CILACAP.INFO – Penanganan darurat tanah longsor yang menutup akses jalan desa di Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama pihak terkait.
Material longsoran yang menutup total jalan desa kini mulai dibersihkan menggunakan alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Kamis (14/5/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil peninjauan di lokasi, terdapat dua titik longsoran dengan panjang total sekitar 50 meter dan ketebalan material mencapai 1 hingga 2,5 meter.
“Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan desa tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki,” kata Taryo.
Karena volume material longsor cukup besar, Pemerintah Desa Bingkeng bersama BPBD Kabupaten Cilacap melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap mengajukan permohonan bantuan alat berat kepada BBWS Citanduy untuk mendukung penanganan darurat di lokasi kejadian.
“Pada Kamis pagi, personel BBWS Citanduy melakukan survei lapangan untuk menentukan langkah penanganan,” lanjutnya.
Selanjutnya sekitar pukul 15.00 WIB, alat berat tiba di lokasi dan langsung dioperasikan untuk membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan.
“BPBD Kabupaten Cilacap bersama pemerintah desa dan unsur terkait terus melakukan koordinasi guna mempercepat pembukaan akses jalan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” ungkap Taryo.
Kondisi cuaca di wilayah sekitar juga terus dipantau guna mengantisipasi potensi longsor susulan.
Di titik lain, tepatnya di RT 02 RW 10 Dusun Picungdatar, jalan desa mengalami amblas sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman 1 hingga 2 meter dan retakan selebar 30 sampai 50 sentimeter. Kondisi tersebut menyebabkan jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan mengancam area permukiman warga yang berada di bawah lokasi kejadian.
Warga Dusun Picungdatar berharap adanya survey dan kajian dari PVMBG guna mengetahui kondisi tanah dan potensi risiko lanjutan, mengingat peristiwa pergerakan tanah tersebut baru pertama kali terjadi di wilayah mereka.
BPBD Kabupaten Cilacap mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta segera melaporkan apabila ditemukan retakan tanah baru maupun tanda-tanda pergerakan tanah di lingkungan sekitar.

