<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Tuberkulosis &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/tag/tuberkulosis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Jun 2026 14:45:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>Kumpulan Pos Tuberkulosis &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>Sepekan Berjalan Polda Jateng Temukan 1.387 Suspect Tuberkulosis</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-93554/sepekan-berjalan-polda-jateng-temukan-1-387-suspect-tuberkulosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 12:59:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-93554/sepekan-berjalan-polda-jateng-temukan-1-387-suspect-tuberkulosis</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG, CILACAP.INFO &#8211; Kesungguhan Polda Jawa Tengah dalam mendukung upaya pengentasan Tuberkulosis (TB) terus tercermin melalui tindakan nyata di lapangan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kesungguhan Polda Jawa Tengah dalam mendukung upaya pengentasan Tuberkulosis (TB) terus tercermin melalui tindakan nyata di lapangan.</p>
<p>Melalui Program TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis), ribuan Bhabinkamtibmas yang telah dilatih sebagai Tracer TB mulai membantu tenaga medis dalam melakukan pelacakan kontak dekat dan memberikan edukasi kepada masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p>Berdasarkan analisis dan evaluasi (Anev) pelaksanaan pelacakan TB Paru pada minggu pertama periode 3 hingga 10 Juni 2026, tercatat 1.387 suspect (calon penderita TB Paru) telah dilacak melalui kerja sama antara Bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan setempat.</p>
<p>Pelacakan dilakukan dengan mendatangi langsung pihak-pihak yang berhubungan erat dengan pasien TB Paru untuk melakukan pemeriksaan awal, memberikan informasi kesehatan, serta mendampingi mereka sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit ini.</p>
<p>Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi W., Sp.BM., M.A.R.S., M.H., FISQua menjelaskan pada Sabtu (13/6) bahwa pencapaian ini menunjukkan bahwa Program TOSS TB yang diinisiasi Polda Jateng mulai menunjukkan efektivitas di lapangan berkat kolaborasi antara Polri dan tenaga kesehatan.</p>
<p>&#8220;Pada minggu pertama pelaksanaan pelacakan, tercatat 1.387 suspect telah berhasil ditelusuri. Ini mengindikasikan bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai Tracer TB telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas jangkauan deteksi dini Tuberkulosis di masyarakat,&#8221; kata Kabiddokkes.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa keberadaan Bhabinkamtibmas yang rutin berinteraksi dengan penduduk menjadi kekuatan utama dalam mendukung program kesehatan masyarakat.</p>
<p>Selain membantu proses pelacakan, Bhabinkamtibmas juga memiliki peran dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa TB bisa sembuh jika ditangani dengan benar dan menyeluruh.</p>
<p>&#8220;Kami tidak hanya terfokus pada penemuan kasus, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan awal, kepatuhan berobat, dan langkah-langkah untuk mencegah penularan. Dengan kerja sama yang efektif antara tenaga kesehatan dan Bhabinkamtibmas, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses cepat dan tepat terhadap layanan kesehatan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Program TOSS TB adalah inovasi dari Polda Jawa Tengah yang memanfaatkan Bhabinkamtibmas sebagai mitra tenaga medis dalam mendukung upaya mengatasi Tuberkulosis.</p>
<p>Selain melakukan pelacakan kontak dekat, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi, mendampingi pasien, serta membantu dalam pelaporan yang terhubung dengan fasilitas kesehatan lokal.</p>
<p>Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto dalam pernyataannya di Mapolda Jateng, Sabtu (13/6), menyatakan bahwa pencapaian di minggu pertama ini menunjukkan bahwa Program TOSS TB tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan dan sosialisasi, tetapi telah berlanjut ke tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Bhabinkamtibmas adalah anggota Polri yang paling dekat dengan komunitas. Melalui Program TOSS TB, kami memanfaatkan kedekatan ini untuk mendukung inisiatif kesehatan publik. Pencapaian menjangkau 1.387 warga dalam minggu pertama adalah bukti bahwa kerja sama antara Polri dan tenaga kesehatan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,&#8221; ungkap Kombes Pol Artanto.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Polda Jateng akan terus menggalakkan semua unit agar pelaksanaan pelacakan, edukasi, dan pendampingan bagi masyarakat terkait TB dapat berlanjut secara konsisten sampai ke tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p>&#8220;Kami mengharapkan partisipasi Bhabinkamtibmas dalam inisiatif ini dapat berkontribusi pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai signifikansi deteksi awal dan pengobatan yang menyeluruh. Dengan rasa gotong royong dan perhatian, usaha untuk menghentikan penyebaran TB serta mewujudkan Jawa Tengah yang lebih sehat dapat terwujud,&#8221; tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/14/1000768459-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Bhabinkamtibmas temukan suspect TB Paru dan turut mendampingi dalam penanganan medis tahap dini.]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/14/1000768459-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Bhabinkamtibmas temukan suspect TB Paru dan turut mendampingi dalam penanganan medis tahap dini.]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Polresta Cilacap Siapkan Tracer, Lawan TB Paru Hingga Daerah Terpencil</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-92892/polresta-cilacap-siapkan-tracer-lawan-tb-paru-hingga-daerah-terpencil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 15:00:17 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-92892/polresta-cilacap-siapkan-tracer-lawan-tb-paru-hingga-daerah-terpencil</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO – Polresta Cilacap meningkatkan upaya penanganan Tuberkulosis (TB) Paru hingga ke tingkat desa dengan melibatkan para Bhabinkamtibmas sebagai tracer.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> – Polresta Cilacap meningkatkan upaya penanganan Tuberkulosis (TB) Paru hingga ke tingkat desa dengan melibatkan para Bhabinkamtibmas sebagai tracer.</p>
<p>Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Program Peduli Berantas TB Paru yang diinisiasi oleh Polda Jawa Tengah melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan, tenaga medis, dan berbagai elemen masyarakat.</p>
<p>Komitmen ini diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan dan pelatihan tracer TB Paru bagi Bhabinkamtibmas di Polresta Cilacap yang dilaksanakan di Gedung Patra Graha Pertamina Cilacap pada Kamis, 04 Juni 2026.</p>
<p>Kegiatan ini menghadirkan dokter spesialis paru, dr Dwi Indrayati dan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap untuk memberikan pelatihan teknis kepada peserta.</p>
<p>Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono menyatakan, keterlibatan personel Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memperluas jangkauan penanganan TB ke daerah-daerah terpencil.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa program ini adalah salah satu bentuk dukungan Polri terhadap upaya nasional dalam mempercepat eliminasi TB yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia.</p>
<p>&#8220;TB Paru merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. Oleh karena itu, kami dari Polresta Cilacap hadir untuk membantu masyarakat melalui peran Bhabinkamtibmas yang sudah berinteraksi langsung dengan warga di desa-desa,&#8221; ungkap Budi.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberadaan Bhabinkamtibmas di antara masyarakat merupakan aset penting untuk mendeteksi lebih awal warga yang berisiko terpapar atau yang membutuhkan pendampingan selama pengobatan.</p>
<p>Dengan kemampuan yang diperoleh dalam pelatihan ini, diharapkan personel dapat membantu dalam proses penemuan kasus serta mendampingi pasien agar menjalani terapi hingga selesai.</p>
<p>Kapolresta menekankan bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Oleh sebab itu, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah desa, dan unsur tiga pilar menjadi bagian penting dalam implementasi program di lapangan.</p>
<p>&#8220;Saya meminta seluruh anggota untuk terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan serta perangkat desa. Tujuan akhirnya adalah untuk membantu warga yang sakit mendapatkan perawatan dan mencegah penularan kepada masyarakat lainnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai TB Paru dan pola penyebarannya, serta dibekali metode pelacakan dan mekanisme pendataan yang akurat.</p>
