CILACAP.INFO – Asap pekat yang berasal dari limbah hasil pembuangan sampah menyebabkan polusi bagi warga di sekitar pemukiman dekat dengan TPA Malabar, akhirnya teratasi. 8.000 liter air dikerahkan Damkar Cilacap.
Diketahui, asap yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Malabar menyebar ke perkampungan, yakni ke Dusun Karanganyar dan Dusun Panyingkiran Desa Limbangan.
Hal ini tentu mengganggu pernapasan bagi warga masyarakat sekitar, menanggapi hal itu Kepala DLH Majenang, Matius akhirnya melaporkan ke Pos Damkar Majenang guna memadamkan api.
Kepala Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo menyampaikan bahwa, pihaknya telah menerjukan petugas dan truk pemadam ke lokasi guna menangani kebakaran.
“Mendapat laporan guna mengatasi kebakaran di TPA Malabar, Dusun Cihejo RT 03 RW 03, Wanareja, petugas dari Pos Damkar Majenang bergegas menuju lokasi untuk melakukan pemadaman pada Selasa, 04 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB,” tutur Gatot.
Adapun dalam hal ini, sejumlah unsur yang terlibat meliputi : Satpol PP Kecamatan Wanareja, Pos Damkar Majenang, BPBD Majenang dan UPT PSWB.
Dari hasil pendataan petugas di lokasi, kronologi bermula pada hari Selasa, 04 Agustus 2026 bahwa telah terjadi kebakaran lahan di TPA Desa malabar pada pukul 13.00 WIB.
Api dan asap muncul dari tumpukan sampah organik dari proses pembusukan yang menghasilkan gas metana (CH4) yg sangat mudah terbakar jika terkena sumber panas.
Karena asap semakin banyak dan di khawatirkan semakin meluas, akhirnya kepala DLH meminta pos Damkar majenang untuk melakukan pendingingan agar tidak berdampak ke lingkungan sekitar.
“Pendinginan berjalan dalam waktu ± 1 jam dan dibantu suplay air dari mobil BPBD Majenang dengan menghabiskan sekitar 8.000 liter air,” tandasnya.
