<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Ulama &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/ulama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 16:26:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Ulama &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Catat, Ini Jadwal Haul Kesepuluh Habib Munzir bin Fuad al-Musawwa</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-53632/catat-ini-jadwal-haul-kesepuluh-habib-munzir-bin-fuad-al-musawwa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 May 2023 11:03:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Haul]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-53632/catat-ini-jadwal-haul-kesepuluh-habib-munzir-bin-fuad-al-musawwa</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Edisi Selasa, 23 Mei 2023, Peringatan ke-10 HAUL HABIB MUNZIR AL MUSAWA akan segera dimulai, dimana ribuan jamaah akan berkumpul untuk mengikuti parade 1000 hadrah &#038; ziarah akbar dari Masjid Almunawar hingga Maqom Alhabib Munzir Almusawa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Edisi Selasa, 23 Mei 2023, Peringatan ke-10 HAUL HABIB MUNZIR AL MUSAWA akan segera dimulai, dimana ribuan jamaah akan berkumpul untuk mengikuti parade 1000 hadrah &#038; ziarah akbar dari Masjid Almunawar hingga Maqom Alhabib Munzir Almusawa.</p>
<p>Acara ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Mei 2023 pukul 07.00 WIB di Masjid Almunawar hingga Maqom Alhabib Munzir Almusawa.</p>
<p>Hari Kedua/Puncak Acara HAUL HABIB MUNZIR AL MUSAWA</p>
<p>Selain parade 1000 hadrah &#038; ziarah akbar, rangkaian acara yang diselenggarakan juga mencakup acara yang berbeda. di hari kedua, pada Senin, 29 Mei 2023 pukul 20.00 WIB, akan dilaksanakan acara puncak Haul Akbar di Masjid Al Munawwar, Pancoran – Jakarta Selatan.</p>
<p>Habib Munzir adalah tokoh idola kaum muda di ibukota. Habib  Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa, dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum’at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393H, setelah beliau menyelesaikan sekolah menengah atas, beliau mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan.</p>
<p>Lalu mengambil kursus bhs Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian beliau meneruskan untuk lebih mendalami Syari’ah ke Ma’had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman pada tahun 1994, selama empat tahun, disana beliau mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.</p>
<p>Habib Munzir Al-Musawa kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi rumah rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka mulailah Habib Munzir membuka majlis, jumlah hadirin sekitar enam orang.</p>
<p>Beliau terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, beliau tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT.</p>
<p>Bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dengan kehidupan yang Nabawiy, kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy.</p>
<p>Betapa indahnya keadaan umat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan, inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dengan kesibukannya tapi hati mereka bergabung dengan satu kemuliaan.</p>
<p>Inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam. Majelisnya mengalami pasang surut, awal berdakwah ia memakai kendaraan umum turun naik bus, menggunakan jubah dan surban, serta membawa kitab-kitab.</p>
<p>Tak jarang beliau mendapat cemoohan dari orang-orang sekitar. Beliau bahkan pernah tidur di emperan toko ketika mencari murid dan berdakwah. Kini majelis taklim yang diasuhnya setiap malam selasa di Masjid Al-Munawar Pancoran Jakarta Selatan, yang dulu hanya dihadiri tiga sampai enam orang, sudah berjumlah sekitar 10.000 hadirin setiap malam selasa, Habib Munzir sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta dan sekitarnya, beliau juga membuka majelis di rumahnya setiap malam jum’at bertempat di jalan kemiri cidodol kebayoran.</p>
<p>Adapun guru-guru beliau antara lain:
Habib Umar bin Hud Al-Athas (cipayung), Habib Aqil bin Ahmad Alaydarus, Habib Umar bin Abdurahman Assegaf, Habib Hud Bagir Al-Athas, di pesantren Al-Khairat beliau belajar kepada Ustadz Al-Habib Nagib bin Syeikh Abu Bakar, dan di Hadramaut beliau belajar kepada Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Arifbillah Sayyidi Syarif Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim (Rubath Darul Mustafa), juga sering hadir di majelisnya Al-Allamah Al-Arifbillah Al-Habib Salim Asy-Syatiri (Rubath Tarim).</p>
<p>Dan yang paling berpengaruh di dalam membentuk kepribadian beliau adalah Guru mulia Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Arifbillah Sayyidi Syarif Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim.</p>
<p>Habib Munzir memiliki penyakit asthma kronis sejak kecil dan sering keluar-masuk rumah sakit. Pada tahun 2012 ia pernah dirawat di RSCM Jakarta karena penyakit radang otak. Habib Munzir dinyatakan wafat secara medis saat berada di RSCM pada taggal 15 September 2013 jam 15:30 WIB. Sebelum meninggal, Habib Munzir juga pernah dioperasi karena ada cairan di perutnya.</p>
<p>Penyakit tersebut sempat menganggu aktivitas Habib Munzir dalam berdakwah. Meskipun sedang dirundung rasa sakit, soal urusan dakwah, Habib Munzir, menurut kakaknya Nabil, tidak pernah memikirkan sakitnya. Habib Munzir pernah memakai kursi roda saat berdakwah, bahkan pernah memakai tempat tidur khusus dari rumah sakit. di tahun 2012 sempat dilakukan penyedotan lemak pada tubuhnya.</p>
<p>Menurut penuturan yang ditulis di blog pribadinya, ia sempat bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. &#8220;Saya sangat mencintai Rasulullah SAW, menangis merindukan Rasulullah SAW, dan sering dikunjungi Rasululullah SAW dalam mimpi, Rasul selalu menghibur saya jika saya sedih, suatu waktu saya mimpi bersimpuh dan memeluk lutut beliau dan berkata wahai Rasulullah SAW aku rindu padamu, jangan tinggalkan aku lagi, butakan mataku ini asal bisa jumpa denganMu ataukan matikan aku sekarang, aku tersiksa di dunia ini.</p>
<p>Rasulullah SAW menepuk bahu saya dan berkata, &#8220;Munzir, tenanglah, sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah jumpa denganku maka saya terbangun,&#8221; </p>
<p>Saat sedang berkumpul bersama keluarga di rumahnya, habib Munzir masuk kamar mandi sejak siang namun sampai sore hari tidak juga keluar. Keluarganya mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan habib Munzir sudah tergeletak di lantai tidak sadar.</p>
<p>Ia pun dilarikan ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo, namun satu jam kemudian para dokter menyatakan ia telah tiada. Menurut penuturan kerabatnya, habib Munzir meninggal karena serangan jantung[6] Habib Munzir dimakamkan di pemakaman umum Habib Kuncung di Kalibata, Jakarta pada hari Senin 16 September 2013 sekitar jam 13:00 WIB, setelah disholatkan di masjid Al-Munawwar Pancoran. Puluhan ribu umat muslim mengantarkan jenazahnya dan menyaksikan prosesi pemakaman dengan takzim.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/23/Habib-Munzir-al-Musawa.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Habib Munzir al Musawa]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/23/Habib-Munzir-al-Musawa-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Habib Munzir al Musawa]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Habib Syech dan Wapres RI Hadiri Haul Syaikh Nawawi Banten ke-130</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-53505/habib-syekh-dan-wapres-ri-hadiri-haul-syaikh-nawawi-banten-ke-130</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2023 17:03:42 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-53505/habib-syekh-dan-wapres-ri-hadiri-haul-syaikh-nawawi-banten-ke-130</guid>

					<description><![CDATA[BANTEN, CILACAP.INFO &#8211; Haul Syekh Nawawi Al-Bantani tahun ini masuk ke-130. Rangkaian kegiatan dijadwalkan digelar di Masjid Agung Tanara, Jalan Syekh Nawawi Tanara, Kampung Tanara, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANTEN</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Haul Syekh Nawawi Al-Bantani tahun ini masuk ke-130. Rangkaian kegiatan dijadwalkan digelar di Masjid Agung Tanara, Jalan Syekh Nawawi Tanara, Kampung Tanara, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten.</p>
<p>Dari informasi yang didapatkan, pada hari Rabu (17/05/2023) malam, selepas maghrib dihelat gema dzikir bersama Jamaah Al-Khidmat Surabaya.</p>
<p>Kemudian pada Kamis (18/05/2023) malam, mulai habis maghrib, ada tablig akbar bersama dai se Banten. Sedangkan pada Jumat (19/05/2023) digelar haul bersama Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin dan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang dimulai pukul 19.30 WIB di Pesantren Annawawi Tanara, Kabupaten Serang, Banten.</p>
<p>Sekadar diketahui, dihimpun dari sejumlah sumber, Syekh Nawawi bernama lengkap Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi bin Ali bin Jamad bin Janta bin Masbuqil Al-Bantani Al-Jawi. Syekh Nawawi lahir di Tanara, Serang, Banten, pada 1230 H/1813 M.
 
Ayahnya, Umar bin ʹArabi adalah penghulu kecamatan di Tanara. Beliau mengajar sendiri putera-puteranya (Nawawi, Tamim dan Ahmad) pengetahuan dasar dalam bahasa Arab, fikih, dan tafsir.</p>
<p>Ketiga putera tersebut kemudian melanjutkan pelajarannya kepada Kyai Sahal (masih di daerah Banten). Setelah itu mereka melanjutkan lagi pelajaran di Purwakarta kepada Kyai Yusuf, seorang kyai terkenal yang menarik santri-santri dari daerah-daerah jauh di seluruh Jawa, terutama dari daerah Jawa Barat waktu itu.</p>
<p>Kemudian mereka melakukan ibadah haji sewaktu masih muda. Nawawi waktu itu berumur 15 tahun dan tinggal di Mekah selama 3 tahun.</p>
<p>Rupanya kehidupan intelektual di Mekah sangat menarik hati Nawawi, sebab tidak lama setelah tiba di Banten, ia kemudian belajar lagi ke Mekah dan tinggal di sana seterusnya sampai wafat.</p>
<p>Di Mekah, antara tahun 1830-1860, Nawawi belajar di bawah bimbingan ulama terkenal, antara lain Khatib Sambas, Abdulgani Bima, Yusuf Sumbulaweni, Nahrawi dan Abdulhamid Daghestani.</p>
<p>Antara 1860-1870 ia mengajar di Masjidil-Haram dalam waktunya yang senggang, sebab antara tahun-tahun tersebut Nawawi sudah secara aktif menulis buku-buku. Tetapi setelah tahun 1870 ia memusatkan aktivitasnya untuk menulis.</p>
<p>Nawawi seorang yang produktif dan berbakat; tulisan-tulisannya meliputi karya pendek yang berisi tentang pedoman-pedoman ibadah sampai kepada tafsir Qur’an yang cukup tebal yang terdiri dari 2 jilid, yang diterbitkan di Mesir tahun 1887.</p>
<p>Terdapat lebih dari 38 karya penting Nawawi. Beberapa contoh karya penting Nawawi yang terbit di Mesir antara lain Syarh al-Ājurumiyyah, terbit 1881, Lubab alBayan (1884). Żariyat al-Yaqin, syarh atas karya Syaikh as-Sanūsī, terbit 1886., Fatḥ alMujīb. Syarḥ Addurr al-Farīd, Syarḥ al-Isra’ wa al-Miʹrāj karya al Barzanjī, Syarḥ atas syair maulid karya al-Barzanjī, Syarḥ tentang syair Asmā’ al-Ḥusnā.</p>
<p>Syarḥ Manasik Haji karangan asy-Syirbinī yang terbit tahun 1880, Syarḥ Sulūk al-Jiddah (1883), Syarḥ Sullam al-Munājah (1884), Tafsir Al-Qur’an, Maraḥ Labid li Kasyfi maʹna Qur’ān Majid, dan dan tiga buah buku lagi yang berisi tentang doktrin-doktrin pokok iman, uraian tentang lima bagian-bagian penting dari hukum Islam dan lima rukun Islam.</p>
<p>Di samping itu Nawawi juga menulis pembahasan secara meluas tentang ushul fikih dan fikih. Seperti nampak dalam contoh-contoh di atas, karya-karya Nawawi hampir semua merupakan pembahasan lebih jauh (Syarh) atas karya pengarang-pengarang besar yang mendahuluinya.</p>
<p>Nawawi menjadi terkenal dan dihormati karena keahliannya menerangkan kata-kata dan kalimat-kalimat Arab yang artinya tidak jelas atau sulit dimengerti yang tertulis dalam syair terkenal yang bernafaskan keagamaan.</p>
<p>Kemasyhuran Nawawi dikenal luas di hampir seluruh Dunia Arab. Karya-karyanya banyak beredar terutama di negara-negara yang menganut mażhab Syafiʹi.</p>
<p>Di Kairo ia sangat terkenal. Buku tafsirnya Maraḥ Labid yang terbit di sana diakui mutunya dan memuat persoalan-persoalan penting sebagai hasil diskusi dan perdebatannya dengan ulama Al-Azhar.</p>
<p>Demikian terkenalnya nama Nawawi sehingga pada sampul tafsir tersebut edisi cetakan Kairo, ia diberi julukan &#8220;Sayyid ulama al-Ḥijaz&#8221; yang artinya, pemimpin para ulama Hijaz
Indonesia Nawawi tentu saja sangat terkenal.</p>
<p>Ia menjadi kebanggaan sebagai seorang putera Indonesia yang keahliannya. Dalam beberapa sampul depan kitab Tafsir Marāḥ Labīd yang diterbitkan di Indonesia dicantumkan juga gelar ini. diakui di Dunia Arab.</p>
<p>Semua buku-buku yang disebutkan di atas secara luas dipelajari di pesantren-pesantren Jawa. Adapun Mengenai karomah Syekh Nawawi, Beliau adalah sosok yang memiliki keistimewaan yang tidak bisa dinalar.</p>
<p>Suatu hari ketika dalam perjalanan, Syekh Nawawi mampir istirahat di sebuah tempat. Kemudian dia adzan karena akan shalat. Setelah adzan, ternyata tidak ada orang yang datang, akhirnya ia qamat lalu shalat sendirian.</p>
<p>Usai salat, Syekh Nawawi kembali melanjutkan perjalanan, tapi ketika menengok ke belakang, ternyata ada seekor ular raksasa dan mulutnya sedang menganga.</p>
<p>Akhirnya diketahui ternyata tadi Syekh Nawawi shalat di dalam mulut ular yang sangat besar itu. Karomah lain Syekh Nawawi adalah ketika makamnya di Ma’la, Arab Saudi, akan dibongkar untuk kepentingan pelebaran jalan.</p>
<p>Saat hendak dibongkar, alat berat yang digunakan membongkar makam, tiba-tiba rusak. Ketika dipaksa dibongkar sampai 5 kali, para pekerja kaget karena ternyata di dalam makam tersebut ada orang yang sedang sujud.</p>
<p>Akhirnya makam tersebut tidak jadi dibongkar, dan dibuatlah jalan layang.
Kisah lainnya saat terjadi kebakaran di sebuah perpustakaan kampus di Mesir.</p>
<p>Semua kitab yang ada di dalam perpustakaan hangus, kecuali satu, yaitu Marah Labid atau Tafsir Munir karya Syekh Nawawi Al-Bantani.</p>
<p>Syekh Nawawi memiliki beberapa karomah. Karomah Syekh Nawawi diperlihatkannya di saat ia mengunjungi Masjid Pekojan, Jakarta.</p>
<p>Masjid yang dibangun oleh Sayyid Utsman bin &#8216;Agil bin Yahya al-&#8216;Alawi (mufti Betawi keturunan Rasulullah) itu ternyata memiliki kiblat yang salah.</p>
<p>Padahal yang menentukan kiblat bagi masjid itu adalah Sayyid Utsman sendiri.
Ketika Syekh Nawawi yang dianggapnya hanya seorang anak remaja tak dikenal menyalahkan penentuan kiblat, Sayyid Utsman sangat terkejut.</p>
<p>Sayyid Utsman tetap berpendirian bahwa kiblat Masjid Pekojan tersebut sudah benar, sementara Syekh Nawawi remaja berpendapat arah kiblat haruslah dibetulkan.</p>
<p>Masing-masing mempertahankan pendapatnya, tidak ada titik temu, Syekh Nawawi remaja menarik lengan baju Sayyid Utsman dan dirapatkan tubuhnya agar bisa saling mendekat. Lalu Syekh Nawawi mengarahkan telunjuk tangannya ke kiblat.</p>
<p>&#8220;Lihatlah Sayyid!, itulah Ka&#8217;bah tempat Kiblat kita. Lihat dan perhatikanlah! Tidakkah Ka&#8217;bah itu terlihat amat jelas? Sementara Kiblat masjid ini agak ke kiri. Maka perlulah kiblatnya digeser ke kanan agar tepat menghadap ke arah Ka&#8217;bah,&#8221;</p>
<p>Perlu ditekankan di sini, walaupun Nawawi tidak mengikuti Khatib Sambas sebagai pemimpin sebuah organisasi tarekat, namun ia tidak melepaskan ikatan intelektual dan spiritualnya dengan Khatib Sambas.</p>
<p>Dengan kata lain, Nawawi tidak menolak praktekpraktek tarekat selama tarekat tersebut tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.</p>
<p>Sikap Nawawi ini yang menyebabkan namanya di Jawa tetap harum sampai sekarang. Beliau wafat di Mekah dan dimakamkan di tanah pekuburan al-Maʹlā di Mekah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/19/Syekh-Nawawi-al-Bantani.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Syekh Nawawi al Bantani]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/19/Syekh-Nawawi-al-Bantani-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Syekh Nawawi al Bantani (Sumber Foto : Youtube/ASKAMZA channel)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Puncak Haul ke 47 Habib Sholeh Tanggul Jember</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-53257/puncak-haul-ke-47-habib-soleh-tanggul-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 May 2023 06:29:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-53257/puncak-haul-ke-47-habib-soleh-tanggul-jember</guid>

					<description><![CDATA[JEMBER, CILACAP.INFO &#8211; Edisi Minggu, 07 Mei 2023, Haul berasal dari bahasa Arab &#8220;hawl&#8221; yang artinya &#8220;tahun&#8221;. Sedangkan yang dimaksud dengan perayaan haul sebagaimana yang sering dilaksanakan oleh umat Islam Indonesia ialah acara peringatan hari ulang tahun kematian.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Edisi Minggu, 07 Mei 2023, Haul berasal dari bahasa Arab &#8220;hawl&#8221; yang artinya &#8220;tahun&#8221;. Sedangkan yang dimaksud dengan perayaan haul sebagaimana yang sering dilaksanakan oleh umat Islam Indonesia ialah acara peringatan hari ulang tahun kematian.</p>
<p>Acara ini biasanya diselenggarakan di halaman atau di sekitar makam ulama yang akan di peringati haul nya. Sebagian besar haul diperingati untuk orang yang memiliki peran penting atau tokoh yang berpengaruh untuk wilayah setempat.</p>
<p>Tradisi peringatan haul juga dilakukan untuk memperingati hari kewafatan Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid Tanggul. Haul Akbar ini dilakukan pada tanggal 10 Syawal pada setiap tahunnya.</p>
<p>Antusias masyarakat dalam menghadiri haul akbar Habib Sholeh sangat besar, ratusan bahkan ribuan orang memadati halaman kediaman dan makam Habib Sholeh. Para Habaib dari berbagai macam daerah juga ikut serta menghadiri haul akbar di Tanggul. Haul sudah menjadi perilaku sosial atau bisa dikatakan sebagai realitas sosial yang berada di sekitar kita. Peringatan haul menjadi ritual sosial keagamaan.</p>
<p>Masyarakat menerima sebagaimana adanya dan ikut serta dalam prosesi tersebut setiap tahunnya. di dalam acara haul ada kalanya disisipkan dengan beberapa kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan keagamaan seperti, kegiatan ekonomi dan adanya hiburan.</p>
<p>Di dalam haul terdapat acara inti yang lebih bermakna sosiologis, yaitu refleksi sosial religius. Biasanya keluarga atau orang yang ditugaskan untuk mengenang kembali sejarah Habib Sholeh melalui ceramah agama ataupun pembacaan manaqib Dia semasa hidupnya.</p>
<p>Dalam hal ini bertujuan untuk mengambil pelajaran hal-hal baik dalam diri Habib Sholeh, untuk diterapkan dalam kehidupan. Dengan adanya Haul Akbar Habib Sholeh keberkahan turut dirasakan oleh masyarakat sekitar.</p>
<p>Khususnya dalam bidang ekonomi, masyarakat berjualan di sekitar acara haul dengan harapan mendapatkan rejeki tambahan. Dan ini berlangsung setiap tahun, sehingga bisa dikatakan bahwa Habib Sholeh pasca wafatnya Dia masih memberikan konstribusi yang nyata bagi masyarakat sekitar Tanggul.</p>
<p>Setiap tahunnya manusia tumpah ruah di sepanjang jalan menuju Masjid Riyadus Shalihin, Tanggul, Jember. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru tanah air serta ada pula yang datang dari luar negeri untuk memperingati haul Al Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid, yang lebih akrab dengan sebutan Al Habib Sholeh Tanggul.</p>
<p>Beliau lahir di Korbah Ba Karman, Wadi ‘Amd, sebuah desa di Hadramaut, pada tahun 1313 H. ayah beliau, Al Habib Muhsin bin Ahmad Al-Hamid terkenal dengan sebutan Al-Bakry Al-Hamid, seorang yang sholeh dan ulama yang sangat dicintai dan dihormati masyarakat manapun beliau berada.</p>
<p>Ibundanya adalah seorang wanita Sholehah bernama ‘Aisyah, dari keluarga Al-Abud Ba Umar dari Masyaikh Al-‘Amudi. Beliau mulai mempelajari Al-Qur’an dari seorang guru yang bernama Asy-Syeikh Said Ba Mudhij, di Wadi ‘Amd, yang dikenal sebagai seorang yang sholeh yang tiada henti-hentinya berdzikir kepada Allah. Sedangkan ilmu fiqih dan tasawuf beliau pelajari dari ayah beliau sendiri Al-Habib Muhsin bin Ahmad Al-Hamid.</p>
<p>Pada usia 26 tahun, bertepatan pada keenam tahun 1921 M, Al-Habib Sholeh meninggalkan Hadramaut dan hijrah menuju Indonesia, beliau ditemani oleh Syeikh Fadli Sholeh Salim bin Ahmad Al-Asykariy.</p>
<p>Sesampainya di Indonesia beliau singgah beberapa hari di Jakarta. Mendengar kedatangan Al-Habib Sholeh, sepupu beliau Al-Habib Muhsin bin Abdullah Al-Hamid, meminta Al-Habib Sholeh untuk singgah di kediamannya di kota Lumajang.</p>
<p>Lalu Al-Habib Sholeh pun tinggal sementara di Lumajang. Setelah menetap beberapa waktu, kemudian beliau pindah ke Tanggul, Jember. Dan akhirnya beliau menetap di tanggul, hingga akhir hayat beliau.</p>
<p>Suatu ketika, datanglah ilham rabbaniyah kepada beliau untuk melakukan uzlah. Untuk mengasingkan diri dari gemerlap duniawi dan godaannya, menghadap dan bertawajjuh kepada kebesaran sang pencipta.</p>
<p>Dalam khalwatnya, beliau senantiasa mengisi waktu-waktunya dengan membaca Al-Qur’an, bershalawat dan berdzikir mengagungkan asma Allah. Dan hal itu berlangsung selama lebih dari 3 tahun.</p>
<p>Hingga pada suatu saat dalam khalwatnya, beliau didatangi oleh guru beliau, Al-Imam Al-Qutub Al-Habib abubakar bin Muhammad Assaqof, dalam cahaya yang bersinar terang.</p>
<p>Selanjutnya Al-Habib Abubakar mengajak beliau keluar dari khalwatnya, lalu memerintahkan Al-Habib Sholeh untuk datang ke kediamannya di kota Gresik.</p>
<p>Sesampainya di rumah Al-Habib Abubakar, Al-Habib Sholeh diminta untuk mandi di jabiyah (kolam mandi khusus di kediaman Al-Habib Abubakar bin Muhammad Assaqof, Gresik). Kemudian Al-Habib Abubakar memberinya mandat dan ijazah dengan memakai jubah, imamah dan sorban.</p>
<p>Al-Habib Sholeh berdakwah kepada masyarakat sekitar dengan tak kenal lelah, beliau mengajak umat untuk selalu shalat berjama’ah dan tidak meninggalkannya. Antara magrib dan Isya beliau isi dengan membaca Al-Qur’an dan wirid-wirid.</p>
<p>Selepas shalat ashar, beliau membaca kitab Nashaih Dinniyah, karya Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, yang beliau uraikan dengan bahasa Madura sebagai bahasa masyarakat setempat. Tujuannya agar masyarakat faham dengan apa yang beliau disampaikan.</p>
<p>Berbagai aktivitas dakwahnya, antara lain beliau lakukan dengan mengadakan berbagai pengajian. Beliau dikenal karena akhlaknya yang begitu mulia, beliau tidak pernah menyakiti hati orang lain, bahkan beliau berusaha menyenangkan hati mereka, sampai-sampai beliau tidak pernah menolak permintaan orang.</p>
<p>Seolah apa pun yang beliau miliki ingin beliau berikan kepada setiap orang yang membutuhkan. Beliau selalau melapangkan hati orang-orang yang sedang dalam kesusahan dan menyelesaikan masalah-masalah bagi orang yang mempunyai masalah.</p>
<p>Keihklasan hati, akhlak serta keluhuran budi pekertinya membuat beliau sangat dicintai dan dihormati oleh masyarakat. Semua orang yang berada di dekatnya akan merasa nyaman.</p>
<p>Bahkan setiap orang yang mengenal beliau akan merasa bahwa dialah orang yang akrab dengan sang habib ini. Ini karena perhatian beliau yang begitu besar terhadap semua orang yang ditemuinya. Beliau seorang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap faqir miskin, para janda dan anak yatim.</p>
<p>Rumah beliau tidak pernah sepi dari para tetamu yang datang, beliau sering mendapat kunjungan dari berbagai tokoh ulama, bahkan para pejabat tinggi Negara sekalipun. Mereka datang untuk bersilahturahmi sampai membahas berbagai permasalahan kehidupan.</p>
<p>Al-Habib Sholeh melayani para tetamunya dengan penuh suka cita, siapa pun yang bertamu akan dijamu sebaik mungkin. Beliau menimba sendiri air sumur untuk keperluan mandi dan wudhu para tamunya.</p>
<p>Al-habib Sholeh begitu hormat kapada tamunya, bahkan sebelum tamunya menikmati hidangan yang telah disediakan, beliau tak akan menyentuh hidangan itu. Beliau baru makan setelah hidangan itu disantap oleh para tamunya. Sebagaimana Sabda Rasul : &#8220;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menghormati tamunya&#8221;.</p>
<p>Beliau selalu menasehatkan kepada para tamunya akan tiga hal, pertama, pentingnya menjalankan halat 5 waktu dan ancaman bagi siapa yang meninggalkannya,kedua, besarnya kedudukan orang tua dan kewajiban berbakti kepada keduanya, serta ancaman bagi siapa yang mendurhakainya, ketiga, pentingnya menjaga hubungan silahturahmi, beliau menegaskan bahwa orang yang menjaga hubungan silahturahmi dengan baik, maka Allah akan memanjangkan usianya, mempermudah urusannya dan memperbanyak rizqinya.</p>
<p>Habib Sholeh wafat di Tanggul ketika senja pada hari Sabtu tanggal 8 Syawwal 1396 Hijriyyah (1976 M.). Beliau wafat setelah berwudhu dan sebelum sempat melaksanakan shalat Maghrib. Beliau dimakamkan pada hari Minggu tanggal 9 Syawwal 1396 Hijriyah setelah Shalat Dzuhur di samping kiblat Masjid Riyadus Sholihin,Tanggul, Jember, Jawa Timur.</p>
<p>Haul Habib Soleh ke 47 digelar dari Sabtu dan berakhir pada Minggu hari ini, 7 Mei 2023 di komplej makam Masjid Riyadus Sholohin,Tanggul Jember Jawa Timur. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/07/haul-habib-soleh-tanggul-jember.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[haul habib soleh tanggul jember]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/05/07/haul-habib-soleh-tanggul-jember-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[haul habib soleh tanggul jember]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Malam Lailatul Qadar Menurut Syekh Sufi Abul Hasan Syadzili</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-52835/malam-lailatul-qodar-menurut-syekh-sufi-abul-hasan-syadzili</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2023 21:27:50 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Malam Lailatul Qodar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-52835/malam-lailatul-qodar-menurut-syekh-sufi-abul-hasan-syadzili</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Edisi Rabu, 12 April 2023, Malam laitul Qadar adalah malam penetapan yang lebih baik dari seribu bulan dan malam yang sangat istimewa bagi ummat muslim pada umumnya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Edisi Rabu, 12 April 2023, Malam laitul Qadar adalah malam penetapan yang lebih baik dari seribu bulan dan malam yang sangat istimewa bagi ummat muslim pada umumnya.</p>
<p><strong>Lantas Kapan Datangnya Malam Lailatul Qadar itu?</strong> Menurut al-hadits sebagaimana yang diterangkan oleh para ulama bahwasanya malam lailatul qadar jatuh pada 10 malam terakhir ramadhan.</p>
<p>Dimana disebutkan bahwa datangnya malam lailatul qadar yakni pada malam ganjil di bulan ramadan.</p>
<p>Melansir news.cilacap.info, di <a href="https://news.cilacap.info/ci-38328/perhitungan-malam-lailatul-qodar-dalam-manaqib-syaikh-abu-al-hasan-asy-syadzily">News Portal Trends</a>, Berikut ini adalah beberapa dalil keistimewaan Malam Lailatul Qadar:</p>
<p>&#8220;Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan).&#8221; Hadits Riwayat Imam al-Bukhari dari Aisyah radliyallahu ‘anha.</p>
<p>Malam ini adalah malam yang sangat istimewa, sehingga apabila hamba Allah dapat menggapai malam ini, maka do&#8217;anya akan dikabulkan, dan tidak sedikit kaum muslimin mengejar kebaikan di malam-malam lailatul qadar.</p>
<p>Adapun dari tanda-tanda datangnya lailatul qadar sebagaimana dilansir laman NU Online, dalam Mu&#8217;jam at-Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>&#8220;Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.&#8221;</p>
<p>Kendati demikian ada Syekh Sufi yang memberikan tanda-tanda malam Lailatul Qodar, Beliau adalah Syekh Abul Hasan Syadzili.</p>
<p>Imam Abul Hasan Syadzili adalah Waliyullah dan beliau adalah seorang Sayyid keturunan Rasulullah dari jalur Sayyidina Hasan bin Ali.</p>
<p>Sebagaimana dalam manaqib Syekh Abu al Hasan asy Syadzili, Ulama Maghribi yang juga Shultonul Auliya menjelaskan tentang datangnya malam lailatul qadar.</p>
<p>Abu al Hasan asy Syadzili mengatakan. Yakni apabila awal puasa ramadhan jatuh pada hari Ahad maka lailatul qadarnya jatuh pada malam 29. Awal puasa pada hari Senin, lailatul qadarnya malam 21.</p>
<p>Awal puasa pada hari Selasa, lailatul qadarnya malam 27. Awal puasa pada hari Rabu lailatul qadarnya malam 19. Awal puasa pada hari Kamis, lailatul qadarnya malam 25.</p>
<p>Awal puasa pada hari Jum’at, maka lailatul qadarnya pada malam 17. Sedangkan bila awal puasa pada hari Sabtu maka lailatul qadarnya jatuh pada malam 23.</p>
<p>Bagi seorang muslim boleh mempercayai ataupun tidak mengenai Malam Lailatul Qodar menurut Syekh Abul Hasan Asy Syadzili.</p>
<p>Namun beliau menyampaikan terkait tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qodar berdasarkan apa yang Beliau alami setiap datangnya bulan suci Ramadan yang mungkin Beliau telah dikasyaf oleh Allah SWT.</p>
<p>wallahu a&#8217;lam bishawab</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Masjid-Malaka.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Masjid Malaka]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Masjid-Malaka-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Masjid Malaka (Pixabay)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ternyata Abuya Said Aqil Siradj Keturunan Rasulullah SAW</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-52485/ternyata-abuya-said-aqil-siradj-keturunan-rasulullah-saw</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2023 18:51:54 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kiai Said Aqil Siradj]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-52485/ternyata-abuya-said-aqil-siradj-keturunan-rasulullah-saw</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Sabtu, 01 April 2023, Pembahasan mengenai Keturunan Baginda Nabi Muhammad SAW beberapa pekan terakhir ini sedang ramai diperbincangkan di dunia maya, seperti disejumlah kanal Youtube.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sabtu, 01 April 2023, Pembahasan mengenai Keturunan Baginda Nabi Muhammad SAW beberapa pekan terakhir ini sedang ramai diperbincangkan di dunia maya, seperti disejumlah kanal Youtube.</p>
<p>Namun berdasarkan tayangan-tayangan yang beredar tampaknya ada suatu polemik yang menyebabkan masing-masing pendukung saling bela atau justru saling serang.</p>
<p>Oleh sebab itu, Cilacap.info berlepas diri dari suatu polemik atau kegaduhan dan menjadi tertarik membahas mengenai Keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia.</p>
<p>Keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia dikenal Masyarakat sebagai Habib / Habaib yang berasal dari Hadramaut, Yaman dengan Jalur Sayyidina Husain.</p>
<p>Namun di Indonesia juga ada Keturunan Baginda Nabi Muhammad dari Jalur Sayyidina Hasan. Ada juga yang melalui Jalur Walisongo atau ber fam Azmatkhan al Husaini, meski demikian Walisongo juga ada yang dari Sayyidina Hasan.</p>
<p>Bangsa persia dan dataran arab kerap menyebut keturunan Nabi Muhammad dengan sebutan Sayyid atau Syarif.</p>
<p>Mungkin tidak banyak yang mengetahui, bahwa banyak Ulama-Ulama di Indonesia yang Nasabnya tersambung kepada Baginda Nabi Muhammad seperti Buya KH Said Aqil Siradj.</p>
<p>Mengutip jurnal.cilacap.info, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur Al Tsaqafah dan mantan Ketua Umum PBNU 2 Periode, KH Said Aqil Siradj ternyata memiliki silsilah atau nasab yang tersambung kepada Rasulullah Muhammad SAW.</p>
<p>Kiai Said Aqil tersambung kepada baginda Nabi melalui Jalur Walisongo, yakni Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.</p>
<p>Perihal silsilah beliau pernah dipublikasi di akun Media Sosial Ala_NU dan dibeberapa media massa online seperti Muslim Okezone dan Bangkitmedia.</p>
<p>Adapun silsilah Prof Dr KH Said Aqil Siradj tersambung kepada Rasulullah SAW, yakni sebagai berikut:</p>
<p>KH Aqil
KH Siradj
KH Said (Gedongan)
KH Murtasim
KH Nuruddin
KH Ali bin Tubagus Ibrahim bin Abul Mufakhir (Majalengka)
Sultan Maulana Mansur (Cikaduen)
Sultan Maulana Yusuf (Banten)
Sultan Maulana Hasanuddin (Banten)
Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
Syeik Abdullah bin Ali Nurul Alam
Syeik Jumadil Kubro
Syeik Jamaludin Akbar Khan
Syeik Ahmad Jalaludin Khan
Syeik Abdullah Khan
Syeik Abdul Malik al-Muhajir (Nasrabad India)
Syeik Alawi Ammil Faqih (Hadrulmaut)
Sayyid Muhammad Shohib Mirbat Ali Kholi’ Qosam
Sayyid Alawi atsani
Sayyid Muhammad Shohibus Saumi’ah
Sayyid Alawi Awwal
Sayyid Ubaidillah
Sayyid Ahmad Al Muhajir
Sayyid Isa Ar-Rumi
Sayyid Muhammad an-Naqib
Sayyid Ali ‘Uraidhi
Sayyid Ja’far as-Shodiq
Sayyid Muhammad al-Baqir
Sayyid Ali Zaenal Abidin
Sayyidina Husein As-Sibth
Sayyidina Ali bin Abi Thalib wa Sayyidah Fathimah Az-Zahra
Rasulullah Muhammad SAW.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2020/07/31/Buya-KH-Said-Aqil-Siradj.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Buya KH Said Aqil Siradj]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2020/07/31/Buya-KH-Said-Aqil-Siradj-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Buya KH Said Aqil Siradj]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah dan Biografi Ulama KH Abdul Hadi Zahid</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-51566/kisah-dan-biografi-ulama-kh-abdul-hadi-zahid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2023 01:42:27 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Biografi Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-51566/kisah-dan-biografi-ulama-kh-abdul-hadi-zahid</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kisah dan Biografi Ulama KH Abdul Hadi Zahid, Pada awalnya, Pondok Pesantren Langitan dibangun di atas tanah ladang di tepi sebelah utara Bengawan Solo.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kisah dan Biografi Ulama KH Abdul Hadi Zahid, Pada awalnya, Pondok Pesantren Langitan dibangun di atas tanah ladang di tepi sebelah utara Bengawan Solo.</p>
<p>Karena merupakan daerah yang sering terkena dampak banjir. Lokasi pesantren dipindahkan di sebelah utara Tangkis bagian utara di tepi jalan provinsi yang menghubungkan Tuban dan Babat dengan Surabaya. Pemindahan lokasi dilakukan pada 1904 M.</p>
<p>Tuban sendiri adalah kota di Pantai Utara Jawa Timur yang ramai dan penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.</p>
<p>Selain sebagai bandar berpengaruh, juga merupakan pusat pengembangan agama Islam selain di Sedayu, Gresik, Surabaya, dan lainnya. Daerah Widang, letak Pondok Pesantren Langitan berada, adalah daerah yang ramai.</p>
<p>Lokasinya yang dekat dengan Bengawan Solo merupakan jalur lalu lintas perdagangan dan penambangan potensial bagi masyarakat dan para pedagang dari kota-kota besar menuju kota-kota.</p>
<p>Dan tempat perdagangan yang terletak di sepanjang perairan tersebut, baik yang ada di daerah pedalaman maupun yang ada di tepi pantai.</p>
<p>Sejarah nama Pondok Pesantren Langitan memiliki beberapa versi. Namun, satu sama lainnya saling melengkapi.</p>
<p>Pertama, Langitan merupakan perubahan dari kata Ngelangitan, gabungan dari kata Ngelangi (Jawa) yang berarti berenang dan Wetan (Jawa) yang berarti Timur.</p>
<p>Hal ini dikaitkan dengan cerita adanya seseorang yang bermaksud tirakat dengan berenang di Sungai Bengawan Solo dalam tujuh kali putaran dari arah Barat ke Timur.</p>
<p>Pada putaran terakhir ia keluar dari air dan bertemu dengan Syeikh Muhammad Nur. Sejak saat itulah dinamai dengan Pesantren Ngelangitan.</p>
<p>Saat pertama kali berdiri, Pondok Pesantren Langitan hanya sebuah surau kecil di daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur.</p>
<p>Sang pendiri, KH Muhammad Nur, mengajar keluarga dan tetangga dekat untuk meneruskan perjuangan dalam mengusir penjajah dari tanah Jawa. KH Muhammad Nur mengasuh pondok sekitar 18 tahun mulai tahun 1852 hingga 1870.</p>
<p>Ponpes Langitan berpegang teguh pada kaidah &#8220;Al-Muhafadhotu Alal Qodimis Sholih Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah&#8221;. Yakni memelihara budaya-budaya klasik yang baik dan mengambil budaya-budaya yang baru yang konstruktif.</p>
<p>Itu membuat ponpes itu tidak sampai terombang-ambing oleh derasnya arus globalisasi.</p>
<p>Namun justru sebaliknya dapat menempatkan diri dalam posisi yang strategis, dan bahkan kadang-kadang dianggap sebagai alternatif.</p>
<p>Meski berawal dari surau kecil, dalam rentang satu abad Ponpes Langitan menjadi saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.</p>
<p>Pondok ini ternyata pernah menjadi tempat belajar pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.</p>
<p>KH Hasyim Asy’ari, menghabiskan 3 tahun di pondok tersebut pada akhir tahun 1900-an.</p>
<p>Ada pula tokoh-tokoh NU yang pernah belajar di pesantren tersebut. Seperti KH Syamsul Arifin (ayah KH As’ad Syamsul Arifin), KH Shiddiq (ayah KH Ahmad Shiddiq), KH Wahab Hasbullah.</p>
<p>Selepas diasuh KH M Nur Estafeta berlanjut ke KH Abdul Hadi yang lahir di Desa Kauman Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan pada tanggal 17 Rabi’ul Awwal 1309 H.</p>
<p>Sejak berusia sebelas tahun beliau sudah mulai belajar di Pondok Pesantren Langitan hingga usia sembilan belas tahun.</p>
<p>Dan atas saran KH. Muhammad Khozin beliau melanjutkan studi di Pesantren Kademangan Bangkalan Madura di bawah asuhan KH. Kholil selama tiga tahun.</p>
<p>Pada usia 13 tahun, beliau belajar di Pesantren Jamsaren Solo asuhan KH. Idris. Setelah itu kembali lagi nyatri di Pondok Pesantren Langitan hingga pada usia 25 tahun, dan diambil menantu oleh KH. Muhammad Khozin, dijodohkan dengan Ning Juwairiyah.</p>
<p>Pada usia yang relatif muda, 30 tahun beliau sudah menerima tugas berat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Langitan.</p>
<p>Namun meskipun begitu, di bawah asuhannya Pondok Pesantren Langitan saat itu mengalami peningkatan yang cukup signifikan.</p>
<p>Terbukti mulai periode ini (tahun 1949 M) mulai dikembangkan sistem pengajaran klasikal yang dahulu belum dikenal, dengan cara mendirikan madrasah ibtida’iyah dan madrasah muallimin.</p>
<p>Serta kegiatan ekstra kurikuler seperti bahsul masail lil waqiah, jamiyatul muballighin, jamiyatul qurro wal khuffadz dan lain-lain.</p>
<p>Di samping itu kegiatan rutinitas berupa pengajian kitab baik sistem sorogan maupun weton terus dilestarikan dan dikembangkan.</p>
<p>Terlebih sholat berjamaah, karena beliau adalah seorang ulama yang bertipikal sangat disiplin waktu dan terkenal keistiqomahannya.</p>
<p>Sebagaimana yang diceritakan oleh KH. M. Ihya’ Ulumuddin (seorang alumni ponpes Langitan dan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain Malang) bahwa, dia dan para santri yang lain yang bertugas jaga malam.</p>
