Mengapa Arab Saudi Lebih Memilih Malaysia Timbang Indonesia jadi Teringat Opini

cilacap info featured
cilacap info featured

Itu sebabnya setelah dari Indonesia Raja Salman akan ke RRT, untuk memperkuat kerja sama ekonomi dgn RRT. Dalam “The Clash of Civilizations” S Huntington juga meramalkan, benturan peradaban yang akan terjadi adalah antara Peradaban Barat dgn Peradaban Islam (Arab?) Yg bersatu dgn Perdaban Konfusianisme (Cina?).

Kapitalis Saudi tdk melihat umat Islam suatu negara sebagai saudara seagama. Apa yang telah dibuatnya untuk “saudara-saudara seagamanya” di Mesir, Libya, Palestina, Suriah, Iraq, dan Yaman yang berada dalam lingkungan terdekatnya?
Sepanjang tidak mendatangkan keuntungan ekonomi, tak ada tindakan berarti yang dibuatnya untuk “saudara-saudara seagamanya” itu.

Kedatangannya ke Indonesia, dengan siapa pertemuan-pertemuan pendahuluan dilakukan untuk mempersiapkannya?
Apakah dengan MUI, NU, Muhammadiyah, atau Parpol-parpol Islam seperti PPP, PKB, PAN, PKS ? No, ini bukan kunjungan keagamaan… ini kunjungan bisnis Kapitalis Saudi yang sedang mencari saudaranya sesama kapitalis… Dan siapa kapitalis-kapitalis besar di Indonesia?
Lihatlah para pangeran Saudi itu, dengan siapa pertemuan2 bisnis mrk sdh diagendakan, di saat sang Raja melakukan acara seremonial diplomasi kenegaraan?
Pepatah tua mengatakan, orang kaya hanya bergaul dgn sesama orang kaya…
Saudi dan RRT adalah dua kekuatan Kapitalisme yang didukung oleh Kekuasaan Otoriter (diktator?) yang anti demokrasi.

Apakah kunjungan Raja Salman akan memperkuat demokrasi di Indonesia?
No, bagi investor RRT dan Saudi, yang mereka harapkan terjadi di Indonesia adalah *stabilitas politik* untuk mengamankan uang-uang mereka di sini, tidak peduli apa agama penguasa di Indonesia, dan bagaimana kekuasaan itu diraih dan dikelola, yang penting mantap dan stabil.

Apakah kunjungan Raja Salman itu sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi keIslaman di Indonesia?
Pasti ada dong, walau serpihan-serpihan saja. yang jelas kelompok dakwah Salafi Wahabi (SaWah) akan makin kebanjiran dana.

Bukan SaWah yang radikal, tapi SaWah yang anti demokrasi, Bahkan yang apolitis.
Paling-paling hanya akan menambah keributan soal *syirik, bid’ah, dhalalah, kafir…* dan enerji dakwah hanya akan tersita di keributan soal itu, sebagaimana terjadi di Makkah dan Madinah, lalu umat Islam terlalaikan dari pergulatan yang sesungguhnya di pucuk-pucuk Kekuasaan dan Ekonomi negeri ini. Kapitalis Arab, Kapitalis China, keduanya sama saja, tetap kapitalis. Fokus utamanya cuma satu, uang.

Jalan menuju uang, yang harus dibangun oleh umat Islam Indonesia adalah:
ENTREPRENEURSHIP !!
Kalau jalan itu tak dikembangkan, silahkan jadi kuli dan jongos saja.
SELAMAT DATANG *KAPITALIS RRT* DAN *KAPITALIS SAUDI*.
Kemarin jadi kuli dan jongos Arab di Saudi, serta jadi kuli dan jongos China di Hong Kong, sekarang bersiaplah jadi kuli dan jongos Saudi dan China di negeri sendiri, NKRI.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait