oleh

Kisah Pilu Rohimah di Malaysia, Daun Ubi jadi Penghidupan bersama 2 Anaknya

KUALA LUMPUR, Cilacap.infoKisah tak mengenakan dan penuh pilu datang dari negri jiran Malaysia. Rohimah (32) wanita asal Cilacap terpaksa harus memakan dedaunan seperti Daun Ubi.

Daun-daun ubi itu ia petik dan dimakan bersama kedua anaknya lantaran ia kesulitan untuk mencari bahan kebutuhan.

Sementara itu, Siti Rohimah hanya bertiga dengan dua anaknya, karena suaminya telah pulang ke indonesia semenjak ditangkap. Karena hal itu juga maka suaminya tak bisa kembali lagi ke Malaysia.

Baca Juga :   Kisah TKI: Nahas Bagi Yusuf Mantul Bagi Cece

Seperti yang dilansir Antaranews, Semenjak Malaysia memberlakukan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP), Rohimah yang menempati rumah kontrakan di Bukit Serdang Malaysia teratamat kepayahan.

Pasalnya penerapan itu diberlakukan oleh Malaysia sejak 18 Maret sampai dengan 14 April 2020.

Kondisi tersebut akhirnya diketahui oleh relawan, mereka kemudian mengunjungi bilik (rumah) yang dihuni Rohimah.

Baca Juga :   Polisi Malaysia Luncurkan Aplikasi "Gerak Malaysia" untuk Para Pemudik

Tatkala Relawan datang ia pun teramat senang menangis penuh haru menyambut kedatangan mereka.

Ketua Partai Gerindra Malaysia, Darsil Abdul Muis mengatakan. Dirinya mendatangi Rohimah di Bukit Serdang dengan diantar oleh Bapak Sugi (relawan).

“Saat kami datang bersama para relawan, yang tergabung dari kami (gerindra), Pasomaja (Persatuan Malaysia Jawa), Persatuan Indonesia (PI), kami disambut baik oleh ibu rohimah.” Kata dia.

Ia menerangkan terkait kondisi rohimah, ibu 2 anak itu sebetulnya bekerja di restaurant dengan pekerjaan mencuci piring. Namun dikarenakan malaysia PKP (Lockdown) karena pandemi Corona, ibu rohimah harus menghidupi dirinya dan kedua anaknya.

Baca Juga :   Karena Beda Harokah 2 TKI Cilacap Pisah

“Ibu rahimah sangat senang, ketika kami datang dan memberikan sembako berupa beras, minyak goreng, mie instan dan telur. Kami disambut dengan isak tangis. Ibu rohimah sangat berterimakasih atas pemberian tersebut.” Kata Darsik. (*)