Dikatakan Akbar, peringatan Milad IPMALUTIM bukan hanya sekadar momentum untuk merayakan usia organisasi yang semakin matang, tetapi juga untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan memperkuat sinergitas dengan Pemkab Lutim.
“IPMALUTIM memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan keterampilan sosial generasi muda, sebagai agen perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa,” terang mantan Sekjen DPP AMPI itu.
Jika mahasiswa menyadari perannya, kata Kabar, maka mereka memiliki potensi besar untuk dapat menciptakan perubahan positif dan berkontribusi secara signifikan dalam memajukan daerah.
Ditambahkannya, menghadapi dinamika zaman yang terus berubah, IPMALUTIM telah membuktikan eksistensinya dalam memberikan kontribusi yang signifikan.
“Melalui berbagai kegiatan edukatif, sosial, dan kebudayaan, pengurus IPMALUTIM telah membuktikan dedikasi dan semangat juang yang luar biasa. Kalian adalah harapan dan tonggak masa depan bangsa ini,” ujar Akbar.
Usai santap malam bersama, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Dialog yang menghadirkan tiga narasumber, yakni Miftah yang mewakili PT Vale, Haruna Rasyid mewakili Dinas Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur, dan Asri Tadda yang mewakili kelompok senior IPMALUTIM.
Dialog berlangsung cukup seru dan memunculkan sejumlah gagasan menarik terkait keberadaan PT Vale di Kabupaten Luwu Timur, seperti yang disampaikan Asri Tadda.
“Harus diakui, PT Vale ini punya standar terbaik dalam pengelolaan lingkungan. Juga sudah berkontribusi banyak bagi Lutim. Hanya saja, wajar jika kita selalu menuntut lebih besar lagi,” kata Asri.
“Sudah saatnya Vale berikan beasiswa bagi adik-adik kita yang jadi pengurus IPMALUTIM untuk lanjut S2 maupun S3. Tidak gampang itu jadi pengurus, dan tidak semua mahasiswa mau jadi pengurus organisasi ini,” kata Asri disambut aplaus meriah para mahasiswa.
Di sisi lain, meski memiliki memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar dari sektor pertambangan, Sekretaris BPW KKLR Sulsel itu menyebut, Kabupaten Luwu Timur harus mulai fokus mengembangkan potensi non-tambang.
“Sektor pertanian, perkebunan dan pertambakan Lutim harus bisa dikembangkan agar dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi daerah. IPMALUTIM bisa mengawal agenda seperti ini. Sebagai kelompok kritis dan masih idealis, berikanlah sumbangsih ide, saran dan gagasan bagi kemajuan daerah,” tambah Asri.
Masih banyak topik lain yang juga dibahas dalam sesi dialog yang berlangsung sekitar satu jam tersebut.
Acara lalu dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng yang menandai puncak peringatan Milad ke-20 IPMALUTIM.
Tampilkan Semua
