Sholat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khidmat, Khotib: Ramadan Penuh Pelajaran

Umat muslim melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H di Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap (Foto Asep)
Umat muslim melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H di Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap (Foto Asep)

Cilacap, CILACAP.INFO – Semburat warna jingga berpadu birunya langit mengiringi langkah para jamaah umat muslim dan muslimah menuju satu tempat.

Matahari nampak tersenyum memberi kehangatan pagi yang sejuk nan cerah.

Takbir berkumandang menambah khidmat suasana pagi.

Cuaca tersebut menyambut para jamaah umat muslim melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Garuda Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap, Jumat, 20/03/2026.

Tepat pukul 06:30 WIB Sholat Idul Fitri dimulai. Rangkaian pelaksanaan sholat idul fitri berlangsung khidmat.

Bertindak selaku imam dan khotib sholat idul fitri Ustadz Imam Wahyudin dari Kota Kebumen.

Menurut salah satu panitia pelaksana penerimaan zakat fitrah, disampaikan bahwa  perolehan zakat fitrah yang dikumpulkan melalui LazisMu PCM Muhammadiyah Kecamatan Sampang.

Diperoleh zakat fitrah beras seberat 1.604 Kg.  Zakat fitrah uang sejumlah Rp 14.710.000.

Adapun zakat fitrah uang telah dibelikan beras seberat 1.090 Kg. Sehingga total zakat fitrah beras yang diterima seberat 2.694 Kg.

Zakat fitrah tersebut telah ditasarufkan untuk mustahik (penerima) di lima ranting PRM Muhammadiyah Kecamatan Sampang.

Kelima ranting tersebut yakni PRM Sampang Barat, PRM Sampang Tengah, PRM Sampang Timur, PRM Sampang Selatan, dan PRM Kalipuku. Masing-masing mustahik menerima beras seberat 5 Kg.

Sedangkan penerimaan zakat mal, infaq, dan sodaqoh melalui LazisMu PCM Muhammadiyah Kecamatan Sampang.

Per tanggal 19/03/2026 zakat mal diterima sejumlah Rp 37.807.600.

Per tanggal 19/03/2026 penerimaan zakat, infaq, dan sodaqoh sejumlah Rp 13.127.200. Sehingga total perolehan sebesar Rp 50.934.800.

Dalam khutbah sholat idul fitri, Khotib Imam Wahyudi menyampaikan bahwa pelaksanaan sholat idul fitri 1447 H sesuai dengan perhitungan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Meskipun terdapat perbedaan penentuan 1 Syawal khotib berpesan untuk tetap menghargai perbedaan pendapat seperti pada pernyataan ulama Imam Syafii.

Saat Imam Syafii berpendapat beliau menyatakan pendapatmu ini benar tapi mungkin juga salah, pendapatmu menurutku mungkin salah tapi mungkin juga benar.

Khotib mengajak para jamaah untuk memahami bahwa ibadah di Bulan Ramadan  sebagai bentuk pelatihan, sebagai bentuk training pendidikan taqdib minalloh.

Pendidikan dari Alloh SWT agar kita benar-benar selalu berproses dalam keseharian kita untuk melaksanakan ketaqwaan.

Di bulan Ramadan terdapat pelajaran yakni pelajaran tentang mengendalikan diri dan menahan diri dari yang tidak diridhoi Alloh SWT.

Pelajaran kedua yakni keikhlasan. Disetiap syariat yang Alloh SWT syariatkan kepada kita semuanya pasti berakhir sebagai bentuk kepedulian sosial.

Setiap syariat harus berakhir untuk menjadi diri kita menjadi khalifah, sebagai pengelola yang memberikan sesuatu yang telah Alloh SWT berikan kepada kita untuk kemanfaatan orang lain.  (Asep)

IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version