CILACAP.INFO – Miris, bukannya dilayani dengan sepenuh hati dalam proses mengurus KTP, malah warga yang datang diraba-raba oknum pegawai P3K Kecamatan Adipala.
Akibat perlakuan tidak senonohnya itu, warga Adipala yang menjadi korban speak up dan menjadi viral usai dibagikan ramai-ramai di sosial media.
Dari unggahan dan komentar di sosial media, beberapa perempuan mengaku dipegang-pegang oleh oknum berinisal A, tak hanya itu ada yang merasa risih lantaran oknum pegawai tersebut meminta nomor telepon.
Usai diberikan nomor telepon, awalnya biasa menanyakan persoalan KTP namun kemudian menjurus ke hal yang sensitif.
Unggahan tersebut lantas mendapatkan sejumlah perhatian seperti dari komunitas perempuan Puan Cilacap yang siap mengawal dugaan kasus pelecahan tersebut, hingga Bunda Bupati Ammy Amalia Fatma Surya turut mengomentari postingan yang viral di instagram.
“Adipala Catat,” ujar Plt Bupati Cilacap yang mengisyaratkan untuk menindak tegas oknum pegawai P3K Kecamatan Adipala.
Sementara itu, Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia tidak menampik adanya isu yang tengah ramai diperbincangkan di sosial media.
Firdaus mengatakan bahwa pihak kecamatan segera melakukan klarifikasi internal setelah isu tersebut menjadi perbincangan hangat di jagat sosial media.
Ia menyatakan pihaknya akan mengambil langkah proaktif dengan menghubungi para pengunggah di media sosial untuk mengumpulkan keterangan awal.
“Kami kini masih menunggu laporan resmi mengenai tuduhan pelecehan tersebut. Sambil menunggu, kami berkoordinasi dengan BKPSDM untuk mengakomodasi para pengunggah di media sosial agar dapat dimintai klarifikasi sebagai bahan berita acara pemeriksaan,” kata Firdaus Jumat, 29 Mei 2026.
Kemudian lanjut Firdaus, hasil klarifikasi terhadap terlapor akan segera dilaporkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap melalui BKPSDM sebagai dasar untuk tindakan lebih lanjut dan kemungkinan pemberian sanksi.
“Apabila nantinya terbukti benar, hal ini bisa menjadi dasar penjatuhan sanksi hukum oleh Plt Bupati melalui BKPSDM,” pungkasnya.


