Bumi Bergoyang Aplikasi BMKG Eror Website Pun Down

500 internal server eror
500 internal server eror

Cilacap.info — Gempa sore hari pada Jum’at, 2 Agustus 2019 kemarin membuat sebagian Pulau Jawa dan Sumatra Bergoyang.

Saat adanya gempa, jam di Ponsel genggam menunjuk angka 19.05 WIB. Penduduk yang tinggal di Pulau Jawa seperti Cilacap Jawa Tengah merasakan getaran dari gempa berkekuatan Magnitudo 6.9 yang terjadi di Barat Daya Sumur Banten.

Tak ayal masyarakat yang merasakan getaran ini ingin mengecek melalui Aplikasi dan juga Website Resmi BMKG. Namun yang dijumpai malah Aplikasi Eror, website pun Down.

Seperti akun Bernama Lasmi Ariani warga Nusawungu Cilacap misalnya. Setelah merasakan adanya gempa, Ia ingin mengetahui lokasi gempa. Namun kesulitan mengakses aplikasi dan website BMKG tidak bisa dibuka.

“Website dan aplikasi BMKG tidak bisa dibuka,” Katanya kepada Cilacap.info

Begitupun bagi media ternama, katakan seperti detik misalnya, mempublish artikel dengan cepat adalah keharusan. Dan kecepatan dalam mempublish itu tidak asal-asalan, melainkan dibuat dengan ke akuratan yang dihimpun melalui berbagai sumber termasuk halaman di media sosial, Aplikasi dan Website Resmi.

Alih-alih membuka aplikasi guna melihat lokasi gempa, malah saat dibuka blank juga tersendat. berikutnya yang dituju adalah website resmi BMKG.

Pada saat mengakses alamat website yang dituju di sebuah browser baik PC atau Ponsel Pintar, yang terbuka justru hanya latar belakang berwarna putih dengan disertai tulisan 500 Internal Server Eror. Tak pelak, fenomena ini malah bagi jurnalis bisa dijadikan sebuah berita.

Bagi media Online sekaliber yang disebutkan tadi, kecepatan adalah keharusan, pasal tidak ingin kedahuluan dengan media lainnya, bersaing untuk memperoleh peringkat di mesin pencarian. Itulah sejatinya media Online, Cepat tapi juga Akurat.

Diketahui, Error 500 Internal Server Eror ini adalah. Mengindikasikan bahwasanya telah terjadi masalah pada server. Ada kemungkinan kesalahan disebabkan karena salah dalam penulisan di dalam file .htaccess. Jadi eror tersebut terjadi bukan karena kelebihan jumlah pengunjung.


Penulis : hasan
Editor : bayu

Author Info

Jumlah Artikel 209 Pos