<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Berita &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/topic/warta-jawa-tengah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2026 23:35:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Berita &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>SMK KTN Wanareja Cilacap Peringati Dies Natalis ke-15 dengan Arakan Bendera Merah Putih Sepanjang 150 M</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-89253/smk-ktn-wanareja-cilacap-peringati-dies-natalis-ke-15-dengan-arakan-bendera-merah-putih-sepanjang-150-m</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 05:12:17 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dies Natalis]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[SMK KTN Wanareja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-89253/smk-ktn-wanareja-cilacap-peringati-dies-natalis-ke-15-dengan-arakan-bendera-merah-putih-sepanjang-150-m</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; SMK Karya Tunas Nusantara (KTN) Wanareja, Cilacap, memperingati Dies Natalis ke-15 dengan mengadakan acara jalan sehat sepanjang 3000 Meter dengan pengarakan bendera Merah Putih sepanjang 150 meter.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; SMK Karya Tunas Nusantara (KTN) Wanareja, Cilacap, memperingati Dies Natalis ke-15 dengan mengadakan acara jalan sehat sepanjang 3000 Meter dengan pengarakan bendera Merah Putih sepanjang 150 meter.</p>
<p>Acara jalan sehat yang berlangsung pada hari Minggu (Ahad), 12 April 2026 ini dimulai dan diakhiri di halaman SMK KTN yang berlokasi di Jl. Gajah Mada Timur, Desa Madura, Kec. Wanareja, Kab. Cilacap, Jawa Tengah.</p>
<p>Kepala SMK KTN Wanareja, Cilacap Anas Danu Sudrajat mengatakan perayaan ulang tahun, dies natalis atau Hari lahir SMK KTN Wanareja yang ke-15 tahun ini dikemas dalam bentuk jalan sehat melibatkan ribuan peserta, mulai dari siswa, guru, hingga masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Acara ini melibatkan ribuan peserta dari siswa, guru, hingga masyarakat sekitar,&#8221; terangnya.</p>
<img decoding="async" class="size-medium" title="IMG 20260412 WA0050" src="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/12/IMG-20260412-WA0050-250x190.jpg" alt="IMG 20260412 WA0050" width="250" height="190" /><p class="image-caption">Arakan Bendera Merah Putih sepanjang 150 Meter diusung oleh ribuan peserta jalan sehat Dies Natalis SMK KTN ke-15. Minggu, (12/04/2026).</p>
<p>Dijelaskan ada pun pengarakan bendera raksasa sepanjang 150 meter menjadi simbol semangat nasionalisme sekaligus rasa syukur atas perjalanan 15 tahun sekolah tersebut berkontribusi di dunia pendidikan.</p>
<p>&#8220;Ini peristiwa sejarah bagi SMK KTN Wanareja selain menjadi simbol semangat nasionalisme serta rasa syukur atas kontribusi sekolah dalam dunia pendidikan, juga sebagai komitmen sekolah kami dalam membentuk generasi kristal berjiwa Pancasila,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Adanya panggung hiburan rakyat menjadi daya tarik tersendiri dalam perayaan Dies Natalis ke-15 SMK KTN Wanareja kali ini.</p>
<p>Selain itu adanya Stand bazar kuliner yang menawarkan beragam makanan dan minuman, hingga berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung, ditambah adanya doorprice bagi peserta jalan sehat semua itu turut menambah semaraknya acara perayaan ulang tahun. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/12/SMK-KTN-Wanareja-Cilacap-Peringati-Dies-Natalis-ke-15-dengan-Arakan-Bendera-Merah-Putih-Sepanjang-150-Meter-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[SMK KTN Wanareja Cilacap Peringati Dies Natalis ke 15 dengan Arakan Bendera Merah Putih Sepanjang 150 Meter]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/12/SMK-KTN-Wanareja-Cilacap-Peringati-Dies-Natalis-ke-15-dengan-Arakan-Bendera-Merah-Putih-Sepanjang-150-Meter-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[SMK KTN Wanareja Cilacap Peringati Dies Natalis ke 15 dengan Arakan Bendera Merah Putih Sepanjang 150 Meter]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Membangun Indonesia Dari Desa, Catatan Hadenas 2026</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85371/membangun-indonesia-dari-desa-catatan-hadenas-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 23:16:33 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Desa Nasional (Hadenas)]]></category>
		<category><![CDATA[Pendamping Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85371/membangun-indonesia-dari-desa-catatan-hadenas-2026</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 di Indrakilo Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, (15/1/2026), bukanlah acara seremonial tanpa makna, tapi kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan yang kompak, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tanpa menonjolkan warna yang dominan. Di sanalah kami berdiri, dalam satu ikatan pengabdian, membangun Indonesia dari desa.<br>
Meneguhkan Kembali Undang Undang Desa<br>
Kegiatan peringatan Hadenas ini merupakan peristiwa penting yang menegaskan pengakuan serta kepastian hukum desa dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan kepada sejarah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 di Indrakilo Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, (15/1/2026), bukanlah acara seremonial tanpa makna, tapi kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan yang kompak, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tanpa menonjolkan warna yang dominan. Di sanalah kami berdiri, dalam satu ikatan pengabdian, membangun Indonesia dari desa.
Meneguhkan Kembali Undang Undang Desa</strong>
Kegiatan peringatan Hadenas ini merupakan peristiwa penting yang menegaskan pengakuan serta kepastian hukum desa dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan kepada sejarah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014.</p>
<p>Maka tanggal penetapan UU Desa yakni 15 Januari diambil sebagai Hari Desa Nasional (Hadenas), dan secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) momor 23 tahun 2014, berlaku sejak Keppres ditandatangani, pada tanggal 31 Juli 2024,</p>
<p>Oleh karenanya Hadenas adalah momen penting peringatan atas peristiwa sejarah yang menyimpan makna besar bagi masa depan desa-desa di Indonesia.
Antusiasme Peserta HADENAS 2026</strong>
Kamis pagi, 15 Januari 2026, yang dalam penanggalan Jawa sebagai bulan kapitu yang biasanya hari dikerapi dengan hujan, kali ini rupanya alam semesta merestui, cuaca terlihat temaran, bersahabat seraya turut serta merestui pertemuan para pelayan desa seliruh Indonesia.</p>
<p>Dari lokasi kegiatan yang berlangsung, kami menyaksikan langsung antusiasme dari ribuan peserta yang hadir, dari beragam kalangan terpantau, dan terlihat dari pakaian yang mereka kenakan.</p>
<p>Pakaian batik menunjukkan pakaian kedinasan mereka, mulai Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, dan bahkan punggawa Pemerintahan Desa mulai dari kepala desa, anggota BPD, perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa.</p>
<p>Pakaian putih-putih biru yang menunjukkan seragam dari para Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD). Adapun lainnya merupakan tamu undangan dengan pakaian kebesaran serta adat mereka, hingga bejibun banyak masyarakat yang hadir dengan wajah-wajah bersahaja dan penuh harap.
Desa menjadi Pusat Perhatian</strong>
Rasa haru-biru mereka terlihat seperti wajah langit saat itu, sulit disembunyikan. Oleh sebab karena selama ini desa kerap dipandang sebagai pelengkap, namun pada kesempatan ini, pada peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas), Desa menjadi pusat perhatian. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten berkumpul bersama rakyat desa, merayakan Hari Desa Nasional dengan kesederhanaan namun sarat makna.</p>
<p>Hadenas merupakan ikhtiar negara untuk memaksimalkan potensi desa sekaligus mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, demikian Menteri Desa PDT Yandri Susanto mengemukakan, khususnya cita ke-6: membangun dari desa dan dari bawah.</p>
<p>&#8220;Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama. Kerangka ekonomi dan kebudayaan desa diarahkan menuju keadilan dan kesejahteraan yang merata di seluruh nusantara,&#8221;</p>
<p>&#8220;Di sinilah optimisme itu tumbuh-bahwa desa ke depan akan menjadi tulang punggung negara, menjadi masa depan bagi warga masyarakatnya, dan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.&#8221; Terangnya Mendes Yandri Susanto dalam pidato Hadenas 2026, Kamis (15/1).
Apresiasi dan Harapan</strong>
Beragam rangkaian acara Hadenas 2026 digelar guna memberi ruang apresiasi, dan harapan. Penghargaan Hari Desa Nasional 2026 diberikan kepada desa-desa berprestasi dari berbagai kategori. Di samping itu juga kepada program-program berbasis desa dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.</p>
<p>Demikian apresiasi sebagai nilai bahwa penghargaan ini bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan pengakuan bahwa kerja sunyi di desa akhirnya terlihat dan dihargai. Walau hingga kini penghargaan belumlah sampai kepada pendamping desa (TPP) yang selama ini memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada desa dalam penyelenggaraan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat desa.
Deklarasi Boyolali</strong>
Peringatan Hadenas 2026 jadi momen Penandatanganan Deklarasi Boyolali sebagai simbol komitmen bersama: bahwa pembangunan desa harus terus diperkuat, dijaga keberlanjutannya, dan dikerjakan dengan hati.</p>
<p>Ada rasa bahagia yang menyelinap, namun juga terselip kesedihan. Bahagia karena desa kini mendapat tempat terhormat. Sedih karena kita tahu, pengabdian desa tidaklah mudah. Banyak kepala desa dan perangkat desa yang bekerja dalam keterbatasan, menghadapi kritik, tekanan, bahkan salah paham. Namun Hari Desa Nasional 2026 menjadi penguat batin-bahwa pengabdian ini tidak sia-sia. Bahwa ketika desa bersatu, Indonesia akan tumbuh dengan kokoh.
Kolaborasi Semua Pihak</strong>
Acara di Indrakilo Lapangan Butuh, Mojosongo, Boyolali ini menandai kick-off Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 yang diprakarsai oleh kepala desa se-Jawa Tengah, asosiasi desa se-Indonesia, OPD, Forkopimda, Ketua PKK, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Jawa Tengah, hingga jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.</p>
<p>Kolaborasi itu tentunya juga dengan berbagai pihak, termasuk jajaran pers dan media, menjadikan Hari Desa Nasional (Hadenas) bukan hanya perayaan tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan membangun Indonesia dari desa.</p>
<p>Semoga semangat Hadenas (Hari Desa Nasional) 2026 menjadi gema kebangkitan pembangunan desa ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, tentunya dengan semangat visi yang sama dibuktikan di daerah masing-masing.</p>
<p>Dari desa, kita belajar ketulusan. Dari desa, kita merawat persatuan. Dan dari desa pula, masa depan Indonesia sedang kita bangun-bersama, dengan harapan yang tak pernah padam.
Salam MERDESA. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/16/Membangun-Indonesia-Dari-Desa-Selamat-Hari-Desa-Nasional-HADENAS-2026-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Membangun Indonesia Dari Desa Selamat Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/16/Membangun-Indonesia-Dari-Desa-Selamat-Hari-Desa-Nasional-HADENAS-2026-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Membangun Indonesia Dari Desa Selamat Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hari Desa Nasional (Hadenas) 15 Januari untuk Meneguhkan Undang Undang Desa</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85343/hari-desa-nasional-hadenas-15-januari-untuk-meneguhkan-undang-undang-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 04:14:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Desa Nasional (Hadenas)]]></category>
		<category><![CDATA[Info Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendes]]></category>
		<category><![CDATA[Pendamping Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85343/hari-desa-nasional-hadenas-15-januari-untuk-meneguhkan-undang-undang-desa</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Pemerintah resmi menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS). Penetapan tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 tentang Hari Desa yang ditetapkan pada tanggal 31 Juli 2024 dalam rangka Meneguhkan Undang Undang Desa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pemerintah resmi menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS). Penetapan tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 tentang Hari Desa yang ditetapkan pada tanggal 31 Juli 2024 dalam rangka Meneguhkan Undang Undang Desa.</p>
<p>Mengutip unggahan akun Instagram @haridesanasional2026, pemilihan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS) merujuk, berdasarkan kepada sejarah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014.</p>
<p>15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS) kendati diperingati setiap tahun, Keppres momor 23 tahun 2014 ini menegaskan bahwa Hadenas bukan merupakan hari libur nasional.</p>
<p>Momen peringatan Hadenas ini menjadi penting karena dianggap sebagai tonggak utama atas kejelasan status, dan kepastian hukum desa dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peringatan Hadenas 2025</strong>
Usai Hadenas diresmikan melalui Keputusan Presiden, Peringatan Hadenas pada 15 Januari 2025, menjadi momen pertama kalinya Hari Desa Nasional ini diselenggarakan, dan dipusatkan di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Mengangkat tema &#8220;Ketahanan Pangan Nasional Dimulai dari Desa Swasembada Pangan&#8221;.</p>
<p>Acara berlangsung pada tanggal 14–15 Januari 2025. Mencakup berbagai rangkaian kegiatan seperti:</p>
<ol>
<li>Village Expo yakni Pameran inovasi, produk unggulan desa, dan digitalisasi desa.</li>
<li>Musyawarah Desa Nasional (Musdesnas) yang membahas penguatan fondasi pembangunan desa.</li>
<li>Pencanangan Gerakan Menanam yaitu fokus pada swasembada pangan sebagai pilar ketahanan nasional.</li>
</ol>
<p><strong>Hadenas 2026 di Boyolali, Jateng</strong> </strong>
Untuk tahun ke 2, Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) pada 2026 ini dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada 15 Januari dengan mengusung tema &#8220;Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia&#8221;.</p>
<p>Lokasi utama kegiatan berada di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, dan kawasan Kebun Raya Indrokilo, Boyolali, Jawa Tengah.</p>
<p>Adapun tema menyoroti peran sentral desa sebagai fondasi utama dan motor penggerak pembangunan nasional, serta kunci pemerataan pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Maka penyelenggaraan Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026 ini menjadi mementum guna penguatan pembangunan Indonesia yang dimulai dari desa dengan menonjolkan potensi wisata serta ekonomi lokal desa.
Rangkaian Kegiatan Hadenas 2026</strong>
Berikut jadwal rangkaian perayaan Hadenas 2026 yang berlangsung selama enam hari, yakni mulai tanggal 10 sampai dengan 15 Januari 2026;</p>
<p>Kegiatan dibuka dengan Gerakan Bakti Desa yang melibatkan 261 desa se-Kabupaten Boyolali pada 10 Januari 2026.</p>
<p>Hari berikutnya, 11 Januari 2026, jalan sehat, car free day, dan donor darah sebagai bentuk partisipasi masyarakat. Pada tanggal yang sama hingga 13 Januari 2026, Lomba E-Sport Nasional dan Piala Bupati yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.</p>
<p>Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah kompetisi olahraga sepak bola Liga Desa Tingkat Nasional yang berlangsung pada 11-14 Januari 2026. Kompetisi ini diikuti oleh 7.800 desa yang telah melalui seleksi ketat dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.</p>
<p>Kemudian, pada 12 Januari 2026, <em>coaching clinic</em> khusus Kepala Desa dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan desa.</p>
<p>Menjelang puncak perayaan pada 14 Januari 2026, sejumlah kegiatan besar akan digelar di Kebun Raya Indrokilo. Kegiatan tersebut meliputi pameran potensi unggulan desa, pasar murah, seminar dan lokakarya desa, final Liga Desa Nasional 2026, serta malam Hadenas akan diputar layar tancap untuk hiburan masyarakat.</p>
<p>Puncak peringatan pada 15 Januari 2026 akan dimeriahkan dengan upacara seremonial Hari Desa Nasional, tepat tanggal 15 Januari 2026.</p>
<p>Acara puncak peringatan Hadenas 2026 dihadiri oleh pemerintah pusat, daerah, desa serta unsur Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa PDT yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa (PLD).</p>
<p>Rangkaian acara dijadwalkan akan ditutup dengan tasyakuran pagelaran wayang kulit, serta kegiatan &#8216;Ngopi Bersama&#8217; antara Menteri Desa PDT Yandri Susanto dengan TPP se Jawa Tengah, bersama masyarakat dan kepala desa. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/14/TPP-Cilacap-Pendamping-Desa-Kemendes-PDT-Bersiap-Rayakan-Hadenas-2026-Ke-Boyolali-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[TPP Cilacap Pendamping Desa Kemendes PDT Bersiap Rayakan Hadenas 2026 Ke Boyolali]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/14/TPP-Cilacap-Pendamping-Desa-Kemendes-PDT-Bersiap-Rayakan-Hadenas-2026-Ke-Boyolali-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[TPP Cilacap Pendamping Desa Kemendes PDT Bersiap Rayakan Hadenas 2026 Ke Boyolali]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>TACB Cilacap Menilai Gamelan Batu Salebu Warisan Kearifan Lokal yang Harus Dilestarikan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85011/tacb-cilacap-menilai-gamelan-batu-salebu-warisan-kearifan-lokal-yang-harus-dilestarikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 16:06:41 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85011/tacb-cilacap-menilai-gamelan-batu-salebu-warisan-kearifan-lokal-yang-harus-dilestarikan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap menilai Gamelan Batu Salebu memiliki nilai penting sebagai warisan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Mewakili TACB Cilacap, Arkeolog Luthfi Eka Bhagaskara menegaskan dalam laporan identifikasi awal terkait temuan benda budaya tersebut di Balai Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Selasa, (6/1/2026)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap menilai Gamelan Batu Salebu memiliki nilai penting sebagai warisan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Mewakili TACB Cilacap, Arkeolog Luthfi Eka Bhagaskara menegaskan dalam laporan identifikasi awal terkait temuan benda budaya tersebut di Balai Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Selasa, (6/1/2026)</p>
<p>&#8220;Gamelan batu Salebu adalah satu-satunya yang ditemukan di Wilayah Cilacap. Sebagai warisan kearifan lokal budaya masyarakat Desa Salebu, maka perlunya upaya pelestarian, sekaligus perlindungan terhadap Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ini, kedepan TACB Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, beserta instansi yang terkait akan mendorong untuk ditetapkan sebagai Peringkat Kabupaten,&#8221; akunya usai melakukan identifikasi awal dan kunjungan lokasi temuan.</p>
<p>Status tersebut diperlukan untuk memastikan adanya perlindungan hukum dan upaya konservasi yang komprehensif terhadap warisan budaya masyarakat Salebu tersebut.</p>
<p>Adapun <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84236/warisan-budaya-gamelan-batu-salebu-ditemukan">identifikasi Gamelan Batu Salebu</a> yang dilaporkan sebagai benda cagar budaya (BCB) masih merupakan dugaan.</p>
<p>&#8220;Gamelan Batu Salebu ini masih berstatus dugaan sebagai BCB karena merupakan temuan tunggal. Maka perlu kerja keras dalam rangka membuka tabir peradaban masa lalu,&#8221; ungkapnya</p>
<p>Diketahui Batu Gamelan Salebu ini ditemukan di sungai yang alirannya dari hulu gunung padang Salebu, berjenis batuan andesit yang pada umumnya masyarakat pada masa lalu memilihnya untuk digunakan membuat bangunan-bangunan megalitik, candi, piramida, begitu juga perkakas-perkakas.</p>
<p>&#8220;Jaman nenek moyang dulu, diketahui memang banyak memakai material batu berjenis andesit. Dan tidak menutup kemungkinan masyarakat masa lampau memilih batu ini untuk gamelan, sebagai sarana kesenian atau spiritual mereka,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan bahwasannya batu andesit sebagai jenis batu pilihan untuk artefak yang terdapat pada sarkofagus (peti kubur dari batu), punden berundak, lumpang batu, meja batu, menhir, arca, dan perkakas maupun alat pertanian kuno, di jaman berburu dan meramu saat itu.</p>
<p>Kendati batu berbunyi Gamelan pertama kali ditemukan di aliran sungai, hilir dari Gunung Padang Salebu ini sebesar lumpang pipih ukuran 30&#215;27 cm, mesti dugaannya beragam tafsir, karena melintasi ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, dari masa ke masa, itu sudah menyimpulkan ada perpindahan tempat oleh kondisi alam maupun manusianya.</p>
<p>&#8220;Tidak lagi insitu, jadi perlu kerja keras lagi, untuk menemukan benda pendukung lainnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Maka sementara ini pihaknya belum bisa memastikan Gamelan Batu Salebu sebagai BCB. Jadi menurutnya perlu dukungan semua pihak untuk identifikasi lebih lanjut terhadap perhatian atas temuan ini.</p>
<p>Upaya pelestarian tentunya melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat, untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya ini bagi generasi mendatang.</p>
<p>Hingga berita ini diunggah temuan batu di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Cilacap, yang dikenal sebagai Gamelan Batu Salebu, masih dalam tahap identifikasi awal oleh pihak berwenang.</p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Ahmad Fatoni mengaku akan melakukan kajian mendalam terhadap warisan Budaya Masyarakat Desa Salebu ini.</p>
<p>&#8220;Nanti akan kami kaji secara akademik. Termasuk bagaimana pemajuan nilai budayanya bahkan memungkinkan mereplika gamelan batu ini agar bisa digunakan untuk tujuan edukasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, dalam jangka panjang kajian gamelan batu akan membantu mengungkap potensi khazanah budaya Desa Salebu sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara. Yakni dengan keberadaan kesenian khas dari gamelan batu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi mengaku optimis keberadaan gamelan batu ini bisa menjadi aset berharga bagi identitas budaya desa bahkan bangsa. Hal ini kemudian membawa multi efek bagi warga dengan berkembangnya UMKM sampai home stay.</p>
<p>&#8220;Dengan jadi ikon, orang akan tertarik untuk datang ke Salebu,&#8221; harapnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/07/TACB-Cilacap-Identifikasi-Awal-Gamelan-Batu-Salebu-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[TACB Cilacap Identifikasi Awal Gamelan Batu Salebu]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/07/TACB-Cilacap-Identifikasi-Awal-Gamelan-Batu-Salebu-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[TACB Cilacap Identifikasi Awal Gamelan Batu Salebu]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Refleksi, Ngaji Peradaban, Gelar Seni Budaya Gamelan Batu</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84740/pemdes-salebu-akhiri-2025-dengan-refleksi-ngaji-peradaban-gelar-seni-budaya-gamelan-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 18:01:53 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84740/pemdes-salebu-akhiri-2025-dengan-refleksi-ngaji-peradaban-gelar-seni-budaya-gamelan-batu</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Pemerintah Desa Salebu menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama Kepala Desa, Camat, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, dan Tokoh Masyarakat setempat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pemerintah Desa Salebu menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama Kepala Desa, Camat, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, dan Tokoh Masyarakat setempat.</p>
<p>Kegiatan bertajuk &#8216;Ngaji Peradaban&#8217; ini dihadiri Kanjeng Pangeran Gusti Haryo (KPGH) Ndaru Kusumo bertempat di Balai Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Rabu, (31/12/2025) malam.</p>
<p>Gema Indonesia Raya disetai himne Pancasila mengalun, acara pun berlangsung khidmat apalagi dengan suguhan musik &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; berjudul Gending Salebu karya Romo Ndaru Kusumo, menjadikan suasana malam tahun baru 2026 makin syahdu.</p>
<p>Romo Ndaru Kusumo menyampaikan bahwa Desa Salebu memiliki sejarah peradaban yang luhur dan tinggi sehingga perlu langkah-langkah strategis dalam rangka menjaga, melindungi, melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budayanya.</p>
<p>&#8220;Desa Salebu menyimpan peradaban tinggi dan luhur, demikian dapat menjadi saksi dari batu bernada gamelan sebagai artefak yang ditinggalkannya, konon dari Gunung Purba hingga yang disebut Gunung Cendana atau Gunung Padang beserta lanskap peradabannya yang luas,&#8221;</p>
<p>&#8220;Kita dapati dari batuan yang ditemukan ini unik, keunikan batu tersebut menghasilkan unsur musikal yang resonan. Demikian tersebut batu yang tertentu dan pilihan, ketika dipukul, menghasilkan nada ji, ro, lu, mo, nem. Bunyinya menimbulkan efek dan energi. Fenomena ini memberikan informasi bahwa warisan budaya ini mesti ditinggalkan oleh orang-orang pilihan dari peradaban yang luhur dan tinggi,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurutnya refleksi akhir tahun 2025 dengan Ngaji Peradaban bersama ini penting dengan memaknai terangkatnya artefak batu gamelan batu Salebu yang merupakan suatu pondasi sebuah bangunan,</p>
<p>&#8220;Hari ini hidayah yang kami terima adalah batu yang memiliki resonansi bunyian, memiliki dinamika, dan harmoni, serta menciptakan gelombang frekuensi energi bunyian yang menyelaraskan kehidupan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Semoga ini wasilah dan menjadi hidayah pencerahan terhadap kehidupan bernegara dan berbangsa. Dalam mewujudkan pondasi demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia pada khususnya, dan dunia pada umumnya,&#8221; Tutupnya.</p>
<p>Adapun terkait batuan yang disebut benda budaya atau artefak tersebut nantinya akan dilakukan kajian lebih menyeluruh dan dalam oleh ahlinya yakni Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) yang telah diagendakan Pemerintah kabupaten Cilacap.</p>
<p>&#8220;Kami sudah menerima laporan adanya temuan artefak tersebut dari pemerintah Desa Salebu, kita akan tindak lanjuti, TACB sudah kita agendakan, akan ke lokasi temuan di Desa Salebu pada 6 Januari 2026 nanti&#8221;, aku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidilan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fatoni.</p>
<p>&#8220;Kunjungan lapangan TACB nantinya untuk mengkaji objek yang diduga benda atau cagar budaya (ODCB) secara langsung. Data yang dikumpulkan nantinya meliputi letak, ukuran, bahan, sejarah, kondisi saat ini, dan nilai penting objek tersebut,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Adapun musik Gamelan Batu, baginya suatu hal yang luar biasa dan sebuah inovasi sangat unik, dia apresiasi dengan menyebut pertama ada di Cilacap bahkan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Saya kagum oleh karena suara yang dihasilkan dari musik yang dihasilkan dari batu, ini nyaris seperti gamelan. Ini pertama saya dengar dan unik. Maka kelompok gamelan batu salebu ini harus segera mendaftar legalitasnya, selain diakui keberadaan dan tidak diakuisisi oleh kelompok lain. Pertama ada di Cilacap bahkan Indonesia.&#8217; Ungkapnya.</p>
<p>Dia menegaskan legalitas selain guna perlindungan hukum bagi kelompok dan karya seni ini penting guna membantu mencegah klaim dari pihak lain dan memfasilitasi akses terhadap pendanaan atau undangan resmi.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Kabupaten Cilacap, dalam hal ini bidang Kebudayaan, siap memproses pengajuan legalitasnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Anggota DPRD Cilacap Didi Yudi Cahyadi bahkan bertekad untuk memperkenalkan kekayaan budaya dari Desa Salebu dan berkomitmen akan mendorong eksistensi Gamelan Batu Salebu bahkan ke kancah internasional.</p>
<p>&#8220;Musik yang dihadirkan dari kelompok Gamelan Batu Salebu, saya nilai sebagai bentuk seni yang unik dan otentik. Sebagai kekayaan budaya nusantara. Komitmen saya akan mendorong eksistensinya hingga ke kancah internasional,&#8221; tekadnya.</p>
<p>Sementara itu tokoh masyarakat setempat, M Ibnu Subkhi menegaskan pentingnya dukungan Pemdes Salebu dalam memastikan pengetahuan warisan budaya sekaligus keterampilan berseni budaya ini ditransmisikan ke generasi berikutnya.</p>
<p>&#8220;Kegiatan semacam Ngaji Peradaban sebagai bentuk pemberdayaan, pembinaan, peningkatan kapasitas bagi pelaku seni budaya desa mestinya ditingkatkan, dan kedepan di anggarkan dalam APBDesa. Jadi aktifitas anggaran di luar apebedes, masuk kategori <em>bid&#8217;ah!&#8221;</em> tegasnya</p>
<p>Menurutnya seni dan budaya adalah inti dari identitas desa. Demikian akan memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan lokal di antara warga.</p>
<p>Adapun tokoh masyatakat Majenang H. Awan Ukaya membeberkan bahwasannya negara besar dan maju karena mereka sangat menghormati budayanya sebut saja china, eropa, bahkan maaf, yahudi atau Israel betapa sangat menghormati leleuhurnya,</p>
<p>&#8220;Rata-rata negara besar menghormati budayanya, menjaga nilai budaya tradisi leluhurnya. Di situ kepercayaan diri mereka itu akan muncul. Jadi ketika orang sudah percaya diri, biasanya memancarkan aura kesuksesan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dia mengaku pernah ke Gunung Padang di Cianjur bahkan Gunung Padang Salebu pada 2010 lalu, baginya &#8216;Situs segede Gunung&#8217; ini sangat luar biasa, sebuah tempat yang menyimpan energi begitu besar.</p>
