<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Berita &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/topic/muslim-zone/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 16:26:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Berita &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Pelantikan Pengurus Qobilah KH Mudzakir Bumiayu</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-51587/pelantikan-pengurus-qobilah-kh-mudzakir-bumiayu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2023 22:55:03 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Bumiayu]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-51587/pelantikan-pengurus-qobilah-kh-mudzakir-bumiayu</guid>

					<description><![CDATA[BREBES, CILACAP.INFO &#8211; Ketua Kwatir Cabang HW Bumiayu, Ramanda Teguh Waskitho, S.Pd resmi melantik pengurus Gerakan kepanduan Hizbul Wathon (HW) Qobilah KH. Mudzakir Pondok Pesantren Modern MBS Bumiayu, Brebes Periode 2023/2024, Sabtu (11/2/2023).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ketua Kwatir Cabang HW Bumiayu, Ramanda Teguh Waskitho, S.Pd resmi melantik pengurus Gerakan kepanduan Hizbul Wathon (HW) Qobilah KH. Mudzakir Pondok Pesantren Modern MBS Bumiayu, Brebes Periode 2023/2024, Sabtu (11/2/2023).</p>
<p>Ketua Kwatir Cabang HW Bumiayu, Ramanda Teguh Waskitho, S.Pd mengucapkan selamat dan sukses kepada Pondok Pesantren Modern MBS Bumiayu yang telah sukses menyelenggarakan pelantikan pengurus HW Qobilah KH Maudzakir SMP dan SMA MBS Bumiayu secara serentak.</p>
<p>&#8220;Semoga para pengurus HW dapat menjalankan amanah roda kepemimpinan ini satu tahun ke depan dengan penuh tanggungjawab yang berdedikasi tinggi melalui progesifitas gerakan Hizbul Wathon sebagai salah satu media dakwah para santri Muhammadiyah yang berkemajuan secara massif kepada lingkungannya.&#8221; Kata Ramanda Teguh Waskitho, S.Pd.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Ramanda Bambang Wahyu Supriyanto, M.Pd selaku Pembina HW Putra mengatakan bahwa Pengurus Qobilah KH Mudzakir HW Putra PPM MBS Bumiayu yang dilantik oleh Ketua Kwatir Cabang HW Bumiayu adalah:</p>
<p>Kepengurusan HW Putra SMA MBS Bumiayu terdiri dari Rois Nurhidayat (Alumni SMP Muhammadiyah Ajibarang Banyumas) sebagai ketua.</p>
<p>Askar Muwahhid Al-Amtsal (Alumni MTs Ahmad Dahlan Tegal) sebagai Sekretaris dan Rifatussalaf Lazuardi Al-Ghufari (Alumni SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo Jawa Timur) sebagai Bendahara.</p>
<p>Dan dibantu dengan tiga bidang yakni Bidang kegiatan kepanduan yang dijabat oleh Satria Adha Arif Nugroho (Bekasi, Jawa Barat) dan Falah Fahimal Ma&#8217;na (Sirampog, Brebes).</p>
<p>Bidang Kerohanian yang dijabat oleh Fayas Isma Firdaus (Karanglewas, Banyumas) dan Arjuna Aulia Ramadhan (Bekasi, Jawa Barat) dan bidang Sarpras/Inventaris dijabat oleh Akmal Muthi (Wanasari, Brebes) dan Adnan Burhanudin Farhan (Wanasari, Brebes).</p>
<p>Kepengurusan HW Putra SMP MBS Bumiayu terdiri dari Kafkan Aula Wahyu (VIII B-Alumni SDN 03 Brebes) sebagai ketua, Albar Darwisy Hanifa (VIII B-Alumni MIM Kranggan Pekuncen Banyumas) sebagai Sekretaris.</p>
<p>Dan Haidar Yaafi&#8217; Nawwaf (VIII A-Alumni MIM Sikampuh Kroya Cilacap) sebagai Bendahara dibantu dengan tiga bidang yakni bidang kegiatan kepanduan yang dijabat oleh Muhammad Bintang Ramadhan (VIII A-Alumni SDN 01 Pangebatan Bantarkawung Brebes).</p>
<p>Haikal Adnan Hafizh (VII A-Alumni SD Muhammadiyah Kemantran Kramat Tegal). Bidang Kerohanian yang dijabat oleh Muhammad Hafiz Al-Ahsani (VIII B-Alumni SDN 2 Bantarkawung Brebes) dan Abdul Ghoni Al-Muttaqin (VII A-Alumni SDN Pagojengan 01 Paguyangan Brebes).</p>
<p>Dan bidang Sarpras/Inventaris dijabat oleh Fadel Muhammad Nur Aditya (VIII A-Alumni MI Muhammadiyah Larangan Brebes) dan Muhammad Adrian Haq (VII A-Alumni SD Muhammadiyah 1 Comal Pemalang).
 
Sementara itu, Ibunda Yuli Mulyani, S.Pd selaku Pembina HW Putri menyebutkan bahwa Pengurus Qobilah KH.Mudzakir HW Putri PPM MBS Bumiayu yang dilantik oleh dilantik Ketua Kwatir Cabang HW Bumiayu adalah:</p>
<p>Kepengurusan HW Putri SMA MBS Bumiayu terdiri dari Tsuroya Azka Sabila (XI IPA 1-Alumni SMPN 1 Salem Brebes) sebagai ketua.</p>
<p>Fara Ameylia (XI IPA 1-Alumni MTs Muhammadiyah 1 Sirampog Brebes) sebagai Sekretaris dan Kamilia Farha Imani (X IPA 1-Alumni MTs Ibnu Abbas Pekalongan) sebagai Bendahara dibantu dengan tiga bidang yakni Bidang kegiatan kepanduan yang dijabat oleh Salsabila Tiara Putri Ramadhan (X IPA 1-Alumni SMP MBS Wanasari Brebes) asal Cikeusik Pandeglang, Banten.</p>
<p>Bidang Kerohanian yang dijabat oleh Anindya Nasywa Edies K (X IPA 1-Alumni SMP MBS Zam Zam Cilongok Banyumas) asal Bumiayu, Brebes Jawa Tengah dan bidang Sarpras/Inventaris dijabat oleh Ghina Nurdzihni Izza Azhari (XI IPA 1-Alumni SMP N 1 Lemahabang Cirebon) asal Lemahabang, Cirebon Jawa Barat.</p>
<p>Kepengurusan HW Putri SMP MBS Bumiayu terdiri dari Jauza Fatin Widodo (Alumni SD Muhammadiyah Ketanggungan Brebes) sebagai ketua, Azwa Aqilah Azzahra (Alumni SDN 19 Bintan Timur Kepri) sebagai Sekretaris.</p>
<p>Naura Ghina Rifqiyani (Alumni MIM Linggapura Tonjong Brebes) sebagai Bendahara dibantu dengan tiga bidang yakni Bidang kegiatan kepanduan yang dijabat oleh Nayla Isrotul Azizah (VIII C-Alumni SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal).</p>
<p>Bidang Kerohanian yang dijabat oleh Izza Asma Ghaida (VIII D-Alumni SDM 01 Cileungsi Bogor) dan bidang Sarpras/Inventaris dijabat oleh Rindu Kinasih Maghfiroh (VIII C-Alumni SDM Pesarean Adiwerna Tegal (Tarqum Aziz).</p>
<p><strong>Artikel ini Merupakan Kiriman dari Penulis aslinya kepada Cilacap.info, Sehingga jika ada Kesamaan Konten diberbagai media merupakan hal wajar, terkait Klaim Konten yang dipublish di sini tidak bisa dijadikan klaim bahwa konten ini berasal dari website Anda.</strong> .</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/02/12/Pengurus-HW-Putra-yang-dilantik-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pengurus HW Putra yang dilantik]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/02/12/Pengurus-HW-Putra-yang-dilantik-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pengurus HW Putra yang dilantik]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah dan Biografi Ulama KH Abdul Hadi Zahid</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-51566/kisah-dan-biografi-ulama-kh-abdul-hadi-zahid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2023 01:42:27 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Biografi Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-51566/kisah-dan-biografi-ulama-kh-abdul-hadi-zahid</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kisah dan Biografi Ulama KH Abdul Hadi Zahid, Pada awalnya, Pondok Pesantren Langitan dibangun di atas tanah ladang di tepi sebelah utara Bengawan Solo.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kisah dan Biografi Ulama KH Abdul Hadi Zahid, Pada awalnya, Pondok Pesantren Langitan dibangun di atas tanah ladang di tepi sebelah utara Bengawan Solo.</p>
<p>Karena merupakan daerah yang sering terkena dampak banjir. Lokasi pesantren dipindahkan di sebelah utara Tangkis bagian utara di tepi jalan provinsi yang menghubungkan Tuban dan Babat dengan Surabaya. Pemindahan lokasi dilakukan pada 1904 M.</p>
<p>Tuban sendiri adalah kota di Pantai Utara Jawa Timur yang ramai dan penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.</p>
<p>Selain sebagai bandar berpengaruh, juga merupakan pusat pengembangan agama Islam selain di Sedayu, Gresik, Surabaya, dan lainnya. Daerah Widang, letak Pondok Pesantren Langitan berada, adalah daerah yang ramai.</p>
<p>Lokasinya yang dekat dengan Bengawan Solo merupakan jalur lalu lintas perdagangan dan penambangan potensial bagi masyarakat dan para pedagang dari kota-kota besar menuju kota-kota.</p>
<p>Dan tempat perdagangan yang terletak di sepanjang perairan tersebut, baik yang ada di daerah pedalaman maupun yang ada di tepi pantai.</p>
<p>Sejarah nama Pondok Pesantren Langitan memiliki beberapa versi. Namun, satu sama lainnya saling melengkapi.</p>
<p>Pertama, Langitan merupakan perubahan dari kata Ngelangitan, gabungan dari kata Ngelangi (Jawa) yang berarti berenang dan Wetan (Jawa) yang berarti Timur.</p>
<p>Hal ini dikaitkan dengan cerita adanya seseorang yang bermaksud tirakat dengan berenang di Sungai Bengawan Solo dalam tujuh kali putaran dari arah Barat ke Timur.</p>
<p>Pada putaran terakhir ia keluar dari air dan bertemu dengan Syeikh Muhammad Nur. Sejak saat itulah dinamai dengan Pesantren Ngelangitan.</p>
<p>Saat pertama kali berdiri, Pondok Pesantren Langitan hanya sebuah surau kecil di daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur.</p>
<p>Sang pendiri, KH Muhammad Nur, mengajar keluarga dan tetangga dekat untuk meneruskan perjuangan dalam mengusir penjajah dari tanah Jawa. KH Muhammad Nur mengasuh pondok sekitar 18 tahun mulai tahun 1852 hingga 1870.</p>
<p>Ponpes Langitan berpegang teguh pada kaidah &#8220;Al-Muhafadhotu Alal Qodimis Sholih Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah&#8221;. Yakni memelihara budaya-budaya klasik yang baik dan mengambil budaya-budaya yang baru yang konstruktif.</p>
<p>Itu membuat ponpes itu tidak sampai terombang-ambing oleh derasnya arus globalisasi.</p>
<p>Namun justru sebaliknya dapat menempatkan diri dalam posisi yang strategis, dan bahkan kadang-kadang dianggap sebagai alternatif.</p>
<p>Meski berawal dari surau kecil, dalam rentang satu abad Ponpes Langitan menjadi saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.</p>
<p>Pondok ini ternyata pernah menjadi tempat belajar pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.</p>
<p>KH Hasyim Asy’ari, menghabiskan 3 tahun di pondok tersebut pada akhir tahun 1900-an.</p>
<p>Ada pula tokoh-tokoh NU yang pernah belajar di pesantren tersebut. Seperti KH Syamsul Arifin (ayah KH As’ad Syamsul Arifin), KH Shiddiq (ayah KH Ahmad Shiddiq), KH Wahab Hasbullah.</p>
<p>Selepas diasuh KH M Nur Estafeta berlanjut ke KH Abdul Hadi yang lahir di Desa Kauman Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan pada tanggal 17 Rabi’ul Awwal 1309 H.</p>
<p>Sejak berusia sebelas tahun beliau sudah mulai belajar di Pondok Pesantren Langitan hingga usia sembilan belas tahun.</p>
<p>Dan atas saran KH. Muhammad Khozin beliau melanjutkan studi di Pesantren Kademangan Bangkalan Madura di bawah asuhan KH. Kholil selama tiga tahun.</p>
<p>Pada usia 13 tahun, beliau belajar di Pesantren Jamsaren Solo asuhan KH. Idris. Setelah itu kembali lagi nyatri di Pondok Pesantren Langitan hingga pada usia 25 tahun, dan diambil menantu oleh KH. Muhammad Khozin, dijodohkan dengan Ning Juwairiyah.</p>
<p>Pada usia yang relatif muda, 30 tahun beliau sudah menerima tugas berat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Langitan.</p>
<p>Namun meskipun begitu, di bawah asuhannya Pondok Pesantren Langitan saat itu mengalami peningkatan yang cukup signifikan.</p>
<p>Terbukti mulai periode ini (tahun 1949 M) mulai dikembangkan sistem pengajaran klasikal yang dahulu belum dikenal, dengan cara mendirikan madrasah ibtida’iyah dan madrasah muallimin.</p>
<p>Serta kegiatan ekstra kurikuler seperti bahsul masail lil waqiah, jamiyatul muballighin, jamiyatul qurro wal khuffadz dan lain-lain.</p>
<p>Di samping itu kegiatan rutinitas berupa pengajian kitab baik sistem sorogan maupun weton terus dilestarikan dan dikembangkan.</p>
<p>Terlebih sholat berjamaah, karena beliau adalah seorang ulama yang bertipikal sangat disiplin waktu dan terkenal keistiqomahannya.</p>
<p>Sebagaimana yang diceritakan oleh KH. M. Ihya’ Ulumuddin (seorang alumni ponpes Langitan dan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain Malang) bahwa, dia dan para santri yang lain yang bertugas jaga malam.</p>
<p>Ketika mendengar suara kriek dari pintu belakang rumah yang terbuat dari bambu karena KH. Abdul Hadi keluar untuk mengambil air wudlu itu menunjukkan jam yang tepat kira-kira jam 2 malam.</p>
<p>Waktu pun terus bergulir, bergerak menuju suratan taqdir. Mendung duka menyelimuti atmosfir Pondok Pesantren Langitan.</p>
<p>Air mata sebagai kesaksian atas cinta kepada sang guru besar jatuh menetes tak tertahankan.</p>
<p>Hari itu, 9 Shofar 1391 H. atau bertepatan dengan tanggal 5 April 1971 M. kiai panutan umat, pengemban amanat, telah kembali ke haribaan ilahi Rabbi setelah mengasuh Pondok Pesantren Langitan dalam masa yang cukup lama, 50 tahun (1921-1971 M.). Ribuan umat kehilangan tongkat, orang bijak kehilangan hikmat.</p>
<p>Dalam perkembangannya, Ponpes Langitan terus berupaya melakukan perbaikan dan kontekstualitas dalam merekonstruksi bangunan-bangunan sosio kultural, khususnya dalam hal pendidikan dan manajemen.</p>
<p>Usaha-usaha ke arah pembaharuan dan modernisasi memang sebuah konsekuensi dari sebuah dunia yang modern.</p>
<p>Namun Pondok Pesantren Langitan dalam hal ini mempunyai batasan-batasan yang konkret, pembaharuan dan modernisasi tidak boleh merubah atau mereduksi orientasi dan idealisme pesantren.(****)</p>
<p><strong>Artikel ini Merupakan Kiriman dari Penulis aslinya kepada Cilacap.info, Sehingga jika ada Kesamaan Konten diberbagai media merupakan hal wajar, terkait Klaim Konten yang dipublish di sini tidak bisa dijadikan klaim bahwa konten ini berasal dari website Anda.</strong> .</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/02/12/Makam-KH-Abdul-Hadi-Zahid-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Makam KH Abdul Hadi Zahid]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/02/12/Makam-KH-Abdul-Hadi-Zahid-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Makam KH Abdul Hadi Zahid]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Lautan Jamaah Tumpah Ruah di Haul ke 18 Guru Sekumpul Martapura</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-51285/lautan-jamaah-tumpah-ruah-di-haul-ke-18-guru-sekumpul-martapura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2023 17:21:41 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banjar]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Sekumpul]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-51285/lautan-jamaah-tumpah-ruah-di-haul-ke-18-guru-sekumpul-martapura</guid>

					<description><![CDATA[KALSEL, CILACAP.INFO &#8211; Lautan manusia tumpah ruah di acara Haul Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul yang ke-18 di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Minggu (29/01/2023) malam.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KALSEL</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Lautan manusia tumpah ruah di acara Haul Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul yang ke-18 di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Minggu (29/01/2023) malam.</p>
<p>Sontak, malam itu kawasan Musholla Ar Raudhah di Kelurahan Sekumpul yang menjadi pusat kegiatan haul atau peringatan atas wafatnya Guru Sekumpul itu dipadati jamaah sejak Minggu pagi dan semakin banyak menjelang siang dan sore hari.</p>
<p>Jalan pun ditutup untuk kendaraan sejak di bundaran simpang empat Banjarbaru, tepatnya Jalan Ahmad Yani Km 35 atau berjarak sekitar lima kilometer dari Sekumpul.</p>
<p>&#8220;Kami lakukan rekayasa lalu lintas sejak di bundaran besar, jadi jamaah hanya boleh berjalan kaki menuju Sekumpul,&#8221; kata Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah saat berada di lapangan memimpin pengamanan.</p>
<p>Tak hanya di Jalan Ahmad Yani yang merupakan ruas jalan nasional di Kalsel, seluruh jalan alternatif menuju Sekumpul juga padat merayap oleh kendaraan yang mengangkut jamaah baik dari arah Banjarmasin maupun Kabupaten Tanah Laut dan arah Hulu Sungai.</p>
