Disisi lain, Novi menambahkan ajang lomba matematika tersebut sekaligus untuk memperkenalkan Lembaga Pendidikan International Mental Arithmetic (IMA) kepada masyarakat.
“Memperkenalkan IMA, kami lembaga pendidikan sempoa untuk Jateng, DIY, dan Jatim kantornya di Yogyakarta. Ada beberapa cabang di Banyumas dan sekitarnya. Kalau lombanya di Yogyakarta kejauhan jadi kita buat disini,” pungkasnya.
Peserta datang didampingi oleh orang tuanya, ketika aba-aba dimulai, peserta sangat antusias mengikuti lomba matematika tersebut. Mereka menjawab soal dengan cermat dan teliti.
Lomba matematika IMA terbagi menjadi tiga sesi, yakni sesi pertama pukul 09.00 WIB untuk kelas tiga dan lima. Sesi kedua pukul 10.00 WIB untuk kelas dua dan enam. Dan sesi ketiga pukul 11.00 WIB untuk kelas satu dan empat.
Dalam pelaksanaan lomba para peserta menggunakan smartphone untuk menjawab soal.
Terkait hal itu, Ketua Panitia Penyelenggara Retno Atun Khasanah menyampaikan bahwa teknis lomba memadukan hitung cepat dan teknologi, soal ada di form online dan langsung muncul skornya.
“Untuk proses lomba kami memadukan antara berhitung cepat dengan teknologi, jadi anak-anak mengerjakan soal di google form, jadi begitu soal terkirim sudah langsung akan muncul hasilnya berapa skor mereka,” kata Retno kepada cilacap.info di sela-sela lomba berlangsung.
Terkait hadiah lomba, Retno menjelaskan untuk juara satu memperebutkan piala Bupati Banyumas, juara dua piala Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, juara 3 sampai harapan piala tetap dari IMA.
Uang pembinaan juara satu Rp 400.000, juara dua Rp 300.000, juara tiga Rp 200.000, dan juara harapan satu sampai tiga masing- masing dapat Rp 100.000.
Usai perlombaan peserta disuguhkan penampilan oleh dua alumni IMA yakni hitung cepat oleh Elsa Noviandani alumni IMA Cabang Sokaraja dan Aisyah Nurul alumni IMA cabang Purwokerto Utara yang masing- masing sudah menjadi mahasiswa perguruan tinggi di Purwokerto jurusan pendidikan matematika.
Selain itu juga dibagikan doorprize kepada para peserta yang tentunya menambah kemeriahan lomba matematika IMA.
Melalui lomba ini diharapkan segenap lapisan masyarakat dapat berpartisipasi menjadikan IMA sebagai wadah berkarya dan menjadikan matematika bukan lagi pelajaran yang menakutkan bagi anak-anak. (Asep)
Tampilkan Semua

