Dukungan perusahaan mencakup pemberian modal usaha, penyediaan fasilitas produksi, dan pelatihan keterampilan bagi anggota. Selain itu, PT S2P turut membantu membangun lini bisnis baru seperti konveksi, ecoprint, catering, dan snack olahan. Perusahaan juga memfasilitasi peningkatan kualitas produk melalui standarisasi, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), strategi branding, serta membuka akses ke pasar lokal dan global melalui teknologi digital.
Koperasi UBSK memiliki keunggulan tersendiri karena anggotanya berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, pengolahan hasil pangan, hingga usaha kecil rumahan. Keberagaman sektor ini menjadikan koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi terpadu yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat desa.
Secara kuantitatif, keberhasilan koperasi mulai tampak. Pada 2024, koperasi UBSK mencatat pendapatan mencapai Rp496.176.803 dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp128.402.052 yang dibagikan kepada anggota. Selain itu, koperasi juga berhasil mempekerjakan 24 tenaga kerja lokal melalui unit usaha binaan. Capaian ini menunjukkan peran koperasi dalam menciptakan efek multiplikasi ekonomi desa yang signifikan.
Zam Zam Nurjaman, Manager LK3 & CSR PT Sumber Segara Primadaya, menyatakan bahwa koperasi UBSK menjadi mitra strategis perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. “Kami berharap, dukungan yang kami berikan, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, hingga pengembangan usaha, dapat menjadikan koperasi ini sebagai contoh keberhasilan sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Menuju Koperasi Desa Modern dan Berkelanjutan
Pendekatan program CSR ini bersifat partisipatif. Masyarakat menjadi pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat. PT Sumber Segara Primadaya (S2P) – PLTU Cilacap menempatkan tim pendamping CSR untuk melakukan pembinaan lapangan secara rutin, memastikan setiap tahap pemberdayaan berjalan sistematis hingga koperasi benar-benar mandiri.
Perusahaan juga telah merancang berbagai inisiatif lanjutan seperti digitalisasi sistem koperasi, pengembangan ekonomi sirkular untuk optimalisasi potensi lokal, serta penguatan jejaring antar koperasi di desa binaan. Strategi ini diarahkan untuk membangun koperasi desa yang transparan, adaptif terhadap teknologi, dan mampu memperluas akses pasar.
Koperasi UBSK kini juga menjadi mitra strategis perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan operasional seperti penyediaan tenaga kerja, perlengkapan kantor, dan layanan acara perusahaan. Kolaborasi ini tidak hanya memastikan keberlanjutan usaha koperasi, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi produk lokal untuk masuk ke pasar yang lebih besar.
Imam Ratiman, pengurus Koperasi UBSK, menegaskan bahwa program ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. “Pendapatan usaha meningkat, lapangan kerja bertambah, dan koperasi semakin mandiri. Kami berharap sinergi ini terus berjalan agar manfaatnya semakin luas,” ungkapnya.
Tampilkan Semua