<p>Alhasil, banyak dari jamaah yang hanya mengikuti kegiatan haul dari jauh seperti menggelar sajadah di sepanjang Jalan Ahmad Yani mulai depan Q Mall Banjarbaru hingga ke Sekumpul.</p>
<p>Begitu juga dari arah Hulu Sungai, jamaah memenuhi Jalan Ahmad Yani depan Pasar Batuah Martapura.</p>
<p>Diketahui Guru Sekumpul salah seorang ulama yang sangat kharismatik dan berpengaruh dari Kalimantan Selatan keturunan kedelapan dari ulama besar tanah Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari.</p>
<p>Ia adalah sufi termasyhur, juga sosok Wali Allah kharismatik Martapura, Kalimantan Selatan, yang menyatukan syari’at, tarekat dan hakikat dalam dirinya. Ia lebih dikenal dengan sebutan Guru Ijai atau Guru Sekumpul</p>
<p>Zaini Abdul Ghani atau Guru Ijai lahir pada 11 Februari 1942 (27 Muharram 1361 H) di Kampung Tunggul Irang Seberang, Martapura. Ia masih keturunan dari ulama besar Syekh Arsyad Al-Banjari. </p>
<p>Ia sempat menjadi pengajar di Pesantren Darussalam Martapura selama lima tahun, kemudian membuka pengajian di rumahnya sendiri pada 1970-an, di dampingi oleh seorang kyai terkenal yakni Guru Salman Bujang (Guru Salman Mulya). Pengajian dimulai setiap hari Kamis petang hingga malam Jum’at.</p>
<p>Pada 1988 beliau pindah ke Kampung Sekumpul, membuka kompleks perumahan ar-Raudhah atau Dalam Regol. Sejak itu kewibawaan dan kharismanya memancar luas – murid-muridnya dan tamu-tamunya berdatangan dari berbagai daerah, bahkan dari negeri jiran seperti Malaysia, Singapura dan Brunei.</p>
<p>Sebagian datang untuk berguru, sebagian mencari barakahnya, dan sebagian ingin berbaiat Tarekat Samaniyyah. Juga beberapa tokoh nasional menyempatkan diri mengunjunginya, seperti Amien Rais, Gus Dur, Megawati, AA Gym dan sebagainya.</p>
<p>Guru Ijai menikah tiga kali, dan dikarunia dua putra dari istri keduanya, Hajjah Laila, yakni Muhammad Amin Badali al-Banjari dan Ahmad Hafi Badali al-Banjari.</p>
<p><strong>Wafat</strong> </p>
<p>Sebelum meninggal dunia Guru Ijai sempat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, selama 10 hari. Tetapi pada hari Selasa malam beliau pulang dan tiba di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, pada pukul 20.30.</p>
<p>Keesokan harinya, Rabu 10 Agustus 2005, pukul 05.10 waktu setempat, ia meninggal dunia. Ribuan orang berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi jenazah beliau hingga ke pemakaman.</p>
<p>Begitu mendengar kabar meninggalnya Guru Sekumpul lewat pengeras suara di masjid-masjid selepas salat subuh, masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Sekumpul Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum. </p>
<p>Sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di dekat Mushalla Ar Raudhah, Rabu sore sekitar pukul 16.00, warga masyarakat yang datang diberikan kesempatan untuk melakukan salat jenazah secara bergantian.</p>
<p>Kegiatan ibadah ini berpusat di Mushalla Ar Raudhah, Sekumpul, yang selama ini dijadikan tempat pengajian oleh Guru Sekumpul. </p>
<p>Haulnya setiap tahun selalu dihadiri jutaan jamaah tak hanya dari Kalimantan Selatan namun juga provinsi lainnya hingga mancanegara.</p>
<p>Haul Sekumpul adalah haul terbesar yang pernah ada di dunia. Kota Banjarmasin, selalu penuh banjir lautan jamaah dari berbagai penjuru dunia. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/01/30/lautan-jamaah-tumpah-ruah-di-haul-ke-18-guru-sekumpul-martapura-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[lautan jamaah tumpah ruah di haul ke 18 guru sekumpul martapura]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/01/30/lautan-jamaah-tumpah-ruah-di-haul-ke-18-guru-sekumpul-martapura-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[lautan jamaah tumpah ruah di haul ke 18 guru sekumpul martapura (dok. Istimewa)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
