2. Bulan Syawal 1445 H
Ijtima Akhir Ramadhan 1445 H : Selasa Legi, 9 April 2024
Waktu Ijtima : 1:23:21 WIB
Tinggi Hilal Mar’i : 6o 10’ 19″
Sudut Elongasi : 9° 36′ 11″
Berdasarkan data tersebut, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Berdasarkan kriteria wujudul hilal, Tanggal 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Senin Pahing, 11 Maret 2024 M karena kriteria wujudul hilal sudah terpenuhi. Indikatornya, yakni tinggi hilal sudah di atas 0 derajat (hilal sudah wujud);
Sedangkan awal Syawal 1445 H jatuh pada Rabu Pahing, 10 April 2024 karena kriteria wujudul hilal sudah terpenuhi. Indikatornya, tinggi hilal sudah di atas derajat (hilal sudah wujud).
2. Berdasarkan kriteria imkanur ru’yah, Tanggal 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Selasa Pon, 12 Maret 2024 M karena kriteria imkanur ru’yah belum terpenuhi. Indikatornya, tinggi hilal masih di bawah 3 derajat dan elongasi di masih bawah 6,4 derajat;
Sedangkan awal Syawal 1445 H jatuh pada Rabu Pahing, 10 April 2024 karena kriteria imkanur ru’yah sudah terpenuhi. Indikatornya, tinggi hilal sudah di atas 3 derajat dan elongasi melebihi 6,4 derajat.
Dalam kriteria ini, belum cukup informasi bahwa hilal sudah wujud, namun wujudnya harus sudah sampai pada batas mungkin untuk dilihat dengan mata.
Dari bacaan hasil hisab tersebut nampak adanya perbedaan dalam mengawali bulan Ramadhan 1445 dan kompak dalam mengawali bulan Syawal 1445 H.
Namun demikian, mengapa baru PP. Muhammadiyah yang sudah mengumumkan awal Ramadhan 1445 jatuh pada hari Senin Pahing, 11 Maret 2024 dan Awal Syawal 1445 H jatuh pada Rabu Pahing, 10 April 2024;
Sementara Pemerintah, dalam hal ini Kemenag RI dan juga PBNU serta ormas lain belum mengumumkan secara resmi?
Jawaban sederhananya, karena PP. Muhammadiyah sudah mencukupkan diri dengan hasil hisab dengan kriteria wujudul hilal sebagai patokan menentukan awal bulan hijriyah, sehingga tidak perlu menunggu hasil ru’yatul hilal;
Sedangkan Kemenag RI, PBNU, serta ormas lain menganggap penting ru’yatul hilal itu penting untuk menferifikasi hasil hisab kriteria imkanur ru’yah.
Data hisab digunakan sebagai pemandu ru’yah dan ru’yah digunakan untuk menverifikasi kebenaran hasil hisab. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad Saw:
صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِيْنَ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ).
Tampilkan Semua
