CILACAP.INFO – Selama bulan mei dari januari 2026, tercatat Damkar Cilacap tangani 36 kali kebakaran yang meliputi 23 pemukiman penduduk dan 13 dunia usaha di Cilacap Jawa Tengah.
Kepala Bidang Damkar Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo menerangkan, kebakaran tersebut disebabkan oleh berbagai faktor.
“Di antaranya 20 kejadian kebakaran disebabkan korsleting listrik, 4 karena Gas/LPG, dan 12 lainnya karena Human Error,” jelasnya.
Ia menjelaskan peta wilayah yang rawan kebakaran dengan kategori tinggi meliputi, Wanareja, Majenang, Sidareja, Cilacap Tengah, Cilacap Selatan, Cilacap Utara, dan Kroya.
Sementara itu wilayah dengan kategori sedang meliputi, Karangpucung, Gandrungmangu, Kedungreja, Bantarsari, Jeruklegi, Kesugihan, Adipala, Sampang, Binangun, Nusawungu.
Dan wilayah dengan kategori rawan kebakaran dengan status rendah meliputi, Dayeuhluhur, Cimanggu, Cipari, Kawunganten, Patimuan, Kampung Laut, dan Maos.
“Dari 36 kejadian kebaran tersebut, alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia, namun ada 1 orang yang mengalami luka-luka dan 35 bangunan mengalami rusak, kerugian kurang lebih 1,2 miliar rupiah,” paparnya.
Selain penyelamatan pada kejadian kebakaran, Damkar Cilacap mencatat telah melakukan 471 penyelamatan non kebakaran.
Penyelamatan non kebakaran tersebut meliputi pemusnahan sarang tawon sebanyak 379, ular 55, hewan liar 5, dan 32 penyelamatan perhiasan yang tidak bisa dilepas.
Giat sosialisasi pencegahan kebakaran dan inspeksi proteksi kebakaran dilakukan 131 kegiatan sosialisasi dan 9 kali kegiatan inspeksi bangunan gedung.