<p>Hasil dari kegiatan ini nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah penanganan yang lebih efektif di masing-masing wilayah binaan.</p>
<p>Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Hasanudin, Ia menilai bahwa keterlibatan Polri akan memperkuat jaringan deteksi dini.</p>
<p>Mengingat Bhabinkamtibmas memiliki akses langsung ke masyarakat yang selama ini sulit dijangkau oleh petugas kesehatan secara rutin.</p>
<p>&#8220;Kami menghargai langkah Polresta Cilacap yang turut mendukung upaya percepatan penanggulangan TB. Dengan kerja sama lintas sektor, proses penemuan kasus, pendampingan pasien, dan pemantauan pengobatan dapat berjalan lebih optimal,&#8221; kata Hasanudin.</p>
<p>Untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program, koordinasi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan akan dilakukan secara berkala.</p>
<p>Evaluasi bersama juga akan menjadi bagian dari strategi untuk memastikan bahwa target penanganan yang ditetapkan dapat tercapai.</p>
<p>Melalui pelatihan ini, Polresta Cilacap berharap Bhabinkamtibmas dapat menjadi ujung tombak dalam menemukan kasus TB Paru di kalangan masyarakat.</p>
<p>Dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, program TOSS TB diharapkan bisa mempercepat kesembuhan pasien dan menekan angka penularan hingga ke daerah terpencil di Kabupaten Cilacap.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/04/1000752430-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Polresta Cilacap Siapkan Tracer, Lawan TB Paru Hingga Daerah Terpencil]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/04/1000752430-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Polresta Cilacap Siapkan Tracer, Lawan TB Paru Hingga Daerah Terpencil]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mengenal Resistensi Obat Tuberkulosis</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-57121/mengenal-resistensi-obat-tuberkulosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2023 06:54:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-57121/mengenal-resistensi-obat-tuberkulosis</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; 12 Desember 2023, Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri TB atau dikenal sebagai <em>Mycobacterium Tuberculosis</em>. Sebagian besar bakteri TB menyerang paru, tetapi terdapat pula yang menyerang organ tubuh lainnya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; 12 Desember 2023, Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri TB atau dikenal sebagai <em>Mycobacterium Tuberculosis</em>. Sebagian besar bakteri TB menyerang paru, tetapi terdapat pula yang menyerang organ tubuh lainnya.</p>
<p>TB paru adalah penyakit yang dapat menular melalui udara (<em>airborne disease</em>). Bakteri TB menular dari orang ke orang melalui percikan dahak (<em>droplet</em>) ketika penderita TB paru aktif batuk, bersin, bicara atau tertawa.</p>
<p>Bakteri TB cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh, bakteri ini dapat tertidur lama selama beberapa tahun (Kemenkes RI, 2012).</p>
<p>Gejala umum yang ditimbulkan oleh TB adalah batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu, batuk darah atau dahak, sakit dada, mudah lelah dan lemah, demam, panas dingin, keringat saat malam, dan kehilangan nafsu makan. Kurangnya pengetahuan tentang gejala TB membuat pasien merasa kurang paham dalam melakukan pengobatan ketika muncul gejala-gejala tersebut.</p>
<p>Menurut data WHO tahun 2022, angka kematian akibat TB pada tahun 2021 juga mencapai angka yang sangat tinggi, setidaknya 1,6 juta orang yang meninggal akibat TB dan meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sekitar 1,3 juta orang.</p>
<p>Beberapa negara telah berhasil mengurangi beban TB dengan tingkat yang signifikan, namun Indonesia masih menempati posisi kedua dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia setelah India. Pada tahun 2021, diperkirakan terdapat sekitar 969.000 kasus TB di Indonesia, yang menunjukkan peningkatan sebesar 17% dari tahun 2020.</p>
<p>Salah satu upaya dalam menanggulangi TB adalah pengobatan yang dikonsumsi selama periode 6 hingga 12 bulan. Obat-obatan yang digunakan dalam pengobatan TB paru mengandung agen antituberkulosis, yakni antibiotik yang dirancang khusus untuk mengatasi infeksi bakteri TB.</p>
