Antara Gengsi dan Malu, Penyebab Korban Ponzi Tak Mau Lapor, Lagu Lama Sebelum ada Vtube

by
Indonesia

Dalihnya selalu saja gratis, gratis dan gratis nonton iklan dapat uang tanpa cari member.

“Join gratis ko haram, dimana money game dan haramnya?.” Bentaknya seraya menunjukan dalil copasan dan seolah menyatakan diri bahwa ia ahlinya.

Ealah, jangankan orang biasa seperti admin, yai dan gus Syamsudin pakar Bidang Ekonomi Syariah dan Aswa NU Jatim pun malas menasihati orang yang tengah mabuk cinta pada Vtube.

Mending kalau mabuk cinta seperti Syaikh Jalaluddin Rumi.

“Mencerahkan pada orang yang sudah mengaku ahli, itu sulit, sesulit mengukir di atas air.” Ucap Gus Muhammad Syamsudin.

Adapun memberikan informasi tentang hukum dan kewaspadaan tentang suatu investasi, merupakan bentuk penyampaian agar masyarakat senantiasa berhati-hati.

Terkait tidak suka dan tidak sependapat silahkan saja, namun berfikirlah jernih.

Seorang Enterpreneur itu punya etika, menjunjung nilai-nilai etika dalam hal komunikasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Ini pegangan seorang enterpreneur, sebab sikap dan perilaku juga bisa dinilai oleh calon mitra bisnis.

Apalagi jika menjadi seorang Youtuber, kata-kata ini harus dijaga, jangan hanya asal berceloteh kasar.

Itulah alasan mengapa korban bisnis ponzi jarang ada yang melapor, beban mental, fikiran, gengsi berkecamuk dalam jiwa dan pikiran.

Saat masih menggebu-gebu, Cuci Otaknya gratis, namun ingin lebih ya keluarkan uang dong, pebisnis (entrepreneur) dimana-mana harus berani ke luar modal, selorohnya ngegas bak seperti motivator yang didengarkan di radio rusak.

Padahal motivator dan mentor bisnis online kalem, dan kata-kata mutiaranya bagaikan kekuatan agar hari esok bangkit dan lebih baik.

Menurut pakarnya justru dengan celoteh semacam itu akan membuka kedok dirinya sendiri, mulai dari tidak konsisten dan ngaco tapi memang siapa saja bisa berkicau ria secara Gratis.

Komentar