<p>&#8220;Saya pengusaha, saya tidak mungkin meninggalkan budaya leluhur. Saya sering meditasi di tempat yang memang energinya besar, di situlah saya dapati titik energi spiritual, dan ketenangan,&#8221; akunya</p>
<p>Dia juga membeberkan soal frekuensi pada Gamelan yang memberikan energi dan efeknya mirip dengan obat-obatan, demikian melengkapi dunia kesehatan di luar kimia dan herbal.</p>
<p>&#8220;Manfaat utamanya, mendengar frekuensi suara musik gamelan beroperasi pada tingkat psikologis yang dapat memengaruhi jiwa kemanusiaan kita, maka banyak orang menggunakannya sebagai terapi kesehatan,&#8221; ujar H Awan Ukaya yang akrab disebut Abuya AU.</p>
<p>Konon musik gamelan juga disebut media relaksasi dengan frekuensi 432 Hz, yang sering disebut sebagai &#8220;frekuensi alam semesta&#8221;, ungkap Abuya AU pengusaha sukses bidang obat herbal &#8216;de Nature&#8217;, dia menjelaskan memasuki tahun 2026, penggunaan frekuensi ini semakin populer dalam praktik <em>sound healing</em> dan meditasi karena dianggap lebih selaras dengan getaran alami manusia dan alam.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan yang saya amati, dan rasakan, terutama melihat pelaku seni budaya jawa, karena saya suka <em>&#8216;nanggap&#8217;,</em> terlihat hidup mereka itu tenang, banyak bersyukur, saya menilainya energi dari getaran frekuensi musik gamelan. Jadi musik gamelan ini memberikan dampak positif bagi tubuh dan pikiran kita,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terakhir dia mengapresiasi tekad yang diharapkan bersama, sebagaimana komitmen Didi Yudi Cahyadi, semoga Salebu nantinya muncul seni budaya yang menasional bahkan internasional.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Salebu Agus Fauzi dalam sambutan tunggalnya menguraikan orientasi Ngaji Peradaban merupakan ajang menggali potensi seni budaya sebagai warisan yang berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Semoga usaha ini dapat meneguhkan kepercayaan diri warga Salebu akan warisan budayanya, yang bernilai tinggi dan luhur. Dan jadi inspirasi bagi generasi sekarang dan masa depan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84236/warisan-budaya-gamelan-batu-salebu-ditemukan/2">warisan budaya &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; ditemukan di Desa Salebu, Majenang, Cilacap</a> pada 20 Desember 2025, maka atas nama Pemerintah, Kades Salebu Agus Fauzi selanjutnya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada; KPGH Ndaru Kusumo, R. Anas Danu Sudrajat, Indra Wahyu Nugroho, Ahmad Rizali, Rofiyatno, Deni Susilo, Gus IHA, Vivi Rizki RK dan Amin Yusnadi.</p>
<p>&#8220;Terimakasih atas sumbangsih tenaga, pikiran dan segala perhatiannya pada warisan budaya Desa Salebu. Semoga menjadi amal kebaikan abadi nan langgeng. Lelah menjadi lillah. Semoga Allah SWT memberkahi.&#8221; Pungkasnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/01/Pemdes-Salebu-Akhiri-2025-dengan-Ngaji-Peradaban--1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/01/Pemdes-Salebu-Akhiri-2025-dengan-Ngaji-Peradaban--100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik Miliki Banyak Pintu, Unik, dan Monumental</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 09:26:29 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Situs megalitik Mandala Mata Bumi yang baru-baru ini ditemukan di puncak pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, selain disebut situs terbesar di Jawa Tengah dengan keistimewaan dan keunikan pada arsitektur punden berundaknya yang tidak biasa, berada di dataran tinggi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Situs megalitik Mandala Mata Bumi yang baru-baru ini ditemukan di puncak pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, selain disebut <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap">situs terbesar di Jawa Tengah</a> dengan keistimewaan dan keunikan pada arsitektur punden berundaknya yang tidak biasa, berada di dataran tinggi.</p>
<p>Situs prasejarah ini juga disebut monumental, pasalnya situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini memiliki banyak pintu masuk, juga adanya batu ukir, batu relief berpasangan, di sisi kanan dan sisi kiri situs.</p>
<p>&#8220;Saya lihat, dan tidak ada di wilayah lain, di Jawa Tengah, adapun di Kabupaten Karanganyar itu satu, di sekitar kawasan tersebut yang kemudian ditemukan Candi Cetho dan Candi Sukuh, itu dulunya merupakan punden berundak, sama,&#8221;</p>
<p>&#8220;Bedanya, Situs Mandala Mata Bumi ini pintu masuknya banyak, ini unik, suatu hal yang istimewa, dan menjadi keunikan utama, adanya batu berelief, dua batu, berdiri di sisi kanan dan kiri, berpasang-pasangan, ini monumental, dan saya tidak menemukan di tempat lain,&#8221; terang ahli arkeologi Kementerian Kebudayaan, Wahyu Broto Raharjo SS.M.Hum usai melakukan observasi, peninjauan lapangan sekaligus kajian ilmiah bersama tim, pada Selasa, (23/12/2025).</p>
<p>Tenaga ahli arkeologi dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X dengan wilayah kerja Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tersebut mengemukakan bahwa situs prasejarah Mandala Mata Bumi ini jelas merupakan warisan budaya bangsa yang harus dilindungi undang-undang sebagai benda cagar budaya.</p>
<p>&#8220;Dari segi regulasi, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, mengamanatkan perlindungan, pelestarian, pengembangan serta pemanfaatannya untuk melestarikan warisan budaya bangsa dalam rangka memperkuat identitas kepribadian bangsa, dan umat manusia,&#8221; katanya</p>
<p>&#8220;Oleh karenanya, dalam Undang-undang Cagar Budaya, dengan kriteria-kriteria yang disebutkan, bahwa benda yang bernilai sejarah budaya bangsa, dan berusia minimal 50 tahun, maka situs Mandala Mata Bumi, sudah pasti, dan jelas lebih dari itu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Dia pun menjelaskan bahwa punden berundak pada situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini sebagai warisan budaya peninggalan purbakala telah berlangsung jauh sebelum adanya agama-agama.</p>
<p>&#8220;Budaya punden berundak sudah ada di Nusantara, di Indonesia, jauh sebelum ada agama-agama,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan bahwa punden berundak adalah struktur pemujaan kuno yang dibangun oleh masyarakat tradisi megalitik, masa Neolitikum, sekitar 2500–1500 Sebelum Masehi.</p>
<p>&#8220;Tradisi itu berlangsung lalu berkembang di Indonesia jauh sebelum masuknya pengaruh agama, Hindu, Buddha, Kristen, maupun Islam yang datang belakangan ke Nusantara,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Adapun fungsi utama punden berundak terkait erat dengan kepercayaan lokal, animisme dan dinamisme, yang merupakan <em>local genuine,</em> sistem kepercayaan orang asli Nusantara, bukan agama dalam pengertian sekarang.</p>
<p>&#8220;Fungsi punden berundak digunakan sebagai sarana pemujaan roh nenek moyang. Masyarakat prasejarah percaya bahwa arwah leluhur bersemayam di tempat yang tinggi (gunung atau bukit), sehingga mereka membangun struktur bertingkat sebagai media komunikasi ritualnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ketika agama-agama masuk ke Nusantara, konsep bangunan berundak ini kemudian berasimilasi, untuk selanjutnya berpadu dengan unsur-unsur arsitektur keagamaan baru.</p>
<p>Dia mencontohkan, Budha-Hindu, bahkan Islam sekalipun, dengan candi-candi seperti Candi Borobudur, Prambanan, Masjid Menara Kudus, Masjid Indrapuri Aceh dan lainnya itu memiliki struktur yang menyerupai punden berundak, menunjukkan adanya kesinambungan budaya dari masa prasejarah ke masa sejarah.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian, adanya punden berundak beserta stuktur kawasannya, dan unsur lainnya, kompleksitas arsitektur, dan adanya batu relief, adalah bukti fisik adanya sistem kepercayaan dan peradaban yang berkembang di masa lalu, jaman prasejarah di Gunung Subang ini, situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini ada dan berkembang, jauh sebelum &#8216;agama-agama formal&#8217; datang,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dia menambahkan, adapun terkait adanya dugaan perkampungan purba yang berkaitan dengan situs megalitik ini belum tereksplorasi secara menyeluruh,</p>
<p>&#8220;Sehingga kawasan warisan budaya purbakala ini harus dipahami sebagai satu kesatuan lanskap budaya yang kompleks dengan layar kebudayaannya yang luas, bukan hanya satu titik atau satu struktur saja,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Diketahui bahwa situs megalitik yang kaya nilai tradisi budaya dan unik, bahkan keutuhannya masih terjaga hingga kini. <a href="https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda">Situs Mandala Mata Bumi berada di puncak pegunungan Subang dengan ketinggian sekitar 1.210 meter di atas permukaan laut, dengan luasan sekitar 150 Ha, berada di kawasan hutan primer wilayah Desa Kuta Agung.</a></p>
<p>Selain situs tertutup oleh vegetasi hutan yang lebat, keberadaannya yang tidak biasa, hampir tidak tersentuh aktivitas manusia selama berabad-abad, demikian akses menuju lokasi pun betapa ekstrem, dan begitu sangat sulit, maka sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal.</p>
<p>Pemandu lokal tidak hanya memberikan jasa layanan pendampingan atau informasi sejarah, tetapi juga konteks budaya dan adat istiadat setempat yang penting untuk dihormati saat mengunjungi situs sakral ini. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/26/Mandala-Mata-Bumi-Situs-Megalitik-Unik-Monumental-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Mandala Mata Bumi; Situs Megalitik Unik Monumental]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/26/Mandala-Mata-Bumi-Situs-Megalitik-Unik-Monumental-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Mandala Mata Bumi; Situs Megalitik Unik Monumental]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
