Angkot Terkikis Zaman, dan Solusi untuk Anak

by
Indonesia

CILACAP.INFO – Perubahan zaman amat terasa, dimana angkot (red: angkutan pedesaan) kini trayeknya memendek.

Tak hanya itu, jumlah angkot juga berkurang lantaran penghasilan para supir menipis karena harus berbagi penumpang dari sekian banyaknya angkot.

Para supir yang bertahun-tahun menjadi supir pun ada yang beralih profesi, ada yang memilih berdagang, beternak unggas, jualan mie ayam keliling dan sebagainya demi mencukupi kebutuhan, menafkahi keluarga dan untuk biaya pendidikan anak.

Fenomena ini tak seperti pada tahun 2010 ke bawah yang mana masih dapat dijumpai angkot yang hampir selalu ada penumpang.

Bahkan angkot-angkot itu pun selalu dipenuhi para pelajar pagi-pagi sekali dan di waktu para siswa dan siswi pulang sekolah hkngga ada yang bergelantungan di pintu.

Namun kini fenomena tersebut seperti sudah menjadi kenangan, terkikis perkembangan zaman dimana para pelajar di era kekinian banyak yang membawa sepada motor.

Padahal jika dipikir dengan memberikan anak sepeda motor maka biaya untuk anak sekolah pengeluarannya tinggi.

Bagaimana tidak, dalam ilmu ekonomi maupun matematika dapat dihitung dan diakumulasikan bensin + uang jajan anak.

Sudah enak diberikan fasilitas dari orang tua malah jika salah pergaulan ada yang hingga bolos sekolah, main kesana kemari.

Mungkin jika dipikir lagi dan menanggapi perubahan zaman, alangkah lebih baik memesantrenkan anak.

Pesantren hampir di setiap kecamatan dapat dijumpai, tak hanya itu bahkan berdekatan dengan sekolah baik swasta atau negeri.

Jika rumah dengan sekolah jauh maka dengan masuk pesantren yang dekat dengan sekolah bisa menjadi solusi buat anak.

Selain itu dengan memesantrenkan anak dapat menumbuhkan kepribadian anak menjadi tidak aleman atau manja, dapat memahami ilmu agama islam, berakhlakul karimah yang kelak bermanfaat baik untuk anak itu sendiri, lingkungan dan orang tua nya.

Komentar