Amerika dan Taliban Melakukan Pembicaraan di Qatar untuk Perdamaian

cilacap info featured
cilacap info featured

Tetapi Taliban bersikeras tidak akan melakukan hal-hal ini sampai AS mengumumkan timeline penarikan.

Perundingan putaran keenam bulan lalu berakhir dengan “beberapa kemajuan” pada rancangan perjanjian tentang penarikan pasukan asing, menurut seorang pejabat Taliban.

Khalilzad mengatakan pada saat itu pembicaraan dengan Taliban untuk mengakhiri perang Afghanistan membuat kemajuan yang lambat tapi stabil, sementara menandakan semakin frustrasi dengan serangan mematikan di negara itu.

“Kami membuat kemajuan yang stabil tetapi lambat pada aspek-aspek kerangka kerja untuk mengakhiri perang Afghanistan. Kami masuk ke seluk-beluk. Setan selalu dalam detail,” kata Khalilzad.

“Namun, kecepatan pembicaraan saat ini tidak mencukupi ketika begitu banyak konflik berkecamuk dan orang-orang tak berdosa meninggal. Kita membutuhkan kemajuan yang lebih banyak dan lebih cepat. Usulan kita untuk semua pihak untuk mengurangi kekerasan juga tetap di atas meja.”

Pada bulan Juni, kedua belah pihak mengatakan ada pemahaman tentang penarikan tetapi rincian, termasuk timeline, belum dikerjakan.

Minggu ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dalam perjalanan ke Kabul bahwa AS hampir menyelesaikan rancangan perjanjian dengan Taliban mengenai kontraterorisme. Dia berharap kesepakatan damai dapat dicapai pada 1 September.

Mengapa pemerintah Afghanistan dikecualikan?

Taliban telah lama menolak untuk bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan, yang telah berulang kali mengundang kelompok itu untuk melakukan pembicaraan tanpa hasil.

Abdullah Abdullah: Taliban adalah ‘penghambat’

Washington pada awalnya juga mencoba membuat Taliban setuju untuk berbicara dengan Kabul. Ketika Taliban menolak untuk mengalah, AS tidak punya pilihan selain masuk ke dalam pembicaraan.

Kelompok itu telah memberikan beberapa alasan mengapa mereka tidak mau berbicara dengan pemerintah Afghanistan.

Sejak Taliban digulingkan oleh intervensi militer pimpinan AS pada tahun 2001, Taliban menyatakan bahwa negara tersebut telah diduduki oleh pasukan asing.

Dikatakan pemerintah Kabul tidak memiliki kekuatan nyata dan menganggapnya sebagai “rezim boneka”. Kelompok itu mengatakan setiap keterlibatan dengan pemerintah akan memberinya legitimasi.

Pada Juni, Ghani mengeluarkan dekrit pembentukan kementerian perdamaian, yang dipimpin oleh asisten utamanya, Abdul Salam Rahimi, untuk mendorong pembicaraan langsung dengan Taliban.

Apa yang bisa menyebabkan pembicaraan AS-Taliban runtuh?

Dawood Azami, seorang akademisi dan jurnalis yang bekerja sebagai editor multimedia di BBC World Service di London, mengatakan kesepakatan damai hanya mungkin terjadi ketika kedua belah pihak fleksibel dan bersedia membuat konsesi.

“Kurangnya konsensus di Kabul, kegagalan pemerintah Afghanistan dan non-Taliban Afghanistan secara umum, untuk menyetujui penunjukan tim negosiasi inilusif dan otoritatif yang dapat bernegosiasi dengan Taliban akan membuktikan tantangan besar dan dapat mengakibatkan kerusakan, “katanya.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait