Meningkatkan Literasi dan Kesadaran Kesehatan Masyarakat
Melalui program edukasi dan penyuluhan yang dilaksanakan secara berkala, PAFI mendorong peran TTK sebagai narasumber terpercaya di komunitas. Edukasi tersebut tidak hanya menyasar pasien di fasilitas kesehatan, tetapi juga menjangkau masyarakat umum di desa, sekolah, dan tempat ibadah. Dalam pelaksanaannya, PAFI kerap menggandeng tokoh masyarakat serta organisasi lokal agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima dengan lebih mudah dan efektif oleh berbagai lapisan masyarakat.
Memperkuat Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan Kesehatan
Kolaborasi ini terwujud dalam sinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, rumah sakit daerah, dan puskesmas dalam mendukung program-program pemerintah, seperti imunisasi, pengendalian penyakit menular, serta kampanye penggunaan obat rasional. Sinergi ini menjadi fondasi dalam menciptakan sistem kesehatan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menjamin Mutu dan Keamanan Obat serta Pelayanan Kefarmasian
Melalui pelatihan, workshop, serta bimbingan teknis, PAFI mendorong standarisasi praktik pelayanan kefarmasian di seluruh wilayah kabupaten. Setiap anggota TTK dibekali dengan pengetahuan terkini serta penguatan etika profesi, guna memastikan bahwa pelayanan yang diberikan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Analogi “jembatan” yang disematkan pada PAFI Langkat tidak hanya menggambarkan peran sebagai penghubung, tetapi juga sebagai penopang yang kokoh dan konsisten dalam memajukan kesehatan komunitas. Melalui program edukasi, penyuluhan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti dinas kesehatan, sekolah, dan komunitas lokal, PAFI Kabupaten Langkat membuktikan bahwa profesi kefarmasian memiliki kontribusi konkret dan langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sejarah PAFI
PAFI didirikan pada tahun 1946 di Yogyakarta, tepat setelah Indonesia merdeka. Organisasi ini bertujuan untuk memperkuat posisi dan peran apoteker dalam sistem kesehatan nasional. PAFI dibentuk melalui musyawarah yang melibatkan sejumlah ahli farmasi dan apoteker dari berbagai daerah. Seiring berjalannya waktu, PAFI telah berkontribusi dalam berbagai kebijakan kesehatan, termasuk pengembangan obat, dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Tujuan PAFI
Tujuan utama PAFI adalah untuk meningkatkan pelayanan farmasi di Indonesia melalui pengembangan profesionalisme anggota serta penyebaran informasi terkait praktik dan kebijakan farmasi. Selain itu, PAFI juga memiliki tujuan untuk memperjuangkan kepentingan apoteker dalam peningkatan akses masyarakat pada obat yang aman, efektif, dan berkualitas. Dengan tujuan tersebut, PAFI berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan IPTEK dalam bidang farmasi.
Tampilkan Semua