<p>Pengobatan ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap intensif dan tahap lanjutan. Permasalahan muncul ketika penggunaan obat yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan pedoman pengobatan dapat menyebabkan resistensi atau kekebalan terhadap obat itu sendiri.</p>
<p>Jika pengobatan tidak dilakukan sesuai prosedur, hal ini menjadi rantai penyakit yang tidak terputus sehingga sangat berisiko menularkan kepada orang terdekat termasuk keluarga. Selain itu, kondisi yang semakin parah akan menimbulkan komplikasi atau bahkan dapat menyebabkan kematian.</p>
<p>Proses pengobatan yang berlangsung lama, membuat pasien merasa bosan dan tidak jarang sebagian dari mereka berhenti minum obat saat merasa sudah sedikit membaik. Walaupun masa pengobatan belum selesai, hal tersebut menyebabkan waktu pengobatan yang terhenti dan menimbulkan resisten obat tuberkulosis terhadap pasien atau biasa disebut tuberkulosis resisten obat.</p>
<p>Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) adalah kondisi dimana bakteri sudah kebal terhadap obat lini 1 (periode pengobatan 6 bulan), sehingga pasien harus mendapatkan kombinasi obat lini 2 dengan periode waktu pengobatan yang lebih lama (9-12 bulan).</p>
<p>Berdasarkan Global TB Report 2020, diperkirakan terdapat 24.000 kasus TB-RO di Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah ini, berdasarkan data rutin program Nasional Penanggulangan TB, pada tahun 2019 baru ditemukan 11.463 kasus TB-RO, atau terdapat perbedaan 52,5% dari perkiraan kasus yang ada.</p>
<p>Dari 11.463 kasus tersebut, hanya 5.531 atau 48,3% pasien yang sudah memulai pengobatan, dengan angka keberhasilan pengobatan berkisar di antara 49-51% dan angka putus pengobatan 24% sampai dengan 26% per tahun. Angka putus pengobatan ini terbilang tinggi, mengingat hasil cakupan keberhasilan yang dicapai masih jauh dari target keberhasilan pengobatan global yaitu sebesar 86%.</p>
<p>Tingginya angka putus pengobatan menjadi salah satu indikator rendahnya kepatuhan pasien untuk menyelesaikan pengobatan. Ketua Yayasan Pejuang Tangguh (PETA) menyatakan bahwa kesadaran diri pasien akan kesehatannya sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan terapi TB-RO untuk menjaga atau mencegah penularan lebih lanjut kepada orang-orang yang disekitar.</p>
<p>Selain itu, efek samping dari obat yang timbul sangat beragam sehingga perlunya peran keluarga sebagai orang terdekat pasien untuk selalu mendukung dan menemani proses pengobatan hingga dinyatakan sembuh sepenuhnya.</p>
<p>Dukungan keluarga dalam mendampingi pasien terapi TB-RO dimulai dari ikut dalam proses konsultasi rutin dan sosialisasi. Selain itu, keluarga serta organisasi atau LSM juga ikut mengawasi kepatuhan pasien dalam pengobatannya Sehingga, sangat penting untuk menjalin kerja sama lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan serta organisasi terkait dalam menjalankan program-program guna mendukung pasien TB-RO.</p>
<p><strong>Referensi</strong> </p>
<p>1. Kementerian Kesehatan RI. (2012). Petunjuk Teknis Tata Laksana Klinis Ko-Infeksi TB-HIV. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.</p>
<p>2. Kementerian Kesehatan RI. (2020). Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat 2020. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.</p>
<p>3. World Health Organization. (2022). Global tuberculosis report 2022. Geneva: World Health Organization; 2022. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.</p>
<p>4. <a href="https://www.antaranews.com/berita/2228206/mengenal-tbc-resisten-obat-dan-kendala-penanganan" rel="noopener nofollow" target="_blank">Mengenal TBC resisten obat dan kendala penanganan</a> [diakses pada 17 Oktober 2023 pukul 14.03]</p>
<p>5. <a href="https://www.instagram.com/p/CKXqUr_AJm_/?img_index=2" rel="noopener nofollow" target="_blank">Instagram: @tbc.indonesia</a> [diakses pada 17 Oktober 2023 pukul 15.08]</p>
<p><strong>Oleh: Alifia Hanika Geren, Ratih Dwi Puspitasari (Universitas Indonesia)</strong> .</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/12/12/penanganan-dan-pencegahan-tuberkulosis-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[penanganan dan pencegahan tuberkulosis]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2023/12/12/penanganan-dan-pencegahan-tuberkulosis-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[penanganan dan pencegahan tuberkulosis (sumber: Instagram/TB Indonesia)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
