oleh

Media India Sebut Jamaah Tabligh Pakistan Penyebab Covid-19

NEW DELHI, Cilacap.info – Bukan media india jika tidak menyebar issu hangat seputar negara tetangganya yakni pakistan. Setelah sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang pakistan dan termasuk tentaranya fundamentalis, kini media india menyebut jamaah tabligh penyebab covid-19.

Negara dengan jumlah ahli IT tertinggi itu tampaknya bisa membahayakan, seperti halnya dalam membuat propaganda melalui ranah media online.

Tak hanya itu, dengan pemberitaan tendensius semacam itu dapat merusak hubungan antara sesama negara asia selatan itu.

Baca Juga :   Pertamina Dapat 2 Penghargaan ASEAN Energy Award 2019 di Bangkok Thailand

Diketahui, pakistan sebelum menjadi negara sendiri dulunya masih ikut dengan India yang kemudian menjadi negara sendiri.

Pakistan merupakan negara dengan jumlah penduduknya yakni mayoritas muslim, di negara tersebut ada dua aliran islam. Yakni Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) dengan berpegang pada mazhab Imam Hanafi dan juga Aliran Syi’ah.

Terkait Jama’ah Tabligh penyebab Covid-19 hal itu dikatan oleh Manish Tewari seorang politikus india. Bahkan ia menyebut jika para anggota jemaah tabligh selain penyebab coronavirus juga mengatakan bahwa mereka adalah sumber kerusakan.

Baca Juga :   16 Pekerja Migran Terlindas Kereta di India

Uniknya media india mengutip politikus india tersebut dan di publish di kanal news india, bahkan salah menyebutkan tahun.

Padahal media berita apalagi media yang terbilang bukan media kecil seharusnya datanya akurat. Namun malah menuliskan tahun 2004.

Tidak hanya itu, issu fundamentalis dan pakistan akan menyerang india juga mencuat di sebuah laman media india beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Paratha, Makanan Pakistan yang Rasanya Mia-Mia

Begini Tulisan yang dikutip Dari Media India

Ceritanya politikus india, Tewari mentweet sebuah video dari saluran Pakistan. Dalam unggahanya itu yakni menampilkan wawancara dengan Yasmin Rashid, Badan Kesehatan di provinsi Punjab di Pakistan.

Rashid mengatakan bahwa kasus di provinsi pakistan adalah dari Jamaah Tabligh. Dia mengatakan bahwa dari total kasus positif COVID-19 tahun 2004, dengan 1314 kasus adalah dari kelompok tersebut.