<p>Ketika mendengar suara kriek dari pintu belakang rumah yang terbuat dari bambu karena KH. Abdul Hadi keluar untuk mengambil air wudlu itu menunjukkan jam yang tepat kira-kira jam 2 malam.</p>
<p>Waktu pun terus bergulir, bergerak menuju suratan taqdir. Mendung duka menyelimuti atmosfir Pondok Pesantren Langitan.</p>
<p>Air mata sebagai kesaksian atas cinta kepada sang guru besar jatuh menetes tak tertahankan.</p>
<p>Hari itu, 9 Shofar 1391 H. atau bertepatan dengan tanggal 5 April 1971 M. kiai panutan umat, pengemban amanat, telah kembali ke haribaan ilahi Rabbi setelah mengasuh Pondok Pesantren Langitan dalam masa yang cukup lama, 50 tahun (1921-1971 M.). Ribuan umat kehilangan tongkat, orang bijak kehilangan hikmat.</p>
<p>Dalam perkembangannya, Ponpes Langitan terus berupaya melakukan perbaikan dan kontekstualitas dalam merekonstruksi bangunan-bangunan sosio kultural, khususnya dalam hal pendidikan dan manajemen.</p>
<p>Usaha-usaha ke arah pembaharuan dan modernisasi memang sebuah konsekuensi dari sebuah dunia yang modern.</p>
<p>Namun Pondok Pesantren Langitan dalam hal ini mempunyai batasan-batasan yang konkret, pembaharuan dan modernisasi tidak boleh merubah atau mereduksi orientasi dan idealisme pesantren.(****)</p>
<p><strong>Artikel ini Merupakan Kiriman dari Penulis aslinya kepada Cilacap.info, Sehingga jika ada Kesamaan Konten diberbagai media merupakan hal wajar, terkait Klaim Konten yang dipublish di sini tidak bisa dijadikan klaim bahwa konten ini berasal dari website Anda.</strong> .</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/02/12/Makam-KH-Abdul-Hadi-Zahid.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Makam KH Abdul Hadi Zahid]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/02/12/Makam-KH-Abdul-Hadi-Zahid-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Makam KH Abdul Hadi Zahid]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Lautan Jamaah Tumpah Ruah di Haul ke 18 Guru Sekumpul Martapura</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-51285/lautan-jamaah-tumpah-ruah-di-haul-ke-18-guru-sekumpul-martapura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2023 17:21:41 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banjar]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Sekumpul]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-51285/lautan-jamaah-tumpah-ruah-di-haul-ke-18-guru-sekumpul-martapura</guid>

					<description><![CDATA[KALSEL, CILACAP.INFO &#8211; Lautan manusia tumpah ruah di acara Haul Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul yang ke-18 di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Minggu (29/01/2023) malam.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KALSEL</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Lautan manusia tumpah ruah di acara Haul Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul yang ke-18 di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Minggu (29/01/2023) malam.</p>
<p>Sontak, malam itu kawasan Musholla Ar Raudhah di Kelurahan Sekumpul yang menjadi pusat kegiatan haul atau peringatan atas wafatnya Guru Sekumpul itu dipadati jamaah sejak Minggu pagi dan semakin banyak menjelang siang dan sore hari.</p>
<p>Jalan pun ditutup untuk kendaraan sejak di bundaran simpang empat Banjarbaru, tepatnya Jalan Ahmad Yani Km 35 atau berjarak sekitar lima kilometer dari Sekumpul.</p>
<p>&#8220;Kami lakukan rekayasa lalu lintas sejak di bundaran besar, jadi jamaah hanya boleh berjalan kaki menuju Sekumpul,&#8221; kata Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah saat berada di lapangan memimpin pengamanan.</p>
<p>Tak hanya di Jalan Ahmad Yani yang merupakan ruas jalan nasional di Kalsel, seluruh jalan alternatif menuju Sekumpul juga padat merayap oleh kendaraan yang mengangkut jamaah baik dari arah Banjarmasin maupun Kabupaten Tanah Laut dan arah Hulu Sungai.</p>
<p>Alhasil, banyak dari jamaah yang hanya mengikuti kegiatan haul dari jauh seperti menggelar sajadah di sepanjang Jalan Ahmad Yani mulai depan Q Mall Banjarbaru hingga ke Sekumpul.</p>
<p>Begitu juga dari arah Hulu Sungai, jamaah memenuhi Jalan Ahmad Yani depan Pasar Batuah Martapura.</p>
<p>Diketahui Guru Sekumpul salah seorang ulama yang sangat kharismatik dan berpengaruh dari Kalimantan Selatan keturunan kedelapan dari ulama besar tanah Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari.</p>
<p>Ia adalah sufi termasyhur, juga sosok Wali Allah kharismatik Martapura, Kalimantan Selatan, yang menyatukan syari’at, tarekat dan hakikat dalam dirinya. Ia lebih dikenal dengan sebutan Guru Ijai atau Guru Sekumpul</p>
<p>Zaini Abdul Ghani atau Guru Ijai lahir pada 11 Februari 1942 (27 Muharram 1361 H) di Kampung Tunggul Irang Seberang, Martapura. Ia masih keturunan dari ulama besar Syekh Arsyad Al-Banjari. </p>
<p>Ia sempat menjadi pengajar di Pesantren Darussalam Martapura selama lima tahun, kemudian membuka pengajian di rumahnya sendiri pada 1970-an, di dampingi oleh seorang kyai terkenal yakni Guru Salman Bujang (Guru Salman Mulya). Pengajian dimulai setiap hari Kamis petang hingga malam Jum’at.</p>
<p>Pada 1988 beliau pindah ke Kampung Sekumpul, membuka kompleks perumahan ar-Raudhah atau Dalam Regol. Sejak itu kewibawaan dan kharismanya memancar luas – murid-muridnya dan tamu-tamunya berdatangan dari berbagai daerah, bahkan dari negeri jiran seperti Malaysia, Singapura dan Brunei.</p>
<p>Sebagian datang untuk berguru, sebagian mencari barakahnya, dan sebagian ingin berbaiat Tarekat Samaniyyah. Juga beberapa tokoh nasional menyempatkan diri mengunjunginya, seperti Amien Rais, Gus Dur, Megawati, AA Gym dan sebagainya.</p>
<p>Guru Ijai menikah tiga kali, dan dikarunia dua putra dari istri keduanya, Hajjah Laila, yakni Muhammad Amin Badali al-Banjari dan Ahmad Hafi Badali al-Banjari.</p>
<p><strong>Wafat</strong> </p>
<p>Sebelum meninggal dunia Guru Ijai sempat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, selama 10 hari. Tetapi pada hari Selasa malam beliau pulang dan tiba di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, pada pukul 20.30.</p>
<p>Keesokan harinya, Rabu 10 Agustus 2005, pukul 05.10 waktu setempat, ia meninggal dunia. Ribuan orang berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi jenazah beliau hingga ke pemakaman.</p>
<p>Begitu mendengar kabar meninggalnya Guru Sekumpul lewat pengeras suara di masjid-masjid selepas salat subuh, masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Sekumpul Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum. </p>
<p>Sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di dekat Mushalla Ar Raudhah, Rabu sore sekitar pukul 16.00, warga masyarakat yang datang diberikan kesempatan untuk melakukan salat jenazah secara bergantian.</p>
<p>Kegiatan ibadah ini berpusat di Mushalla Ar Raudhah, Sekumpul, yang selama ini dijadikan tempat pengajian oleh Guru Sekumpul. </p>
<p>Haulnya setiap tahun selalu dihadiri jutaan jamaah tak hanya dari Kalimantan Selatan namun juga provinsi lainnya hingga mancanegara.</p>
<p>Haul Sekumpul adalah haul terbesar yang pernah ada di dunia. Kota Banjarmasin, selalu penuh banjir lautan jamaah dari berbagai penjuru dunia. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/01/30/lautan-jamaah-tumpah-ruah-di-haul-ke-18-guru-sekumpul-martapura.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[lautan jamaah tumpah ruah di haul ke 18 guru sekumpul martapura]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/01/30/lautan-jamaah-tumpah-ruah-di-haul-ke-18-guru-sekumpul-martapura-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[lautan jamaah tumpah ruah di haul ke 18 guru sekumpul martapura (dok. Istimewa)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Abuya Syafii Maarif, Guru Bangsa yang Sederhana dan Bersahaja</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-47541/selamat-jalan-abuya-syafii-maarif-guru-bangsa-yang-sederhana-dan-bersahaja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 May 2022 09:52:39 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Buya Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Duka]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-47541/selamat-jalan-abuya-syafii-maarif-guru-bangsa-yang-sederhana-dan-bersahaja</guid>

					<description><![CDATA[JOGJAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Indonesia kembali berduka. Tidak saja PP Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOGJAKARTA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Indonesia kembali berduka. Tidak saja PP Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka.</p>
<p>Wafatnya Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif pada hari Jumat tgl 27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping di rasakan benar oleh tidak saja kalangan civitas akademik di Jogjakarta.</p>
<p>Mungkin, sebagian orang mengenal beliau hanya sebatas seorang Rektor IKIP Jogja(kini Universitas Negeri Jogjakata/UNJ-red). Civitas akademik UII juga turut kehilangan guru bangsa yang arif, sederhana, luas serta bersahaja.</p>
<p>Prof Dr Moh Mahfud MD selaku Dewan Penasehat Alumni UII beserta jajaran DPP IKA UII, Dr. Amir Syarifuddin, MH (Ketua DPP IKA UII) turut melayat pada Jum&#8221;at (27/5).</p>
<p>Semoga beliau husnul Demikian juga oleh sebagian mahasiswa yang pernah tinggal di Jogja, sudah barang tentu mengenal beliau yang terkadang sangat tegas dengan kemungkaran. Namun dengan anak muda mampu mengimbangi perbincangan.</p>
<p>Kepergian tokoh Muhamnadiyah ini juga dirasakan pembina alumni Fakultas Hukum UII Jogja, Semofa khusnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di surga,&#8221; papar Hj Nurul Hidayah S, SH.MSi alumnus FH UII Jogjakarta 2002.</p>
<p>Sementara itu, Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menyatakan, &#8220;Kita kehilangan besar bagi kita semua. Kehilangan Buya Syafi&#8217;i Maarif. Beliau adalah pengasuh ruhani dan orang tua yang kita cintai semua. Atas nama keluarga besar PBNU saya menyampaikan belajar Singkawang atas kepulangan Abuya, Keluarga besar Muhammadiyah dan segenap bangsa. Adalah menjadi tanggung jawab kita semua untuk melanjutkan vidi dan idealisme buya. Semoga barokah dan perjuangan buya terus langgeng untuk kita dalam memperjuangkan kemuliaan bagi peradaban dunia bagi kita semua.&#8221;</p>
<p>Sementara itu mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif Jumat (27/5/2022).</p>
<p>JK menilai Buya sebagai sosok yang banyak berjasa tidak hanya di organisasi Muhammadiyah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<p>&#8220;Almarhum Pak Syafii Maarif yang menjadi guru bangsa, negarawan, dan pembimbing kita semuanya,&#8221; kata JK yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia.</p>
<p>Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif pada hari ini, Jumat (27/5/2022).</p>
<p>Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, partainya mengaku amat kehilangan Buya sebagai cendekiawan muslim. &#8220;Kita kehilangan sosok cendekiawan muslim yang mumpuni, teduh dalam berpendapat, mengajarkan moderasi dalam beragama,&#8221; kata Baidowi.(***) Aji s</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/28/Presiden-Jokowi-ikut-menyolati-Buya-Syafii-Maarif.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Presiden Jokowi ikut menyolati Buya Syafii Maarif]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/28/Presiden-Jokowi-ikut-menyolati-Buya-Syafii-Maarif-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Presiden Jokowi ikut menyolati Buya Syafii Maarif]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Jasad Syekh Tarekat Hilang di Lombok, Cilacap juga Pernah</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-39893/jasad-syekh-tarekat-hilang-di-lombok-cilacap-juga-pernah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 01:44:33 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Naqsyabandiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NTB]]></category>
		<category><![CDATA[Syadziliyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-39893/jasad-syekh-tarekat-hilang-di-lombok-cilacap-juga-pernah</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Jasad seorang Mursyd atau Syekh Tarekat atau Thoriqoh Naqsabandiyah di Desa Pademara, Kecamatan Sukamulia, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengempis kain kafannya dan diduga hilang saat dimasukkan ke liang lahat menjadi heboh dan viral.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Jasad seorang Mursyd atau Syekh Tarekat atau Thoriqoh Naqsabandiyah di Desa Pademara, Kecamatan Sukamulia, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengempis kain kafannya dan diduga hilang saat dimasukkan ke liang lahat menjadi heboh dan viral.</p>
<p>Beliau adalah TGH (Tuan Guru Haji) Lalu Al Bayani Akbar, seorang Syekh Tarekat yang enggan jika kegiatan tarekatnya dipublikasikan.</p>
<p>Fenomena serupa yang mirip-mirip dengan yang terjadi pada Syekh Tarekat di NTB ternyata juga pernah terjadi di Cilacap Jawa Tengah (Jateng), yakni yang terjadi pada Syekh Mahfudz bin Abdurrahman.</p>
<p>Syekh Mahfudz adalah Mursyd Tarekat Syadziliyah yang berasal dari Kebumen, tepatnya dari Sumberadi Somalangu.</p>
<p>Beliau meninggal di Gunung Selok, Adipala, namun saat makam beliau dibongkar, jasad utuh namun bukan wajah beliau melainkan orang lain.</p>
<p>Kisah tentang beliau juga pernah di publish di laman story.cilacap.info, adapun kisahnya seperti berikut.</p>
<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pertanyaan ini sering menjadi buah bibir dikalangan mantan anggota AOI, para santri dan Kyai serta pula beberapa tokoh masyarakat lainnya. Munculnya pertanyaan itu tak terlepas dari banyaknya kelebihan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala kepada beliau dan sempat disaksikan oleh banyak kalangan.</p>
<p>&#8220;Syaikh Mahfudz itu dzahib ilal ghabah&#8221; Kata KH Mufidz, Pengasuh Pondok Pesantren Pandanaran, Yogyakarta.</p>
<p>KH ‘Ali Ma’shum, Krapyak pernah berkata, &#8220;Tidak ada seorang pun yang tau keberadaan Syaikh Mahfudz yang sebenarnya terkecuali hanya sedikit orang saja&#8221;.</p>
<p>&#8220;Syaikh Mahfudz iku isih sugeng (Syaikh Mahfudz itu masih hidup). Koe golekono, insyaallah ketemu (Kamu carilah beliau, insyaallah dapat ketemu)&#8221; Begitu kata Al-‘Arif Billah Simbah KH Ahmad Abdul Haq, Watucongol, Muntilan pada ayah penulis suatu saat.</p>
<p>Menurut beberapa saksi, secara lahiriah as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani telah mengalami syahid di Gunung Selok, Cilacap. Tepatnya pada hari Selasa, 14 Dzulhijjah 1369 H atau 26 September 1950 sekitar pukul setengah empat sore WIB. Adapun sebab musabab yang mengantarkan pada kesyahidannya yaitu beliau terkena pecahan mortir di bagian punggung yang mengakibatkan adanya garis luka vertical sepanjang + 15 cm walau luka tersebut tidak sampai mengeluarkan darah (hanya ‘mbalur’, jw).</p>
<p>Dalam peristiwa tersebut, bermula ketika as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani tengah melaksanakan qadhil hajat, tiba–tiba dari jarak sekitar 10 m di belakang beliau, jatuh sebuah peluru mortir yang langsung meledak. Seorang santri khadam beliau bernama Qadim langsung syahid, sedang putera beliau yang masih berusia sekitar 13 tahun dan tengah berdiri di sisi sampingnya terlempar sampai jarak kurang lebih 100 m. Secara selintas pandang, pada peristiwa ini as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani tidak mengalami sebuah lukapun apalagi hal–hal yang membahayakan. Karena beliau masih tetap berada di tempat semula sampai dengan qadhil hajat-nya selesai. Putera beliau Sayyid Hanifuddin al-Jailani al-Hasani juga diberi selamat dalam peristiwa itu walau tubuhnya sempat terlontar jauh.</p>
<p>Luka yang dialami oleh as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani baru ketahuan ketika beliau selesai menunaikan qadhil hajat kemudian mengambil air wudhu. Saat itu beliau melukar kaos dalamnya dan orang yang berada didekatnya dapat melihat di punggung beliau ada luka vertical namun tidaklah sampai mengeluarkan darah. Hanya warna merah saja yang nampak menggaris di punggungnya.</p>
<p>Tak ada seorang pun dari pengikut beliau yang mengira jika as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani akan syahid waktu itu. Karena sesudah berwudhu, Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani masih sempat memimpin shalat dzuhur berjama’ah. Beliau juga kemudian berkhutbah, dimana dalam isi khutbahnya, beliau menyatakan hendak &#8220;beristirahat&#8221; dan meminta pada para pengikutnya agar dimanapun kelak mereka berada untuk senantiasa berjuang mengupayakan ‘izzul islam wal muslimin.</p>
<p>Selesai khutbah, as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani lalu tiduran dengan bagian kepala beralaskan paha Kyai Lukman bin Ibrahim, Pengasuh Pesantren Lirap, Kebumen. Keduanya juga masih sempat ber-shouftoh (bercanda) satu dengan yang lain. Namun tak lama berselang sesudah itu, beliau lalu melantunkan suara dzikir yang membuat suasana disekitarnya menjadi hening. Banyak kepala tertunduk sambil mengikuti dzikir beliau. Namun ketika alunan dzikir mulai dirasa oleh satu dua telinga sudah tak terdengar lagi, beberapa orang seperti tersadar dan tercekat tenggorokannya lagi amat terperanjat. Oleh Sayyid Hanifuddin al-Jailani al-Hasani, mereka diberitahu jika abahnya yaitu as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani telah syahid.</p>
<p>di tengah kesadaran orang–orang yang semula mengelilingi dan berada dekat dengan beliau, tiba–tiba mereka masih dikejutkan lagi ingatannya dengan melihat jumlah orang yang bersama menjadi tinggal sedikit. &#8220;Kira–kira hanya tinggal 20-an orang dari semula ada sekitar 50-an&#8221;. Begitu ungkap H. Ridho, salah seorang saksi hidup pada peristiwa itu. H. Ridho ini tinggal di Desa Wanayasa, Banjarsari, Jawa Barat. Beliau di AOI lebih dikenal dengan nama Pardi dan bertugas memegang senjata berat jenis Karaben hasil rampasan dari tentara Belanda.</p>
<p>Kyai Lukman bin Ibrahim menghilang, padahal santri yang memegang jas beliau masih berada di tempatnya dengan baju jas yang masih dipegangi. Satu kompi pengawal khusus yang dipimpin oleh Danpi Abdur Rasyid (terkenal dengan nama samarannya Wagiman) juga tidak ada. Subhanallah. Ini adalah kejadian luar biasa yang sulit dicerna oleh akal manusia. Tapi itulah kenyataan yang terjadi. Jejak–jejak mereka masih berada di tempat semula. Tiada tanda–tanda yang mengarah mereka menjadi syuhada di tempat tersebut.</p>
<p>Berita tentang kejadian ini pada tahun 1950-an menyebar luas keberbagai tempat. Mungkin karena inilah maka para kyai dan santri banyak yang berkeyakinan as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani masih hidup. Demikian pula Kyai Lukman bin Ibrahim, Lirap serta satu satuan kompi yang dipimpin oleh Abdur Rasyid. Karena apa yang diperbuat Allah Subhanahu wa ta’ala terhadap para kekasih-Nya adalah tidak ada sesuatu yang tidak mungkin.</p>
<p>Beberapa tahun sesudah tahun 50-an itu, khabar masih hidupnya as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani sempat membuat &#8220;gerah&#8221; mabes APRIS. Mereka meminta izin pada keluarga untuk membongkar makam as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani dengan tujuan yang untuk meyakinkan benar atau tidaknya jika Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani telah syahid. Karena peristiwa kesyahidan beliau tidak diketahui oleh kalangan pasukan APRIS.</p>
<p>Dengan disaksikan oleh dua putera as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani yaitu Sayyid Hanifuddin al-Jailani al-Hasani dan Syarifah Hunaifiyah, dibongkarlah tempat yang semula pernah untuk memakamkan jasad beliau. Hasilnya, jasad beliau nampak masih ada dan utuh tak kurang satu apapun seperti saat baru syahidnya. Bahkan selimut yang disertakan juga tidak mengalami kerusakan. Dokumentasi diambil oleh pihak mabes APRIS. Namun ketika hasil dokumentasi beberapa waktu kemudian diserahkan pada pihak keluarga, semuanya menjadi terkejut. Menurut keluarga (termasuk Sayid Hanifuddin dan Syarifah Hunaifiyah) Foto yang tercetak itu bukanlah wajah dari as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani. Akan tetapi foto orang lain, sekalipun postur mirip dengan beliau dan selimut yang dipakai juga sama dengan yang dikenakannya. Bahkan para mantan anggota AOI ketika melihat foto itu, meyakini bahwa foto tersebut adalah foto rekan mereka yang syahid ketika peristiwa pertempuran melawan Belanda dan dimakamkan didesa Bandung, Kebumen.</p>
<p>Teka–teki tentang misteri as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani, Kyai Lukman dan satu satuan kompi pimpinan Abdur Rasyid ini baru terkuak pada tahun 2007 kemaren. Setelah melaksanakan apa yang diarahkan oleh KH Ahmad Abdul Haq Watucongol, ayah penulis berhasil bertemu dengan kakeknya yaitu as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani. Pertemuan ini adalah pertemuan nyata dan bukan pertemuan halusinasi atau pertemuan dengan ritual ghoib. Benar kata KH Ahmad Abdul Haq dan para sesepuh ulama bahwa Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani ternyata masih hidup. Beliau kini tinggal di kota Syihr, Provinsi Hadhramaut, Yaman. Sepeninggalnya dari Indonesia, Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani membangun sebuah pesantren di Syihr. Tepatnya di komplek Masjid peninggalan sahabat Mus’ab bin ‘Umair. Beliau juga mursyid Thariqah As-Syadzaliyyah terkemuka di kota tersebut. Banyak ulama–ulama khawas timur tengah yang sempat berguru pada beliau sampai dengan saat ini. Diantaranya adalah Syaikh Ibrahim Al-Asfihani yang tinggal di Suriah. Beliau adalah mursyid As-Syadzaliyyah terkenal di Suriah yang mengambil sanad silsilah thariqah dari as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani setelah beliau tinggal di Syihr, Hadhramaut, Yaman.</p>
<p>Kyai Lukman bin Ibrahim juga masih hidup. Setidak–tidaknya sampai tahun 2007. Beliau kini tinggal di Thaif, Saudi Arabia. Sementara itu Abdur Rasyid (orang yang di AOI memakai nama samaran Wagiman) beserta beberapa orang mantan anak buahnya kini tinggal di kota Doha, ibukota Qatar.</p>
<p>Sekian dulu, semoga saja tulisan ini bermanfaat bagi para muhibbin.</p>
<p>Wassalam</p>
<p>(Sayyid Faukhan Fawaqi al-Hasani, penulis adalah Putra Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu)</p>
<p>Tulisan Terkait :
1. Syaikh as-Sayyid Mahfudz bin Abdurrahman al-Jailani al-Hasani Tokoh Legendaris Santri dan Rakyat Kebumen (Bag I)</p>
<p>Oleh : Sayyid Faukhan Fawaqi al-Hasani Dalam edisi kali ini, penulis akan mencoba menyajikan biografi ringkas dari Syaikh&#8230;</p>
<p>2. Syaikh as-Sayyid Mahfudz bin Abdurrahman al-Jailani al-Hasani Tokoh Legendaris Santri dan Rakyat Kebumen (Bag II)</p>
<p>(KH ‘Ali Ma’shum Krapyak, Yogyakarta berkata, &#8220;Mencari figure sekaliber as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz bin Abdurrahman al-Jailani al-Hasani pada zamannya sangatlah&#8230;</p>
<p>3. Syaikh as-Sayyid Mahfudz bin Abdurrahman al-Jailani al-Hasani Tokoh Legendaris Santri dan Rakyat Kebumen (Bag III)</p>
<p>(KH Maemun Zubaer, Sarang, Rembang berkata, &#8220;Pada saat itu saya berusia sekitar 16– 17 tahun&#8230;.</p>
<p>4. Syaikh as-Sayyid Mahfudz bin Abdurrahman al-Jailani al-Hasani Tokoh Legendaris Santri dan Rakyat Kebumen (Bag IV)</p>
<p>Mendirikan badan kelasykaran AOI AOI adalah singkatan dari Angkatan Oemat Islam Indonesia. Merupakan sebuah badan kelasykaran&#8230;</p>
<p>5. Syaikh as-Sayyid Mahfudz bin Abdurrahman al-Jailani al-Hasani Tokoh Legendaris Santri dan Rakyat Kebumen (Bag V)</p>
<p>Dalam bagian terdahulu telah diungkapkan 4 point tujuan AOI yang termaktub dalam Anggaran Dasar-nya. Selanjutnya pada&#8230;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Tangkapan-Layar-Prosesi-Pemakaman-TGH-Lalu-Al-Bayani-Akbar.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Tangkapan Layar Prosesi Pemakaman TGH Lalu Al Bayani Akbar]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Tangkapan-Layar-Prosesi-Pemakaman-TGH-Lalu-Al-Bayani-Akbar-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Tangkapan Layar Prosesi Pemakaman TGH Lalu Al Bayani Akbar]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
