CILACAP.INFO – Dihadiri sejumlah Tokoh dari Pejabat Kabupaten, Pejabat Kecamatan Majenang, Kepala Desa se-Kecamatan Majenang, Budayawan, Pemerhati Budaya, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Akademisi, hari lahir kota Majenang ditetapkan, Minggu, 01 Februari 2026.
Adapun acara ini bertajuk “Rembug Dulur Nerapaken Laire Kota Majenang” yang dimulai pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai di Pendopo Alun-Alun Kecamatan Majenang.
Pada kesempatan ini, acara diawali dengan dialog publik yang disampaikan oleh Iwan Fadilla (Akademisi), Raden Sunarno (Tokoh Masyarakat), Ceceng Rusmana (Sejarawan).
Dialog tersebut berlangsung dengan santai namun lumayan tegang karena adanya perbedaan pendapat yang membuat acara tersebut seperti tidak selesai-selesai.
Namun akhirnya, penetepan hari lahir Kota Majenang memiliki titik temu yang disepakati oleh sejumlah tokoh dan pejabat yang hadir dengan diterbitkannya berita acara.
Dalam berita acara tersebut, bahwasanya Hari Lahir Kota Majenang yakni 3 Februari, hal ini didasari dari bukti sejarah adanya Kota Majenang pada 3 Februari 1879.
Dilihat dari sejarah, bahwasanya pada tanggal, bulan dan tahun itu, Majenang menjadi kota controleur yang membawahi Majenang dan Sidareja dan juga bertepatan dengan keluarnya staatsblad Kolonial Belanda.
Anggota DPRD Cilacap, Didi Yudi Cahyadi mengatakan, penetapan hari lahir Kota Majenang yang jatuh pada 3 Februari ini, harapan kita Majenang ini benar-benar menjadi Kota yang besar, kota yang memberi manfaat bagi masyarakatnya.
“Kesejahteraan seperti harapan dulu yaitu wilayah barat dan kita sebagai pintu gerbang yang berbatasan dengan jawa barat, maka Kota Majenang harus maju dan harapan kita semua kedepan harus benar-benar terwujud,” ungkap Didi.
Menurut Didi, karena sejarah Kabupaten Cilacap ini bermula dari Dayeuhluhur dan Majenang. “Maka harapan kita semua, seperti harapan dari para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat bahwa Majenang harus mekar dengan pusat pemerintahannya di Kota Majenang ini,” paparnya.
Tampilkan Semua