Dipandu oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, ratusan siswa pun serempak menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka”, yang dilanjutkan dengan “Rayuan Pulau Kelapa” dan “Tanah Airku”.
Suara mereka yang lantang dan penuh semangat menggema, menciptakan suasana haru sekaligus bangga. Tidak berhenti di situ, Presiden selanjutnya mengajak semua yang hadir untuk memberikan penghormatan kepada para guru melalui lagu “Hymne Guru”.
“Untuk menghormati guru, karena tidak ada bangsa yang hebat tanpa guru yang hebat, kita akan menyanyikan ‘Hymne Guru’, hafal?,” ujar Presiden.
Di antara para siswa, Galea Femme Ramadhantya Prastanto, seorang siswi kelas XI, menjadi salah satu yang merasakan pengalaman tak terlupakan. Ia secara tiba-tiba dipanggil maju ke depan untuk bernyanyi di samping Presiden.
“Sejujurnya saya merasa gemetar dan terkejut karena dipanggil ke depan. Saya berusaha sebaik mungkin untuk menyanyi dan menikmati momen itu dengan perasaan senang, campur aduk, dan deg-degan. Saya bisa berdiri di samping Bapak Prabowo Subianto dan itu luar biasa,” ungkapnya.
Baginya, kehadiran Presiden di sekolahnya merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri. Ia bersama teman-temannya menyambut kedatangan Presiden dengan antusias dan semangat.
“Kami para siswa sangat antusias menyambut kehadiran Bapak. Tadi saya berada di depan dan memang sudah di barisan paling depan ketika menyanyikan lagu Indonesia Pusaka,” terangnya.
Rasa yang sama juga dirasakan oleh siswa lainnya, M. Abdan Syakuro, yang sempat bernyanyi di dekat Presiden. “Tentunya saya kaget, terutama semua orang yang ada di sekitar saya pasti merasa terkejut karena kami bernyanyi di sebelah orang nomor satu di Indonesia. Itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan dan membanggakan bernyanyi di dekat Pak Prabowo,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kunjungan kerja, momen kebersamaan ini menciptakan ruang interaksi hangat antara pemimpin negara dan generasi muda. Lagu-lagu yang dinyanyikan tidak hanya menghadirkan nostalgia tetapi juga membangkitkan kembali rasa cinta tanah air di hati para siswa.
Di tengah upaya besar pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan, momen ini menunjukkan bahwa membangun bangsa tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga melibatkan sentuhan hati, menumbuhkan semangat kebangsaan, menghargai para guru, dan menginspirasi masa depan Indonesia.
Tampilkan Semua
