitian Phillippa Lally (2009) waktu yang diperlukan untuk menciptakan kebiasaan ternyata bervariasi tergantung tingkat kompleksitas/kesulitan perilaku yang diinginkan. Semakin mudah, semakin cepat Anda terprogram untuk melakukannya dan demikian juga sebaliknya.

Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi sebuah instansi dalam menerapkan 5R, yaitu komitmen dan disiplin dari semua pihak untuk dapat membangun kebiasaan. Selain komitmen dan disiplin, diperlukan juga pembentukan sistem 5R untuk membangun mindset semua pihak dalam sebuah instansi, bahwa 5R merupakan perilaku yang mudah, sehingga semakin mudah perilaku, semakin cepat kebiasaan itu terbangun.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version